Jumat
28 Agustus 2026 | 1 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati: Rohana Kudus Enggak Ada yang Tahu, Beyonce Kalian Pasti Tahu

pdip-jatim-mega-doktor-hc-unp2

PADANG – Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri menyayangkan saat ini sejarah Indonesia dan sejarah dunia tak dimasukkan secara utuh dalam kurikulum pendidikan.

Hal itu diungkapkan Megawati saat menyampaikan pidato ilmiah di Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (27/9/2017). Dalam kesempatan tersebut, Megawati menerima gelar doktor honoris causa dari UNP dalam bidang politik pendidikan.

Ia pun menyinggung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang turut hadir.

“Di sini ada Pak Menteri, saya sudah bicara supaya itu dikembalikan,” kata Megawati di auditorium UNP, Padang, Rabu.

Ia menilai anak-anak muda saat ini cenderung tak mengenal tokoh-tokoh bangsa di masa lalu. Mereka, kata Megawati, justru lebih hafal dengan artis-artis kekinian.

“Kalau anak-anak ditanya, siapa yang namanya Ibu Rohana Kudus enggak ada yang tahu. Tapi kalau Beyonce saya kira sampai lagunya yang baru pun pada tahu,” ucap Megawati.

Putri proklamator dan Presiden pertama RI Ir Soekarno itu meyakini, sejarah selalu dinamis dan ditandai oleh perubahan. Sebuah perubahan dapat diukir karena dipengaruhi oleh pemikiran para pendiri bangsa.

Megawati menambahkan, semua negara pasti memiliki pendiri bangsa dan tokoh-tokoh unggulan. Ia menyayangkan setelah era kemerdekaan sudah tak lagi keluar tokoh-tokoh nasional.

Beberapa nama tokoh-tokoh bangsa disebutnya, mulai dari Muhamad Hatta, Sutan Sjahrir hingga ayahnya, Soekarno.

“Nah seperti di Minang ini. Banyak lo tokoh nasionalnya tapi mengapa setelah kemerdekaan itu justru tidak keluar lagi,” kata dia.

Megawati kemudian menyampaikan kekagumannya pada Rohana Kudus yang dinilainya sebagai sosok perempuan hebat. Jika Jawa Tengah memiliki Ibu Kartini dan Jawa Barat memiliki Dewi Sartika, kata Megawati, maka Sumatera Barat memiliki Rohana Kudus.

Rohana pada 1911 mendirikan wadah belajar bernama Amai Setia untuk para perempuan belajar membaca, menulis, berhitung, serta keterampilan lainnya. Ia juga merupakan pendiri surat kabar perempuan pertama, yakni Sunting Melayu.

“Yang saya senang itu lo, perempuan pertama. Makanya mbak-mbak yang cantik-cantik di sini saya lihat banyak. Jangan cantik saja, Mbak. Cantik, pintar berpendirian pasti nanti banyak yang mau,” ujar Megawati, disusul tawa hadirin. (kompas)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Serap Aspirasi di Kradenan, Evi Dwitasari: Pokir DPRD Harus Berorientasi Kepentingan Umum

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Evi Dwitasari, menyerap aspirasi masyarakat ...
KRONIK

Perusakan ODCB Gumuk Lumpang Dilaporkan ke Polisi, DPRD Soroti Sikap Dinas

JEMBER – Pegiat budaya, Setio Hadi, melaporkan dugaan perusakan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Gumuk Lumpang di ...
LEGISLATIF

Bertemu Warga Ngawi, Novita Hardini Dapat Curhatan Nasib UMKM

NGAWI – Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini bertemu dengan para pelaku UMKM dan digital ...
SEMENTARA ITU...

Peringati 99 Tahun Harlah, Warga Pencak Organisasi Lumajang Gelar Tabur Bunga di TMP

LUMAJANG – Memperingati lahirnya Pencak Organisasi (PO) yang ke-99 tahun, warga PO Kabupaten Lumajang menggelar ...
LEGISLATIF

Puan Tegaskan DPR Terbuka Terima Aspirasi Rakyat, Tapi Harus Ikuti Mekanisme

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan DPR terbuka terhadap aspirasi masyarakat, termasuk menerima ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Malang Percepat Konsolidasi Organisasi dan Pasang Target 12 Kursi di 2029

MALANG – DPC PDI Perjuangan Kota Malang mempercepat konsolidasi organisasi dengan menuntaskan struktur kepengurusan ...