Selasa
15 September 2026 | 1 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati: Kalau Tidak Diberi Hak Pilih, Laporkan!

pdip-jatim-megawati-konsolidasi-banten


SERANG – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri minta para kadernya berani bersuara bila ada petugas pemilihan yang tak memberikan hak pilih kepada warga negara. Pasalnya, setiap warga negara memiliki hak untuk memilih saat pemilu, dan berkewajiban untuk tidak golput.

Menurut Megawati, semua hak dan kewajiban itu sudah diatur dalam Konstitusi yakni UUD 1945. “Kalau memang masyarakat punya animo memilih, sudah mendaftar untuk mencoblos, ya harusnya dikasih. Tak usah banyak alasan,” kata Megawati saat melakukan konsolidasi internal di Gedung DPD PDI Perjuangan, Serang, Banten, Senin (15/4/2019).

Kepada para kader PDIP, Megawati Soekarnoputri mengingatkan agar benar-benar memahami aturan yang sudah ditetapkan dari konstitusi hingga tingkat peraturan KPU. Misalnya, tidak boleh ada alasan petugas pemilihan untuk menahan orang sehingga tak memilih hanya karena batas waktu.

Putri Proklamator Ir Soekarno itu meminta kader dan siapa pun yang merasakan dipersulit dalam mendapatkan hak pilih, untuk berani berbicara. “Setiap warga negara punya hak yang sama di mata hukum. Jadi kalau tak diberi hak memilih, protes boleh, mengadu boleh. Saya lihat kemarin di Sydney, di Hongkong, laporkan saja,” kata Megawati.

Pada kesempatan yang sama, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya memang mendorong agar hak memilih dan dipilih yang dijamin konstitusi benar-benar dilaksanakan.

“Siapa pun warga negara yang punya hak memilih harus diberikan. Bila C6 (formulir undangan, red) tak diberikan karena ada yang mengerahkan RT/RW melakukan demikian, maka warga bisa datang dengan hanya membawa KTP,” kata Hasto Kristiyanto.

Seluruh kader PDIP diminta untuk bersatu padu dengan parpol Koalisi Indonesia Kerja untuk bersama-sama mengawasi jalannya pemungutan dan penghitungan suara di TPS pada 17 April.

“Selain itu, bagi para ibu, siap-siap membuat dapur umum, menyediakan nasi bungkus dan makanan, minuman, kepada kader kita yang bertugas sebagai saksi,” ujarnya.

Bahkan saat masa kampanye lalu pun, PDIP, kata Hasto Kristiyanto,  sudah membuat dapur umum untuk menyediakan makanan bagi peserta kampanye yang hadir. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Magetan Sidak Gudang Pengepul Kentang Mitra Indofood usai Keluhan Petani Soal Panen Lambat

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan turun langsung meninjau gudang pengepul kentang di Jalan Raya ...
LEGISLATIF

Puan Kenang Jejak Bung Karno dan Bulgarian Rose dalam 70 Tahun Persahabatan Indonesia-Bulgaria

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani mengenang kunjungan Presiden pertama RI Soekarno ke Bulgaria pada 1961, saat ...
LEGISLATIF

Developer di Gresik Tak Sediakan Lahan Makam Terancam Sanksi

GRESIK – Pengelolaan pemakaman menjadi perhatian serius wakil rakyat kabupaten Gresik. Pasalnya, perumahan kian ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Air Bersih ke Tiga Desa di Sumberrejo Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro mendorong berbagai pihak untuk ...
OLAHRAGA

Hadapi Porprov 2027, Doding Dorong Semua Cabor Terus Poles Atlet dan Pelatih

TRENGGALEK — Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, KONI Kabupaten Trenggalek mendorong ...
LEGISLATIF

PDIP Jember Persoalkan War Room Rp2,5 Miliar, Candra: Memerangi Siapa?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember mempertanyakan urgensi anggaran war room senilai Rp2,5 miliar dalam ...