Jumat
28 Agustus 2026 | 4 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sri Untari: NU dan Kaum Nasionalis Adalah Takdir Sejarah

pdip-jatim-untari-pelatihan-saksi

MALANG – Lagu “YaaLal Wathan” menggema, memenuhi aula pertemuan gedung MWC NU Kecamatan Tumpang, Malang, Minggu (10/3/2019). Lagu mars kebanggaan kaum nahdliyyin ini mengawali serangkaian acara peringatan Hari Lahir ke-93 NU.

Hadir dalam perayaan itu tokoh-tokoh NU Kecamatan Tumpang, tokoh masyarakat dan para pelajar IPNU-IPPNU. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Sri Untari yang turut hadir sebagai undangan memberikan apresiasi yang tinggi.

“NU adalah sahabat kaum nasionalis. NU lahir dari bumi Indonesia mengabarkan Islam rahmatan lil’alamin,” ujar Sri Untari di kantor MWC NU Tumpang, Malang,

Sri Untari menambahkan, dengan prinsip-prinsip moderasinya, NU telah mampu memancarkan cahaya Islam untuk mengasihi pada sesama.

Bisa kita lihat, lanjutnya, tokoh-tokoh NU tidak pernah melakukan hal-hal yang bisa mengancam keharmonisan kita sebagai satu bangsa.a

“Perjuangan NU untuk NKRI itu sudah jelas dan sudah terbukti. Sejak sebelum kemerdekaan, para tokoh menjadi garda depan dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Coba kita tengok lagi catatan sejarah tentang Resolusi Jihad Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari,” jelas Sri Untari yang mencalonkan kembali menjadi anggota legislatif DPRD Provinsi Jawa Timur dari Dapil Malang Raya ini.

Jalan panjang dan jerih payah para tokoh NU memperjuangkan dan mempertahankan keutuhan NKRI sudah seyogianya memberikan hasil yang bisa dinikmati oleh kader-kader NU.

Tidak heran, sebut Untari, kalau hari ini kader-kader NU menempati pos-pos strategis dalam pemerintahan.

Karena itu, lanjut dia, peringatan Harlah ke-93 NU bukan sekadar perayaan seremonial. Akan tetapi sebagai momentum merefleksikan perjuangan NU dalam kebersamaan.

Harapannya, kader-kader NU khususnya, dan masyarakat Tumpang umumnya tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham radikal.

“Kalau kata Bung Karno jasmerah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kaum nahdliyyin dan kaum nasionalis, mau tidak mau harus tetap bergandeng tangan menjaga NKRI dari rongrongan pihak-pihak yang ingin mengganti Pancasila,” urai Sri Untari.

Kandidat doktor di Universitas Brawijaya ini juga menjelaskan, kalau para santri NU sampai hari ini begitu kokoh menjaga NKRI, itu semata-mata karena mereka memegang prinsip-prinsip moderasi untuk menyemai keaswajaannya.

“Mungkin sudah takdir sejarah, NU dan kaum Nasionalis harus bahu-membahu menjaga keutuhan NKRI. Kita sudah bersepakat NKRI itu harga mati,” tuturnya. (S3T)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...
KRONIK

Soroti Anggaran Pemeliharaan Aplikasi Rp310 Juta, Alfan PDIP Jember: Belum Sebanding Kualitas Layanan

JEMBER – Anggaran pemeliharaan aset tidak berwujud dan aplikasi layanan masyarakat sebesar Rp310,3 juta di Dinas ...
KRONIK

Soroti 903 KK Minta Update Data, Agung Priyanto: Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Hak Gara-Gara Desil

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Priyanto, menyoroti penggunaan desil ...
SEMENTARA ITU...

Ribuan Warga Padati Siraman Gong Kyai Pradah, Tradisi Leluhur Blitar Tetap Lestari di Tengah Efisiensi

Ribuan warga memadati Alun-alun Lodoyo menyaksikan Siraman Gong Kyai Pradah. Tradisi leluhur Blitar tetap ...