Selasa
15 September 2026 | 12 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasil Survei Tak Akan Banyak Berubah Saat Coblosan, CSIS: Elektabilitas PDIP Tertinggi

pdip-jatim-jokowi-mega-salam-metal

JAKARTA – Centre for Strategic and International Studies (CSIS), institusi independen dan bipartisan yang melakukan penelitian kebijakan dan analisis strategis dalam politik, ekonomi, dan keamanan merilis elektabilitas partai politik peserta Pemilu 2019, Kamis (28/3/2019).

Survei CSIS yang dilakukan pada 15-22 Maret 2019 menunjukkan PDI Perjuangan sebagai partai politik dengan elektabilitas tertinggi, yakni meraih 25,9 persen.

Partai Gerindra menyusul di urutan kedua (13,3 persen) dan Golkar di urutan ketiga (9,4 persen). Peneliti CSIS Arya Fernandez menilai posisi tiga besar ini tak akan banyak berubah pada pemilu 17 April 2019 mendatang.

“Diprediksi tiga partai papan atas akan diisi oleh PDI Perjuangan, Gerindra dan Golkar,” kata Arya saat merilis hasil surveinya di Jakarta.

Arya memprediksi persaingan dan dinamika justru akan terjadi di partai menengah dan bawah. Sebab, suara parpol berdekatan antara satu sama lain.

Di papan tengah, ada PKB (7 persen), Demokrat (5,5 persen), PKS (4,6 persen), Nasdem (4,3 persen), PPP (3 persen), dan PAN (2,5 persen).

Adapun di persaingan di papan bawah terjadi pada Partai Perindo (1,1 persen), Hanura (0,8 persen), PSI (0,5 persen), PBB (0,4 persen), PKPI (0,2 persen), Garuda (0,1 persen) dan Berkarya (0,1 persen).

Perubahan dukungan pemilih dan perolehan suara partai terutama di partai menengah dan kecil, sebut Arya, diperkirakan masih mungkin terjadi.

“Hal tersebut dipengaruhi karena masih cukup tingginya responden yang merahasiakan pilihan saat survei dilakukan,” jelas dia.

Berdasarkan survei, ada 18,2 persen responden yang tidak menjawab atau merahasiakan jawabannya saat ditanya soal parpol yang akan dipilih di pemilu 2019. Sedang 3,2 persen responden lainnya mengaku belum menentukan pilihan.

Dia menambahkan, survei menunjukkan adanya migrasi suara partai berbasis agama kepada partai berbasis nasionalis. Hal tersebut terlihat loyalitas pemilih partai nasionalis lebih tinggi dibandingkan partai berbasis agama.

“Peralihan dukungan ini terjadi karena adanya keserentakan pilpres dan pileg, sehingga suara pemilih partai agama tersedot ke partai yang diasosiasikan kepada capres tertentu,” ujarnya.

Survei CSIS dilakukan dengan melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 2.000 responden yang memiliki hak pilih tersebar di 34 provinsi.

Survei menggunakan metode acak bertingkat dengan margin of error plus minus 2,21 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei ini dibiayai sendiri oleh CSIS. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Magetan Sidak Gudang Pengepul Kentang Mitra Indofood usai Keluhan Petani Soal Panen Lambat

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan turun langsung meninjau gudang pengepul kentang di Jalan Raya ...
LEGISLATIF

Puan Kenang Jejak Bung Karno dan Bulgarian Rose dalam 70 Tahun Persahabatan Indonesia-Bulgaria

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani mengenang kunjungan Presiden pertama RI Soekarno ke Bulgaria pada 1961, saat ...
LEGISLATIF

Developer di Gresik Tak Sediakan Lahan Makam Terancam Sanksi

GRESIK – Pengelolaan pemakaman menjadi perhatian serius wakil rakyat kabupaten Gresik. Pasalnya, perumahan kian ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Air Bersih ke Tiga Desa di Sumberrejo Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro mendorong berbagai pihak untuk ...
OLAHRAGA

Hadapi Porprov 2027, Doding Dorong Semua Cabor Terus Poles Atlet dan Pelatih

TRENGGALEK — Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, KONI Kabupaten Trenggalek mendorong ...
LEGISLATIF

PDIP Jember Persoalkan War Room Rp2,5 Miliar, Candra: Memerangi Siapa?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember mempertanyakan urgensi anggaran war room senilai Rp2,5 miliar dalam ...