Kamis
22 Oktober 2026 | 2 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto: PDIP Konsisten Tak Ajukan Caleg Mantan Koruptor

pdip-jatim-hasto-bawaslu

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan sikap dan komitmen partainya untuk mengajukan calon anggota legislatif (caleg) yang bersih. Bukan mantan terpidana korupsi.

“Ya itu sudah kami lakukan (pakta Integritas), kami sudah langsung mengambil sikap (tak mencalonkan caleg bermasalah hukum),” kata Hasto usai menerima kunjungan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018).

Hasto menyebutkan, PDIP telah berkomitmen mendaftarkan caleg yang bersih sebelum adanya peraturan KPU yang melarang mantan terpidana korupsi menjadi caleg. “Jadi ada atau tidak ada peraturan kami konsisten,” tegasnya.

Menurutnya, komitmen itu terlihat ketika pilkada. PDI Perjuangan tak mengusung calon kepala daerah (cakada) yang yang terbelit kasus korupsi. Walaupun, bakal calon kepala daerah tersebut memiliki elektabilitas tinggi.

“Di beberapa waktu yang lalu ada satu keluarga yang menunjukkan praktik korupsi secara luar biasa. Meskipun punya kecenderungan elektabilitas tinggi kami tidak calonkan. Kami tidak ada cakada (calon kepala daerah) yang berstatus tersangka yang kami calonkan. Karena itu adalah sikap politik dari partai,” tutur dia.

Dia menambahkan, PDIP memiliki aturan yang tegas terkait kadernya yang terjerat perkara korupsi.

Jika terbukti mereka melakukan tindakan haram tersebut, maka, PDIP akan langsung memberikan sanksi pemecatan seketika. Baik itu ketika terkena OTT KPK maupun saat melakukan korupsi lewat penyalahgunaan kekuasaannya.

“Sehingga otomatis karena mereka tidak ber-KTA (kartu tanda anggota) PDIP, otomatis tidak bisa mencalonkan sebagai caleg,” jelas Hasto.

Meskipun memiliki sikap demikian, dia menilai bahwa mereka yang telah menjalankan hukuman sebagai mantan terpidana korupsi merupakan tanggung jawab sosial bersama untuk dapat diterima dengan baik. Dikarenakan mereka tetap merupakan bagian dari masyarakat Indonesia.

Sehingga para mantan terpidana korupsi tersebut dapat berproses sosialisasi dengan baik di tengah masyarakat. “Tanggung jawab sosial kita untuk bisa menerima mereka dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Pihaknya mengapresiasi kedatangan Bawaslu ke kantor-kantor partai. Menurutnya, Bawaslu harus bisa menjadi wasit yang baik dalam Pemilu 2019.

“Ini semua untuk meningkatkan kualitas demokrasi. Demokrasi yang berkeadaban, demokrasi yang bukan menang-menangan, demokrasi yang melahirkan pemimpin untuk rakyat. Itu yang menjadi concern PDI Perjuangan,” ujar Hasto. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Masa Tunggu Haji Diseragamkan, Ina Ingatkan Ketatnya Syarat Istitha’ah

BONDOWOSO – Pemerintah memperbarui sistem antrean keberangkatan ibadah haji untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Ingatkan Ancaman Benturan Lahan Rumah Murah dan Pangan

JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ...
KRONIK

Video Call Rombongan Penari Gandrung Sewu Korban Kapal Terbakar, Bupati Ipuk Semangati Tetap Tampil

BANYUWANGI – Mendengar kabar lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung merupakan penumpang KMP Batmandi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat ...
LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Menurun Secara Makro, Fraksi PDI Perjuangan Pertanyakan Target RPJM

MAGETAN — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kabupaten Magetan memberikan sorotan tajam ...
LEGISLATIF

Kampus II UB Ditargetkan Tampung 6.000 Mahasiswa, Darmadi Dorong Manfaat bagi Warga Lokal

MALANG – DPRD Kabupaten Malang memastikan akan mengawal pembangunan Kampus II Universitas Brawijaya (UB) di ...