Senin
19 Oktober 2026 | 3 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sri Untari: NU dan Kaum Nasionalis Adalah Takdir Sejarah

pdip-jatim-untari-pelatihan-saksi

MALANG – Lagu “YaaLal Wathan” menggema, memenuhi aula pertemuan gedung MWC NU Kecamatan Tumpang, Malang, Minggu (10/3/2019). Lagu mars kebanggaan kaum nahdliyyin ini mengawali serangkaian acara peringatan Hari Lahir ke-93 NU.

Hadir dalam perayaan itu tokoh-tokoh NU Kecamatan Tumpang, tokoh masyarakat dan para pelajar IPNU-IPPNU. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Sri Untari yang turut hadir sebagai undangan memberikan apresiasi yang tinggi.

“NU adalah sahabat kaum nasionalis. NU lahir dari bumi Indonesia mengabarkan Islam rahmatan lil’alamin,” ujar Sri Untari di kantor MWC NU Tumpang, Malang,

Sri Untari menambahkan, dengan prinsip-prinsip moderasinya, NU telah mampu memancarkan cahaya Islam untuk mengasihi pada sesama.

Bisa kita lihat, lanjutnya, tokoh-tokoh NU tidak pernah melakukan hal-hal yang bisa mengancam keharmonisan kita sebagai satu bangsa.a

“Perjuangan NU untuk NKRI itu sudah jelas dan sudah terbukti. Sejak sebelum kemerdekaan, para tokoh menjadi garda depan dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Coba kita tengok lagi catatan sejarah tentang Resolusi Jihad Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari,” jelas Sri Untari yang mencalonkan kembali menjadi anggota legislatif DPRD Provinsi Jawa Timur dari Dapil Malang Raya ini.

Jalan panjang dan jerih payah para tokoh NU memperjuangkan dan mempertahankan keutuhan NKRI sudah seyogianya memberikan hasil yang bisa dinikmati oleh kader-kader NU.

Tidak heran, sebut Untari, kalau hari ini kader-kader NU menempati pos-pos strategis dalam pemerintahan.

Karena itu, lanjut dia, peringatan Harlah ke-93 NU bukan sekadar perayaan seremonial. Akan tetapi sebagai momentum merefleksikan perjuangan NU dalam kebersamaan.

Harapannya, kader-kader NU khususnya, dan masyarakat Tumpang umumnya tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham radikal.

“Kalau kata Bung Karno jasmerah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kaum nahdliyyin dan kaum nasionalis, mau tidak mau harus tetap bergandeng tangan menjaga NKRI dari rongrongan pihak-pihak yang ingin mengganti Pancasila,” urai Sri Untari.

Kandidat doktor di Universitas Brawijaya ini juga menjelaskan, kalau para santri NU sampai hari ini begitu kokoh menjaga NKRI, itu semata-mata karena mereka memegang prinsip-prinsip moderasi untuk menyemai keaswajaannya.

“Mungkin sudah takdir sejarah, NU dan kaum Nasionalis harus bahu-membahu menjaga keutuhan NKRI. Kita sudah bersepakat NKRI itu harga mati,” tuturnya. (S3T)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Diana Sasa Bawa Pesan “Jalan Baik, Ekonomi Bangkit” dalam Sosialisasi Kedewanan

MAGETAN — Pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas dan perekonomian masyarakat. ...
SEMENTARA ITU...

Turnamen Catur Abhipraya Open 2026: Cetak Atlet Muda Potensial dan Bentuk Karakter Siswa di Magetan

Ajang berburu pengalaman dan jam terbang bagi 240 atlet catur tingkat pelajar ini diselenggarakan sekaligus untuk ...
LEGISLATIF

JKN Kabupaten Kediri Capai 98 Persen, Pulung Agustanto Soroti Kepastian Akses Layanan

KEDIRI – Cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Kediri mencapai 98 persen. Anggota ...
LEGISLATIF

Arjuna Minta Kasus Dugaan Perundungan Anak Disabilitas di Surabaya Dikawal hingga Tuntas

SURABAYA – Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya Arjuna Rizki Dwi Krisnayana meminta kasus dugaan perundungan terhadap ...
LEGISLATIF

Reses di Mojokerto, Sadarestuwati Siapkan Aspirasi Petani untuk Menteri Pertanian

MOJOKERTO – Anggota Komisi IV DPR RI Sadarestuwati mendesak pemerintah mengatasi persoalan pupuk subsidi sekaligus ...
KABAR CABANG

17 Pengurus Ranting Se-Kecamatan Panekan Magetan Dilantik, Kader Diminta Membersamai Rakyat

MAGETAN – PDI Perjuangan Kabupaten Magetan merampungkan konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput di ...