Kamis
20 Agustus 2026 | 2 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Kader-kader Terbaik PDIP Ingin Berpartisipasi dalam Pilwali Surabaya, Itu Wajar”

pdip-jatim-pilkada-2020-surabaya

SURABAYA – Jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020, suhu politik di Kota Pahlawan makin menghangat. Bahkan PDI Perjuangan sebagai partai politik yang menempatkan kadernya sebagai wali kota beberapa periode tak luput dari sasaran tembak.

Terbaru, PDI Perjuangan Kota Surabaya dikabarkan kurang solid. Penyebabnya karena di tubuh partai berlambang banteng moncong putih itu disebut ada tiga faksi, yakni faksi Whisnu Sakti Buana, Tri Rismaharini dan Bambang DH.

Setiap faksi memiliki pengaruh kuat di tubuh PDI Perjuangan Surabaya. Sehingga muncul konflik internal yang cukup keras.

Menurut pengamat sosial politik dari Universitas Airlangga (Unair) Novri Susan, salah satu akar demokrasi adalah kebebasan setiap aktor menyampaikan pendapat dan aspirasi, termasuk dalam internal partai politik tak terkecuali PDIP.

Sebab PDIP memiliki habit politik atau kebiasaan politik berakar pada demokrasi. “Saat ini PDI Perjuangan memiliki kader-kader terbaik yang ingin berpartisipasi dalam Pilwali Surabaya. Itu wajar, dan menunjukkan kedewasaan demokrasi,” ujar Novri kepada media, Senin (30/12/2019).

Oleh karena itu, lanjut Novri, dirinya tidak yakin jika PDI Perjuangan Surabaya saat ini tengah mengalami perpecahan seperti yang dikabarkan.

Sebab jika memang sudah tidak solid, sejak dulu PDIP tidak terus tumbuh dan berkembang pesat sebagai partai penguasa.

“Lihat saja jejak sejarah PDIP. Sejak dulu, secara historis keputusan DPP selalu ditaati kader di bawahnya. Ini juga merupakan praktik demokrasi terkait konsep loyalitas kepada keputusan organisasi,” jelasnya.

Jika ada yang menyebut PDIP kurang kompak, hanya gara-gara Pilwali Surabaya, tambah Novri, berarti orang tersebut tidak paham akan sejarah dan kondisi partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini.

“Jadi istilah ambyar (pecah) dalam fenomena dinamika politik internal PDI Perjuangan itu pandangan dangkal,” tandas Novri. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Doding Dorong Pedagang Pasar Melek Teknologi agar Tak Tergusur Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mendorong pedagang pasar tradisional beradaptasi dengan ...
LEGISLATIF

Komisi B DPRD Jember Soroti Gerobak Cinta dan Kebocoran Retribusi Pasar

JEMBER – Komisi B DPRD Jember meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat menggeser anggaran sejumlah program ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Jember Tolak Tanggung Jawab atas Utang Rp786 Miliar

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember menolak ikut bertanggung jawab atas rencana pinjaman daerah Rp786,573 ...
SEMENTARA ITU...

Kurangi Ketergantungan Impor, Trenggalek Mulai Kembangkan Bawang Putih

Trenggalek mulai mengembangkan bawang putih di Kecamatan Pule untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus ...
HEADLINE

Banteng Jatim Pesta 6 Gol, Lolos Semifinal Soekarno Cup dan Bidik Juara Lagi

SURABAYA – Banteng Jawa Timur (Jatim) tampil menggila di babak perempat final Soekarno Cup 2026. Bermain di Stadion ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Desak Pemkab Benahi Perizinan Aset Daerah Usai Polemik Izin Alun-Alun

MAGETAN — Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...