Sabtu
29 Agustus 2026 | 3 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDIP Beberkan Tiga Kriteria Cawapres Pendamping Jokowi

pdip-jatim-jokowi-lambaikan-tangan1

SANUR – Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengatakan PDIP belum menentukan nama calon wakil presiden (Cawapres) yang akan mendampingi Joko Widodo di Pilpres 2019.

Meski begitu, Wasekjen PDIP Ahmad Basarah menyebut ada tiga kriteria cawapres bagi Jokowi, yakni memiliki kesamaan visi bernegara, menambah suara elektoral dan memiliki ikatan yang baik dengan Jokowi.

“Pertama memiliki visi kenegaraan yang sama, karena ke depannya permasalahan di Indonesia makin kompleks, ada persoalan ancaman liberalisme, kapitalisme dan radikalisme,” kata Basarah di lokasi Rakernas III PDIP, Sanur, Bali, Sabtu (24/2/2018).

Basarah tak mempermasalahkan latar belakang cawapres itu nantinya berasal dari militer, teknokrat ataupun sipil. Ia hanya mensyaratkan agar sosok itu memiliki visi dan tujuan yang sama. “Tak ada dikotomi itu, yang penting punya visi kenegaraan yang sama,” kata dia.

Kriteria kedua, tambah Basarah, adalah sosok yang mampu menambah perolehan suara elektoral Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

Ia mengatakan bahwa cawapres Jokowi harus memudahkan langkah dalam memenangkan Pilpres 2019-2024, bukan justru menyulitkan. “Harus tokoh yang bisa menambah elektabilitas dan suara Jokowi di Pilpres,” kata dia.

Sementara kriteria terakhir adalah sosok yang memiliki ikatan yang kuat dengan Jokowi. Basarah menginginkan pasangan Capres-Cawapres yang diusung PDIP harus memiliki ikatan seperti duet proklamator Soekarno-Hatta.

“Seperti dwitunggal Bung Karno dan Bung Hatta, punya sikap, kepemimpinan dan keputusan kenegaraan yang tak berjalan sendiri-sendiri,” kata Basarah.

Bagi Basarah, salah satu indikator pasangan itu memiliki ikatan yang kuat ditandai dengan persamaan ideologi. Hal itu penting agar membawa Indonesia ke arah yang lebih maju ke depannya.

Meski begitu, Basarah mengatakan bahwa Cawapres Jokowi nantinya tak harus dari internal PDIP. Ia mengatakan semua parpol saat ini memiliki ideologi yang serupa.

“Tujuannya itu adalah masyarakat Pancasila, jadi pengertian sama ideologi itu jangan dipersempit dari satu parpol saja,” kata Basarah. (cnn)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Kementerian PU Hibahkan SPAM Tangkel ke Pemkab Bangkalan, Bupati Lukman: Jadi Pengungkit Investasi

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mendapat tambahan aset strategis untuk memperkuat pelayanan ...
KRONIK

Data Desil Bermasalah, DPRD Bondowoso Soroti Ancaman Bantuan Warga Terputus

BONDOWOSO – Perubahan data desil warga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berpotensi membuat penerima bantuan ...
KRONIK

Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Data Stok dan Harga Tembakau Masih Misteri

JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...