Selasa
03 November 2026 | 3 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jika Dipilih Jadi Ibu Kota RI, Bupati Anas: Banyuwangi Sangat Siap

pdip-jatim-anas-jokowi-bandara-banyuwangi
Bupati Anas mendampingi Presiden Jokowi saat berkunjung ke Banyuwangi Maret 2019 lalu.

BANYUWANGI – Pemerintah berencana memindahkan ibu kota negara dari Jakarta. Terkait itu, Bupati Abdullah Azwar Anas menyatakan Kabupaten Banyuwangi sangat siap jika dipilih sebagai pusat pemerintahan menggantikan Jakarta.

Menurut Anas, Banyuwangi memenuhi kriteria untuk diusulkan sebagai Ibu Kota Indonesia. Pihaknya siap jika Bappenas atau pihak terkait meminta data.

Anas menyebutkan, setidaknya Banyuwangi memenuhi tiga kriteria untuk menjadi ibu kota. Pertama, Banyuwangi memiliki puluhan ribu hektare tanah yang bukan milik warga tapi milik BUMN.

“Andaikan pindah ke Banyuwangi tidak perlu beli tanahnya. Di sekitar Glenmore sampai Kalitelpak dan lain-lain itu milik PTPN XII,” kata Anas kepada wartawan, kemarin.

Kedua, lanjut Anas, dari sisi cadangan air cukup. Karena Banyuwangi memiliki tiga Taman Nasional dan Banyuwangi sudah masuk di Unesco sebagai Cagar Biosfer dunia.

Ketiga, pantai tidak jauh di Banyuwangi. Dan kalau ditarik tengah dengan Kalimantan Tengah pun Banyuwangi tidak jauh.

“Saya hitung jarak penerbangan Banyuwangi ke Jakarta dengan Banyuwangi Ke Kalimantan Tengah lebih dekat Banyuwangi ke Kalimantan Tengah,” ungkapnya.

Dengan kriteria yang dimiliki, tambah Anas, Banyuwangi sangat layak untuk dipilih kementerian atau pihak terkait untuk menjadi ibu kota. “Selama ini untuk kemajuan dan kemaslahatan Indonesia kami siap,” ujar Anas.           

Beberapa hari terakhir, imbuh Anas, banyak yang menelpon, kenapa dirinya tidak mengusulkan Banyuwangi menjadi ibu kota. “Nah kita tidak enak sebagai orang Jawa. Tapi kriteria yang disampaikan masuk,” katanya.

Terkait rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara, Koordinator Nasional Pusat Tampung Aspirasi Masyarakat Indonesia (Pustari), Arum Sabil mengatakan, Banyuwangi pantas menjadi ibu kota negara karena berbagai alasan.

“Tanah milik negara di Banyuwangi masih luas, sehingga pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembebasan lahan,” kata Arum saat di Banyuwangi. Dia menambahkan untuk membangun ibu kota sama saja membangun peradaban. Maka yang harus diperhatikan adalah mata air di wilayah yang akan menjadi calon ibu kota, dan Kabupaten Banyuwangi memenuhi hal itu. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...