Senin
19 Oktober 2026 | 6 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Ajak Nahdliyin Perangi Hoaks dan Fitnah yang Meresahkan Masyarakat

pdip-jatim-jokowi-munas-alim-ulama-nu

BANJAR – Presiden Joko Widodo mengajak warga Nahdlatul Ulama (NU) memerangi hoaks dan fitnah yang marak di masyarakat belakangan ini.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam pidato di acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama serta Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Al Azhar Citangkolo, Banjar, Jawa Barat, Rabu (27/2/2019).

“Saya titip ini direspons dengan baik oleh NU. Terutama kalau ada fitnah, isu-isu dari pintu ke pintu,” ujar Jokowi.

“Jika yang disampaikan ajakan kebaikan, silakan, enggak apa-apa. Tapi jika yang disampaikan adalah hal-hal meresahkan dan mengkhawatirkan masyarakat, kita harus berani merespons,” lanjutnya.

Dia mencontohkan hoaks dan fitnah yang baru-baru ini menyerang pemerintahan Jokowi, yakni apabila Jokowi terpilih di Pilpres 2019, maka suara azan akan dilarang.

Selain itu, isu lainnya adalah pernikahan sejenis akan dilegalkan oleh pemerintah apabila Jokowi terpilih kembali pada periode kedua.

“Misalnya pemerintah akan melarang adzan. Logikanya masuk enggak?” tanya Jokowi. “Enggak,” jawab para Nadliyin yang hadir.

“Logikanya masuk atau enggak masuk, tapi banyak masyarakat kita itu percaya. Makanya kalau hal-hal seperti ini tidak kita respons, masyarakat kita akan termakan,” lanjut Jokowi.

Jokowi menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan pelarangan azan, apalagi melegalkan pernikahan sejenis di tanah air.

“Kalau hal-hal seperti ini tidak direspons, masyarakat akan termakan. Kalau yang percaya 20-30 (orang) tidak apa, tapi kalau jutaan harus direspon,” kata Jokowi.

Sebelumnya, di depan 8.000-an jajaran pengurus NU tingkat pusat hingga cabang yang hadir, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Haji Said Aqil Siradj berharap agar Presiden Joko Widodo mendapat amanah dari Allah dan rakyat Indonesia.

“Semua orang di sini mendoakan, mudah-mudahan Pak Jokowi mendapatkan lagi kepercayaan dari Allah dan rakyat di Indonesia,” ujar Said Aqil, yang serentak dijawab peserta Munas dan Konbes NU, “aamiin…”

Said Aqil berkata lagi, “mendoakan ini ya, mendoakan. Bukan kampanye. Ketua PBNU enggak boleh kampanye.”

Mendengar demikian, para peserta acara tertawa dan bertepuk tangan sehingga suasana acara riuh seketika. Doa tersebut, lanjut Said Aqil, didasarkan pada prinsip bahwa sebuah kekuasaan haruslah berorientasi kedaulatan dan kesejahteraan rakyat.

“Kemaslahatan rakyat haruslah menjadi dasar kebijakan pemerintah,” ujar Said Agil. PBNU menilai Jokowi mewujudkan itu di empat setengah tahun kepemimpinannya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Lulus Sekolah Pra-Pratama, Gen-Z Temukan Passion Perjuangan di PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Pelatihan Sekolah Partai DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Hotel Palm Surabaya pada 17–18 Oktober 2026 ...
KRONIK

Said Abdullah Salurkan Bantuan Renovasi Rumah untuk 25 Warga Pulau Raas

SUMENEP – Sebanyak 25 warga di Kecamatan/Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, menerima bantuan dana rehabilitasi rumah ...
HEADLINE

Tuntas Pelatihan AI, PDI Perjuangan Jatim Dorong Gen Z Naik Level Pratama

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sukses menyelenggarakan pelatihan kaderisasi tingkat Pra-Pratama berbasis ...
LEGISLATIF

Diana Sasa Bawa Pesan “Jalan Baik, Ekonomi Bangkit” dalam Sosialisasi Kedewanan

MAGETAN — Pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas dan perekonomian masyarakat. ...
SEMENTARA ITU...

Turnamen Catur Abhipraya Open 2026: Cetak Atlet Muda Potensial dan Bentuk Karakter Siswa di Magetan

Ajang berburu pengalaman dan jam terbang bagi 240 atlet catur tingkat pelajar ini diselenggarakan sekaligus untuk ...
LEGISLATIF

JKN Kabupaten Kediri Capai 98 Persen, Pulung Agustanto Soroti Kepastian Akses Layanan

KEDIRI – Cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Kediri mencapai 98 persen. Anggota ...