Kamis
30 Juli 2026 | 4 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasil Survei Tak Akan Banyak Berubah Saat Coblosan, CSIS: Elektabilitas PDIP Tertinggi

pdip-jatim-jokowi-mega-salam-metal

JAKARTA – Centre for Strategic and International Studies (CSIS), institusi independen dan bipartisan yang melakukan penelitian kebijakan dan analisis strategis dalam politik, ekonomi, dan keamanan merilis elektabilitas partai politik peserta Pemilu 2019, Kamis (28/3/2019).

Survei CSIS yang dilakukan pada 15-22 Maret 2019 menunjukkan PDI Perjuangan sebagai partai politik dengan elektabilitas tertinggi, yakni meraih 25,9 persen.

Partai Gerindra menyusul di urutan kedua (13,3 persen) dan Golkar di urutan ketiga (9,4 persen). Peneliti CSIS Arya Fernandez menilai posisi tiga besar ini tak akan banyak berubah pada pemilu 17 April 2019 mendatang.

“Diprediksi tiga partai papan atas akan diisi oleh PDI Perjuangan, Gerindra dan Golkar,” kata Arya saat merilis hasil surveinya di Jakarta.

Arya memprediksi persaingan dan dinamika justru akan terjadi di partai menengah dan bawah. Sebab, suara parpol berdekatan antara satu sama lain.

Di papan tengah, ada PKB (7 persen), Demokrat (5,5 persen), PKS (4,6 persen), Nasdem (4,3 persen), PPP (3 persen), dan PAN (2,5 persen).

Adapun di persaingan di papan bawah terjadi pada Partai Perindo (1,1 persen), Hanura (0,8 persen), PSI (0,5 persen), PBB (0,4 persen), PKPI (0,2 persen), Garuda (0,1 persen) dan Berkarya (0,1 persen).

Perubahan dukungan pemilih dan perolehan suara partai terutama di partai menengah dan kecil, sebut Arya, diperkirakan masih mungkin terjadi.

“Hal tersebut dipengaruhi karena masih cukup tingginya responden yang merahasiakan pilihan saat survei dilakukan,” jelas dia.

Berdasarkan survei, ada 18,2 persen responden yang tidak menjawab atau merahasiakan jawabannya saat ditanya soal parpol yang akan dipilih di pemilu 2019. Sedang 3,2 persen responden lainnya mengaku belum menentukan pilihan.

Dia menambahkan, survei menunjukkan adanya migrasi suara partai berbasis agama kepada partai berbasis nasionalis. Hal tersebut terlihat loyalitas pemilih partai nasionalis lebih tinggi dibandingkan partai berbasis agama.

“Peralihan dukungan ini terjadi karena adanya keserentakan pilpres dan pileg, sehingga suara pemilih partai agama tersedot ke partai yang diasosiasikan kepada capres tertentu,” ujarnya.

Survei CSIS dilakukan dengan melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 2.000 responden yang memiliki hak pilih tersebar di 34 provinsi.

Survei menggunakan metode acak bertingkat dengan margin of error plus minus 2,21 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei ini dibiayai sendiri oleh CSIS. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Untari Minta Aspirasi Kades soal KDMP Disampaikan Resmi ke Pemerintah Pusat

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno meminta para kepala desa (Kades) menyusun dan ...
LEGISLATIF

Reses di Tuban, Ony Setiawan Soroti Krisis Air Irigasi dan Alih Fungsi Lahan Hutan di Senori

TUBAN – Masa Reses Persidangan III Tahun 2026 Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan dimanfaatkan ...
LEGISLATIF

Nila Yani Dorong UMKM Kuliner Gresik Kuasai Fotografi Storytelling untuk Rebut Pasar Gen Z

GRESIK – Anggota DPR RI Nila Yani Hardiyanti dari Fraksi PDI Perjuangan mendorong pelaku UMKM kuliner di Kabupaten ...
EKSEKUTIF

Pemkab Kediri Tuntaskan 93,6 Persen Pengadaan Lahan Tol Kertosono–Kediri

Pemkab Kediri menuntaskan 93,6 persen pengadaan lahan Tol Kertosono–Kediri dan mempercepat penyelesaian Tol ...
LEGISLATIF

Kanang Soroti Pengalihan Dana Desa untuk Koperasi Merah Putih, Khawatir Hambat Pembangunan Desa

NGAWI – Anggota Komisi VI DPR RI, Budi Sulistyono atau Kanang, menyoroti kebijakan pengalihan sebagian Dana Desa ...
KRONIK

Bupati Fauzi Serahkan BLT-DBHCHT pada Ribuan Buruh dan Petani Tembakau

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyerahkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil ...