Selasa
23 Juni 2026 | 6 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jika Dipilih Jadi Ibu Kota RI, Bupati Anas: Banyuwangi Sangat Siap

pdip-jatim-anas-jokowi-bandara-banyuwangi
Bupati Anas mendampingi Presiden Jokowi saat berkunjung ke Banyuwangi Maret 2019 lalu.

BANYUWANGI – Pemerintah berencana memindahkan ibu kota negara dari Jakarta. Terkait itu, Bupati Abdullah Azwar Anas menyatakan Kabupaten Banyuwangi sangat siap jika dipilih sebagai pusat pemerintahan menggantikan Jakarta.

Menurut Anas, Banyuwangi memenuhi kriteria untuk diusulkan sebagai Ibu Kota Indonesia. Pihaknya siap jika Bappenas atau pihak terkait meminta data.

Anas menyebutkan, setidaknya Banyuwangi memenuhi tiga kriteria untuk menjadi ibu kota. Pertama, Banyuwangi memiliki puluhan ribu hektare tanah yang bukan milik warga tapi milik BUMN.

“Andaikan pindah ke Banyuwangi tidak perlu beli tanahnya. Di sekitar Glenmore sampai Kalitelpak dan lain-lain itu milik PTPN XII,” kata Anas kepada wartawan, kemarin.

Kedua, lanjut Anas, dari sisi cadangan air cukup. Karena Banyuwangi memiliki tiga Taman Nasional dan Banyuwangi sudah masuk di Unesco sebagai Cagar Biosfer dunia.

Ketiga, pantai tidak jauh di Banyuwangi. Dan kalau ditarik tengah dengan Kalimantan Tengah pun Banyuwangi tidak jauh.

“Saya hitung jarak penerbangan Banyuwangi ke Jakarta dengan Banyuwangi Ke Kalimantan Tengah lebih dekat Banyuwangi ke Kalimantan Tengah,” ungkapnya.

Dengan kriteria yang dimiliki, tambah Anas, Banyuwangi sangat layak untuk dipilih kementerian atau pihak terkait untuk menjadi ibu kota. “Selama ini untuk kemajuan dan kemaslahatan Indonesia kami siap,” ujar Anas.           

Beberapa hari terakhir, imbuh Anas, banyak yang menelpon, kenapa dirinya tidak mengusulkan Banyuwangi menjadi ibu kota. “Nah kita tidak enak sebagai orang Jawa. Tapi kriteria yang disampaikan masuk,” katanya.

Terkait rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara, Koordinator Nasional Pusat Tampung Aspirasi Masyarakat Indonesia (Pustari), Arum Sabil mengatakan, Banyuwangi pantas menjadi ibu kota negara karena berbagai alasan.

“Tanah milik negara di Banyuwangi masih luas, sehingga pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembebasan lahan,” kata Arum saat di Banyuwangi. Dia menambahkan untuk membangun ibu kota sama saja membangun peradaban. Maka yang harus diperhatikan adalah mata air di wilayah yang akan menjadi calon ibu kota, dan Kabupaten Banyuwangi memenuhi hal itu. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Program Selantang Banyuwangi, Ketika Sekolah Tidak Mengenal Batas Usia

BANYUWANGI – Usia Harapan Hidup (UHH) penduduk Banyuwangi terus meningkat, dari 74,13 tahun pada 2024 menjadi 74,43 ...
LEGISLATIF

Puan Desak PLN Transparan soal Pemadaman Listrik Bergilir, Minta Dampak ke Masyarakat Segera Dimitigasi

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta PLN transparan menjelaskan penyebab pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Kerahkan 31 Armada Tangani Genangan Usai Hujan Deras Dua Hari

Pemkot Surabaya mengerahkan 31 armada untuk menangani genangan akibat hujan deras selama dua hari. Wali Kota Eri ...
EKSEKUTIF

Cegah Pernikahan Dini, Pemkab Lamongan Cermati 1.228 Pengajuan Dispensasi Kawin

LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menunjukkan komitmen nyata dalam menekan angka perkawinan anak di ...
KRONIK

Risma Turun Langsung ke Lokasi Gempa Sigi, Pastikan Bantuan PDIP Tepat Sasaran untuk Warga

Tri Rismaharini turun langsung ke lokasi gempa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, untuk memetakan kebutuhan warga ...
KRONIK

Risma Ingatkan Warga Sulteng Jangan Anggap Remeh Gempa Kecil

Tri Rismaharini mengingatkan warga Sulawesi Tengah agar tidak meremehkan gempa kecil serta mendorong pembangunan ...