Rabu
01 Juli 2026 | 2 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pancasila Relevan Jadi Pijakan Selesaikan Konflik Kekinian

pdip-jatim-yudi-latief-bpip

JAKARTA – Mantan Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudi Latief menilai bahwa Pancasila masih relevan menjadi pijakan dalam menyelesaikan permasalahan sosial saat ini.   

“Sebenarnya Pancasila sudah memberi bekal bagaimana menyelesaikan konflik-konflik sosial di dalam konteks masyarakat Indonesia kekinian. (Sebab), kalau kita lihat dalam Pancasila itu perihal demokrasi dan pemerintahan kan ada di sila keempat,” ujar Yudi dalam seminar di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019).

Sila keempat itu, kata dia, langsung diapit oleh sila ketiga perihal persatuan Indonesia dan sila kelima yang menekankan keadilan sosial bagi masyarakat.

Penempatan sila-sila yang spesifik ini, menurut Yudi menjadi komposisi yang tepat sebagai pedoman bangsa Indonesia mengatasi persoalan intoleransi.

“Ini jenius sekali (penempatan sila-sila itu). Jadi dalam menghadapi intoleransi, hendaknya menjadikan konektivitas antar-keberagaman itu harus diperluas. Jaringan-jaringan keragaman itu harus diperluas (mengacu sila ketiga Pancasila),” kata Yudi.

Dia lantas memberikan contoh sekaligus mengkritik sikap masyarakat yang masih memberikan stereotip tertentu kepada masyarakat daerah.

“Misalnya bagi warga Papua yang mungkin 99 persen orang seumur hidup tinggal di Papua. Begitu keluar Tanah Papua, misal jadi mahasiswa di Yogyakarta, dia hanya hidup di asrama Papua,” ujar Yudi.

Menurut dia, kondisi semacam itu bukan salah dari rekan-rekan asal Papua. Dia justru menyoroti sikap masyarakat sekitar yang masih memberikan stigma tertentu kepada mahasiswa asal Papua.

Dia menyarankan masyarakat sebaiknya merangkul dan memperluas ruang perjumpaan dengan rekan-rekan dari daerah.

“Sehingga stigma-stigma yang ada (soal masyarakat daerah) itu bisa lebur. Sebab, berbagai penelitian menunjukkan, rata-rata orang yang radikal itu berada di lingkungan pergaulan tertutup. Begitu dia diperkenalkan kepada yang berbeda, mengalami intoleransi,” kata Yudi.

“Maka yang pertama kita perlu perkuat adalah jaringan persatuan,” ucap dia lagi.

Namun, Yudi mengingatkan bahwa persatuan bangsa yang kuat tidak cukup. Langkah kedua yang juga penting menurut Yudi yakni menciptakan keadilan sosial seperti sila kelima Pancasila. 

“Sebab kita juga perlu perbaiki keadilan sosial. Sekuat apa pun persatuan nasional kita, kalau keadilan sosial belum merata dan kesenjangan sosial masih ada maka intoleransi akan menguat,” ucap dia. (kompas)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Ratusan Pecatur Muda Gresik Berlaga di Soekarno Cup 2

GRESIK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik menggelar turnamen Catur Soekarno Cup 2 Gresik Junior Chess Fighter ...
KRONIK

Banggar DPR Sepakati Anggaran Sekolah Swasta Gratis pada RAPBN 2027

JAKARTA – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI resmi menyepakati tindak lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor ...
KRONIK

Menghidupkan Marhaenisme di Hutan Jono: Saat Gotong Royong Petani Menjinakkan Paceklik Ekonomi

BOJONEGORO – Di tengah bayang-bayang pelemahan ekonomi dan penurunan daya beli yang kian menjepit masyarakat bawah, ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Kota Batu Minta Tiga Raperda Strategis Segera Diimplementasikan

BATU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu meminta tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis yang telah ...
KABAR CABANG

Airlangga Pribadi: Tantangan Kemerdekaan Kini Hadir dalam Ketimpangan Ekonomi Digital

Airlangga Pribadi Kusuma menilai tantangan kemerdekaan Indonesia kini hadir dalam ketimpangan ekonomi digital. ...
KRONIK

Pawai Muharram Sumenep, Ajang Pembentukan Karakter Generasi Muda

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melapas Pawai Muharram 1448 Hijriah di depan Labang Mesem, pada ...