Senin
19 Oktober 2026 | 12 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sandiaga Angkat Kasus Rakyat untuk Kritisi Jokowi, Sekjen PDIP: Metode Usang!

pdip-jatim-johan-budi-hasto-puti

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memuji penampilan KH Ma’ruf Amin dalam debat ketiga Pilpres 2019 yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta pada Minggu (17/3/2019) malam.

Hasto menilai, dengan tampilan khas seorang ulama besar, KH Ma’ruf Amin berkomitmen dengan gagasan riset nasional yang dicanangkan Presiden Jokowi Widodo alias Jokowi sebagai bagian untuk memajukan Indonesia di masa mendatang.

“Riset merupakan ukuran kemajuan sebuah bangsa. Integrasi lembaga riset dalam satu Badan Riset Nasional guna menjawab 10-year challenge merupakan langkah terobosan,” kata Hasto kepada wartawan, Senin (18/3/2019).

Baca juga: Hasto: Penampilan Kiai Ma’ruf di Luar Dugaan, Fokus, dan Visioner

“Di situlah anak bangsa diberi ruang untuk melakukan riset kembangkan kemampuan negeri. Sebaliknya, Sandi hanya terpaku pada kritik atas program Jokowi tanpa diferensiasi program, tanpa terobosan,” tambahnya.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi – Ma’ruf inimenambahkan, ide Ma’ruf Amin dalam memaparkan program riset nasional yang digagas Jokowi, sangat mencerahkan serta diiringi dengan jawaban dari NU.

Seperti istilah yang dipakai KH Ma’ruf Amin jauh lebih konkret, misalnya untuk kesehatan, gagasan terhadap pentingnya penghormatan terhadap profesi tenaga medis. Namun pada saat bersamaan menegaskan komitmen negara hadir adalah solusi bagi penyempurnaan program BPJS dengan coverage yang luas.

“Sehingga kata Pak Kiai Ma’ruf, BPJS merupakan program asuransi terbesar di dunia,” jelas Hasto.

Dalam debat tersebut, Hasto juga memberikan penilaian jika sebenarnya Sandiaga Uno sangat terkejut dengan penampilan Ma’ruf Amin di atas panggung kemarin.

“Sering tampilnya Sandi ke ruang publik menyebabkan tidak ada lagi gagasan baru yang disampaikan, kecuali mengulang-ulang pola yang sama yakni menyebut nama Ibu Lies. Metode mengangkat kasus rakyat untuk kritisi program Jokowi terkesan sama dengan debat sebelumnya. Metode ini pun nampak usang di mata publik,” ungkap Hasto. “Alhasil, Ma’ruf Amin tampil mengejutkan dan rakyat memberikan apresiasi atas tampilan sosok yang tetap menampilkan jati dirinya sebagai ulama pengayom umat tersebut yang mampu mengelaborasi substansi masalah langsung dengan tawaran solusi,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Diana Sasa Bawa Pesan “Jalan Baik, Ekonomi Bangkit” dalam Sosialisasi Kedewanan

MAGETAN — Pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas dan perekonomian masyarakat. ...
SEMENTARA ITU...

Turnamen Catur Abhipraya Open 2026: Cetak Atlet Muda Potensial dan Bentuk Karakter Siswa di Magetan

Ajang berburu pengalaman dan jam terbang bagi 240 atlet catur tingkat pelajar ini diselenggarakan sekaligus untuk ...
LEGISLATIF

JKN Kabupaten Kediri Capai 98 Persen, Pulung Agustanto Soroti Kepastian Akses Layanan

KEDIRI – Cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Kediri mencapai 98 persen. Anggota ...
LEGISLATIF

Arjuna Minta Kasus Dugaan Perundungan Anak Disabilitas di Surabaya Dikawal hingga Tuntas

SURABAYA – Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya Arjuna Rizki Dwi Krisnayana meminta kasus dugaan perundungan terhadap ...
LEGISLATIF

Reses di Mojokerto, Sadarestuwati Siapkan Aspirasi Petani untuk Menteri Pertanian

MOJOKERTO – Anggota Komisi IV DPR RI Sadarestuwati mendesak pemerintah mengatasi persoalan pupuk subsidi sekaligus ...
KABAR CABANG

17 Pengurus Ranting Se-Kecamatan Panekan Magetan Dilantik, Kader Diminta Membersamai Rakyat

MAGETAN – PDI Perjuangan Kabupaten Magetan merampungkan konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput di ...