Minggu
04 Oktober 2026 | 3 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

RI Diprediksi Jadi Negara dengan Pemulihan Ekonomi Tercepat Setelah China

pdip-jatim-jokowi-forum-rektor1

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyebut Indonesia diprediksi jadi negara dengan pemulihan ekonomi tercepat setelah China pada 2021. Itu sesuai proyeksi sejumlah lembaga keuangan dunia seperti, Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

“Indonesia diproyeksikan masuk ke kelompok dengan pemulihan ekonomi tercepat setelah Tiongkok. Ini juga kalau proyeksi ini benar, saya kira patut kita syukuri,” kata Jokowi dalam rapat terbatas dari Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (28/7/2020).

Menurut Jokowi, sejumlah lembaga keuangan itu juga meramalkan bahwa ekonomi global pada 2021 akan mulai tumbuh positif setelah pada tahun ini dihantam krisis akibat pandemi Covid-19.

IMF memperkirakan ekonomi global tahun depan tumbuh hingga 5,4 persen, prediksi Bank Dunia 4,2 persen, dan prediksi OECD 2,8 persen hingga 5,2 persen.

Presiden Jokowi pun optimis ekonomi RI akan tumbuh di atas angka tersebut. Sebab, perekonomian Indonesia saat ini juga tidak separah negara-negara lain.

“Saya kira kalau perkiraan ini betul, kita akan berada pada posisi ekonomi yang juga mestinya itu di atas pertumbuhan ekonomi dunia,” ujarnya.

Meski demikian, dia mengingatkan jajarannya untuk tak lengah dan tetap waspada. Pasalnya, masih ada risiko terjadinya gelombang kedua Covid-19.

Selain itu, Jokowi menyebut ekonomi global juga masih berkembang sangat dinamis dan penuh dengan ketidakpastian. Sebab, lembaga-lembaga keuangan dunia selalu merevisi prediksi mereka terkait pertumbuhan ekonomi 2020 maupun 2021.

Jokowi juga meminta APBN diarahkan untuk membangkitkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang saat ini terdampak pandemi Covid-19. “Dalam situasi krisis seperti ini, belanja pemerintah menjadi instrumen utama untuk daya ungkit tapi juga agar sektor swasta UMKM bisa pulih kembali,” ujarnya.

Dia menyebut, belanja pemerintah dari APBN memang sangat penting untuk menggerakkan perekonomian yang saat ini lesu karena pandemi Covid-19. Namun, dia juga mengingatkan bahwa APBN hanya berkontribusi kurang lebih 14,5 persen pada produk domestik bruto (PDB) negara.

Sisanya, UMKM berkontribusi besar pada perekonomian. “Mesin penggerak ekonomi ini harus diungkit dari APBN kita yang terarah, yang tepat sasaran,” kata Jokowi. 

Jika UMKM berhasil digerakkan, Jokowi yakin ekonomi Indonesia bisa kembali bangkit pada 2021 mendatang. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Komisi E DPRD Jatim Studi Banding ke Jateng, Gali Tata Kelola Keolahragaan dan Kepemudaan

SURABAYA – Komisi E DPRD Jawa Timur melakukan studi banding ke Jawa Tengah untuk menggali tata kelola dan ...
KRONIK

Kebakaran Berulang di Magetan, Diana Sasa Minta Polisi Telusuri Dugaan Kesengajaan

MAGETAN – Kebakaran hutan dan lahan yang berulang di Kabupaten Magetan mendapat sorotan DPC PDI Perjuangan Magetan. ...
KRONIK

Pastikan Pelyanan Air Bersih Optimal, Bupati Lukman Bersepeda Tinjau Pompa PDAM di Tragah

BANGKALAN – Bupati Bangkalan melakukan aktivitas bersepeda pada Sabtu (3/10/2026) untuk melihat secara langsung ...
LEGISLATIF

Sukadar: Dana Kelurahan Surabaya Harus Proporsional, Jangan Disamaratakan

SURABAYA – Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Sukadar menilai pembagian dana kelurahan (Dakel) perlu dilakukan ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Terima Kunjungan Bawaslu, Pastikan Pemutakhiran Data SIPOL Tertib Administrasi

TUBAN – DPC PDI Perjuangan Tuban menerima kedatangan sejumlah komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) ...
KRONIK

Urai Kemacetan Ketapang-Gilimanuk, ASDP dan Pemkab Banyuwangi Geber Peningkatan Kapasitas Dermaga

BANYUWANGI – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar pertemuan ...