
NGANJUK – DPRD Kabupaten Nganjuk menyoroti proyek pasar besar di sejumlah wilayah bumi Anjuk Ladang yang pengerjaannya molor.
Catatan Komisi C DPRD Nganjuk, ada enam proyek pasar besar di Kabupaten Nganjuk, dengan dana APBD dan APBN tahun 2019. Namun dari 6 proyek tersebut hanya ada dua yang mencapai sesuai target pekerjaan.
Sedang empat proyek pasar besar lainnya hingga saat ini belum selesai, bahkan masih 50 persen progres pembangunannya. Empat proyek pasar yang belum selesai di antaranya Pasar Sawahan, Pasar Lengkong, Pasar Brebek dan Pasar Sukomoro.
Bahkan untuk Pasar Sawahan progres pembangunannya masih 50 persen. Padahal seharusnya bulan Desember 2019 harus sudah selesai 100 persen.
Sementara Pasar Kerep Bagor dan Pasar Kertosono sudah mencapai 100 persen pengerjaannya.
Ketua Komisi C DPRD Nganjuk Mariyanto mengatakan, ada sejumlah proyek dari dana perubahan anggaran keuangan pada bulan Oktober 2019.
Sehingga sejumlah proyek yang belum selesai beralasan mepetnya waktu pengerjaan, yakni hanya 3 bulan, sehingga belum bisa menuntaskan 100 persen.
“Disamping proyek pasar, juga ada proyek jembatan dengan dana APBD senilai Rp 9 miliar lebih yang juga belum selesai pada ahir tahun 2019,” kata Mariyanto, Jumat (3/1/2020).
Wakil rakyat yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk ini minta agar Kepala Dinas selaku pengguna anggaran lebih hati-hati dan memperketat kepada pihak ketiga.
“Agar bisa mengerjakan pekerjaan dengan benar dan untuk kontraktor yang nakal harus diberi sanksi,” ujarnya.
Sementara itu, Dimyati, salah seorang kontrkator pembangunan Pasar Kerep, Bagor mengatakan, meski waktu pekerjaan hanya tiga bulan, pihaknya mampu menuntaskan pekerjaan tepat waktu, yaitu pada 23 Desember lalu.
“Meski begitu sebesar 15 persen dana belum cair sebab masih ada tenggang waktu 6 bulan masa pemeliharaan,” kata Dimyati. (endyk)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









