Rabu
14 Oktober 2026 | 2 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati: Rohana Kudus Enggak Ada yang Tahu, Beyonce Kalian Pasti Tahu

pdip-jatim-mega-doktor-hc-unp2

PADANG – Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri menyayangkan saat ini sejarah Indonesia dan sejarah dunia tak dimasukkan secara utuh dalam kurikulum pendidikan.

Hal itu diungkapkan Megawati saat menyampaikan pidato ilmiah di Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (27/9/2017). Dalam kesempatan tersebut, Megawati menerima gelar doktor honoris causa dari UNP dalam bidang politik pendidikan.

Ia pun menyinggung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang turut hadir.

“Di sini ada Pak Menteri, saya sudah bicara supaya itu dikembalikan,” kata Megawati di auditorium UNP, Padang, Rabu.

Ia menilai anak-anak muda saat ini cenderung tak mengenal tokoh-tokoh bangsa di masa lalu. Mereka, kata Megawati, justru lebih hafal dengan artis-artis kekinian.

“Kalau anak-anak ditanya, siapa yang namanya Ibu Rohana Kudus enggak ada yang tahu. Tapi kalau Beyonce saya kira sampai lagunya yang baru pun pada tahu,” ucap Megawati.

Putri proklamator dan Presiden pertama RI Ir Soekarno itu meyakini, sejarah selalu dinamis dan ditandai oleh perubahan. Sebuah perubahan dapat diukir karena dipengaruhi oleh pemikiran para pendiri bangsa.

Megawati menambahkan, semua negara pasti memiliki pendiri bangsa dan tokoh-tokoh unggulan. Ia menyayangkan setelah era kemerdekaan sudah tak lagi keluar tokoh-tokoh nasional.

Beberapa nama tokoh-tokoh bangsa disebutnya, mulai dari Muhamad Hatta, Sutan Sjahrir hingga ayahnya, Soekarno.

“Nah seperti di Minang ini. Banyak lo tokoh nasionalnya tapi mengapa setelah kemerdekaan itu justru tidak keluar lagi,” kata dia.

Megawati kemudian menyampaikan kekagumannya pada Rohana Kudus yang dinilainya sebagai sosok perempuan hebat. Jika Jawa Tengah memiliki Ibu Kartini dan Jawa Barat memiliki Dewi Sartika, kata Megawati, maka Sumatera Barat memiliki Rohana Kudus.

Rohana pada 1911 mendirikan wadah belajar bernama Amai Setia untuk para perempuan belajar membaca, menulis, berhitung, serta keterampilan lainnya. Ia juga merupakan pendiri surat kabar perempuan pertama, yakni Sunting Melayu.

“Yang saya senang itu lo, perempuan pertama. Makanya mbak-mbak yang cantik-cantik di sini saya lihat banyak. Jangan cantik saja, Mbak. Cantik, pintar berpendirian pasti nanti banyak yang mau,” ujar Megawati, disusul tawa hadirin. (kompas)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Dugaan Pungli Lahan Perhutanan Sosial, DPRD Jember Minta Dinas Kehutanan Jatim Buka Data KHDPK

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Candra Ary Fianto, meminta Cabang Dinas Kehutanan Jawa Timur membuka ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Sumenep Beri Catatan atas Alokasi Belanja di APBD 2027

SUMENEP – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumenep memberikan sejumlah catatan terhadap rancangan APBD 2027, ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Trenggalek Rawat Toleransi untuk Perkuat Pembangunan Daerah

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Trenggalek terus memupuk toleransi dan ...
SEMENTARA ITU...

Sanusi Dorong TMMD Berlanjut Tiap Tahun, Pemerataan Infrastruktur Desa Jadi Prioritas

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi mendorong program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus berlanjut setiap tahun ...
LEGISLATIF

Sri Untari Dukung Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis, Kompetensi Siswa Harus Terukur

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno menyambut positif wacana penghapusan sistem kenaikan ...
LEGISLATIF

Kasus ISPA Jatim Tembus 212.914, Deni Wicaksono Desak Pengendalian Emisi Diperketat

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mendesak pemerintah memperkuat pencegahan infeksi saluran ...