Selasa
03 November 2026 | 5 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati: Kalau Tidak Diberi Hak Pilih, Laporkan!

pdip-jatim-megawati-konsolidasi-banten


SERANG – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri minta para kadernya berani bersuara bila ada petugas pemilihan yang tak memberikan hak pilih kepada warga negara. Pasalnya, setiap warga negara memiliki hak untuk memilih saat pemilu, dan berkewajiban untuk tidak golput.

Menurut Megawati, semua hak dan kewajiban itu sudah diatur dalam Konstitusi yakni UUD 1945. “Kalau memang masyarakat punya animo memilih, sudah mendaftar untuk mencoblos, ya harusnya dikasih. Tak usah banyak alasan,” kata Megawati saat melakukan konsolidasi internal di Gedung DPD PDI Perjuangan, Serang, Banten, Senin (15/4/2019).

Kepada para kader PDIP, Megawati Soekarnoputri mengingatkan agar benar-benar memahami aturan yang sudah ditetapkan dari konstitusi hingga tingkat peraturan KPU. Misalnya, tidak boleh ada alasan petugas pemilihan untuk menahan orang sehingga tak memilih hanya karena batas waktu.

Putri Proklamator Ir Soekarno itu meminta kader dan siapa pun yang merasakan dipersulit dalam mendapatkan hak pilih, untuk berani berbicara. “Setiap warga negara punya hak yang sama di mata hukum. Jadi kalau tak diberi hak memilih, protes boleh, mengadu boleh. Saya lihat kemarin di Sydney, di Hongkong, laporkan saja,” kata Megawati.

Pada kesempatan yang sama, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya memang mendorong agar hak memilih dan dipilih yang dijamin konstitusi benar-benar dilaksanakan.

“Siapa pun warga negara yang punya hak memilih harus diberikan. Bila C6 (formulir undangan, red) tak diberikan karena ada yang mengerahkan RT/RW melakukan demikian, maka warga bisa datang dengan hanya membawa KTP,” kata Hasto Kristiyanto.

Seluruh kader PDIP diminta untuk bersatu padu dengan parpol Koalisi Indonesia Kerja untuk bersama-sama mengawasi jalannya pemungutan dan penghitungan suara di TPS pada 17 April.

“Selain itu, bagi para ibu, siap-siap membuat dapur umum, menyediakan nasi bungkus dan makanan, minuman, kepada kader kita yang bertugas sebagai saksi,” ujarnya.

Bahkan saat masa kampanye lalu pun, PDIP, kata Hasto Kristiyanto,  sudah membuat dapur umum untuk menyediakan makanan bagi peserta kampanye yang hadir. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...