Jumat
26 Juni 2026 | 1 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi: KPK Harus Kuat dan Upaya Pemberantasan Korupsi Tidak Boleh Kendur

pdip-jatim-jokowi-06

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa Indonesia masih membutuhkan upaya yang luar biasa terhadap pemberantasan korupsi. Ia juga berharap agar semangat pemberantasan korupsi di Tanah Air untuk terus dijaga dan tidak mengendur begitu saja.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat mengunjungi ruang kerja bagi para jurnalis yang bertugas di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (13/6) usai melaksanakan kegiatan pembagian paket bantuan bahan pokok di Masjid Mubarok, Penjaringan, Jakarta Utara .

“Kalau saya tidak ingin KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) lemah. KPK harus kuat dan upaya pemberantasan korupsi juga tidak boleh mengendur karena negara kita masih memerlukan upaya yang luar biasa dalam pemberantasan korupsi,” tutur Presiden Jokowi.

Untuk itu, Presiden Jokowi menegaskan bahwa tidak boleh sekali pun terlintas dalam benak kita mengenai pemikiran-pemikiran untuk melemahkan upaya dari lembaga antirasuah itu. Inilah, menurut Presiden, semangat dan landasan pemikiran yang harus terus dijaga oleh bangsa Indonesia.

“Kita perlu KPK yang kuat, KPK yang independen. Pemikiran ini harus menjadi landasan kita bersama dalam semua langkah dan pembuatan keputusan. Jadi jangan ada pikiran-pikiran melemahkan KPK, tidak boleh!” Presiden menegaskan.

Meski demikian, ia tidak memungkiri bila dalam realitasnya di lapangan terdapat pandangan mengenai perbaikan yang harus dilakukan oleh KPK. Namun, Presiden menyampaikan bahwa perbaikan tersebut hendaknya dilandaskan pada semangat untuk terus menjadikan KPK lebih profesional dan menjadi semakin kuat.

“Kalau memang harus ada yang diperbaiki, ya diperbaiki. Kalau memang harus ada yang dibenahi, ya dibenahi. Tapi kita memerlukan KPK yang kuat, memerlukan upaya pemberantasan korupsi yang tidak mengendur. Sekali lagi, negara kita masih memerlukan upaya luar biasa dalam mengatasi korupsi,” tuturnya.

Presiden sendiri tidak ingin berkomentar mengenai polemik hak angket terhadap KPK yang saat ini tengah digulirkan di DPR. Secara tegas, ia menyatakan bahwa persoalan hak angket merupakan kewenangan di DPR yang tidak bisa diintervensi pemerintah.

“Itu wilayahnya DPR,” ujarnya singkat. Dalam kesempatan itu, Presiden yang didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, juga berdiskusi sejenak dengan para jurnalis. (setkab)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Job Fair Blitar 2026 Libatkan 43 Perusahaan, Pemkab Blitar Perluas Akses Kerja bagi Pencari Kerja

Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar Job Fair 2026 yang diikuti 43 perusahaan pada 25–26 Juni. Bupati Rijanto ...
KRONIK

PAC PDI Perjuangan Talango Rayakan Kemuliaan 10 Muharram Bersama Anak Yatim

SUMENEP – PAC PDI Perjuangan Kecamatan Talango memberikan santunan pada anak yatim, pada Rabu (24/6/2026), ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Siapkan Buku “Bung Karno: Aku Arek Suroboyo” Jadi Materi Wajib SD-SMP

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan 1–2 jam pelajaran khusus tentang Bung Karno bagi siswa SD dan SMP melalui ...
KABAR CABANG

Puluhan Muralis Siap Corat Coret Dinding Kantor DPC Lamongan

LAMONGAN – Puluhan muralis atau seniman mural bakal melukis di dinding kantor sekretariat DPC PDI Perjuangan ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Siap Kawal SPMB Jalur Afirmasi bagi Anak Buruh dan Keluarga Miskin

DPRD Jawa Timur menyatakan siap mengawal pelaksanaan SPMB jalur afirmasi bagi anak buruh dan keluarga miskin. ...
LEGISLATIF

Atasi Kemacetan, DPRD Banyuwangi Dorong ASDP Tambah dan Upgrade Kapasitas Dermaga Pelabuhan Ketapang

BANYUWANGI – Komisi IV DPRD Banyuwangi mendorong ASDP Indonesia Ferry untuk membangun dermaga baru dan mengupgrade ...