Jumat
26 Juni 2026 | 11 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Surabaya Siapkan Buku “Bung Karno: Aku Arek Suroboyo” Jadi Materi Wajib SD-SMP

pdip jatim 260626 bk arek suroboyo 1

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan 1–2 jam pelajaran khusus tentang Bung Karno bagi siswa SD dan SMP melalui buku Bung Karno: Aku Arek Suroboyo. Kebijakan ini disiapkan untuk memperkuat pendidikan sejarah dan menanamkan nilai perjuangan Bung Karno kepada generasi muda Surabaya.

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan materi wajib tentang Bung Karno bagi siswa SD dan SMP dengan alokasi satu hingga dua jam pelajaran di sekolah. Materi itu akan mengacu pada buku Bung Karno: Aku Arek Suroboyo yang diluncurkan sebagai upaya memperkuat pendidikan sejarah sekaligus menanamkan nilai perjuangan Presiden Pertama RI kepada generasi muda Kota Pahlawan.

Rencana itu disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat peluncuran buku Bung Karno: Aku Arek Suroboyo di Balai Budaya Kompleks Balai Pemuda Surabaya, Kamis (25/6/2026).

Eri mengatakan, Pemkot Surabaya akan menyebarluaskan buku tersebut secara masif dan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran di sekolah-sekolah di bawah kewenangan pemerintah kota. Ia telah meminta Sekretaris Daerah dan Dinas Pendidikan menyiapkan skema pembelajaran khusus agar isi buku itu dapat dikenalkan secara sistematis kepada siswa.

“Dengan segala kerendahan hati saya, kita akan masifkan penyebaran buku ini di Kota Surabaya. Dan saya juga meminta menugaskan kepada Sekda dan Kepala Dinas Pendidikan, ada 1 sampai 2 jam mata pelajaran yang wajib dilakukan di setiap sekolah SD dan SMP yang menceritakan tentang buku itu,” kata Eri.

Menurut dia, kebijakan tersebut penting agar pelajar Surabaya tidak hanya mengenal Bung Karno sebagai tokoh sejarah, tetapi juga memahami api perjuangan, keberanian, dan semangat kebangsaan yang diwariskannya.

“Dari buku ini yang saya harapkan adalah seluruh arek Suroboyo mewarisi api perjuangan beliau,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Eri menegaskan, buku itu akan menjadi bagian dari materi wajib di sekolah-sekolah Surabaya. Penguatan materi tentang Bung Karno, lanjut dia, dapat dimasukkan dalam pembelajaran sejarah maupun kegiatan ekstrakurikuler.

“Nanti buku akan kami masukkan menjadi kurikulum wajib yang harus diikuti oleh seluruh sekolah SD dan SMP yang di bawah kewenangan kita,” katanya.

Ia menilai penguatan sejarah lokal penting agar generasi muda tidak tercerabut dari akar identitas kotanya. Menurut Eri, Surabaya memiliki keterikatan kuat dengan Bung Karno sebagai kota kelahiran sang proklamator.

“Sejarah itu harus kita ingatkan. Sejarah itu harus selalu ada di dalam hati. Karena itu ada pesan jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kalau sudah melupakan sejarah, maka kota itu akan kehilangan arah,” ujarnya.

Eri menambahkan, buku tersebut bukan sekadar mengenalkan riwayat hidup Bung Karno, tetapi juga menyampaikan nilai perjuangan yang tetap relevan hingga saat ini, mulai dari semangat persatuan, keberpihakan kepada rakyat, hingga cita-cita keadilan sosial.

“Surabaya ini tempat lahirnya proklamator. Maka semangatnya Surabaya dan darahnya orang Surabaya harus sama, bagaimana meneruskan api perjuangan beliau,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi X DPR RI Puti Guntur Soekarno menilai buku Bung Karno: Aku Arek Suroboyo dapat menjadi sarana penting bagi generasi muda untuk memahami perjalanan sejarah Bung Karno, khususnya keterkaitannya dengan Surabaya sebagai kota kelahirannya.

“Buku ini menjadi salah satu jalan bagaimana generasi muda khususnya dapat merasakan bagaimana perjalanan sejarah Bung Karno yang dilahirkan di Kota Surabaya,” kata Puti.

Ia menjelaskan, buku tersebut disusun berdasarkan riset akademis dengan menelusuri berbagai sumber di dalam dan luar negeri, termasuk arsip di Belanda. Karena itu, buku ini dinilai cukup kuat menjadi referensi pembelajaran sejarah lokal.

Sementara itu, Guru Besar Sejarah Perkotaan Universitas Airlangga, Prof Purnawan Basundoro, menilai buku tersebut relevan dijadikan bacaan wajib bagi pelajar Surabaya karena secara khusus membahas hubungan Bung Karno dengan Kota Pahlawan sejak lahir hingga akhir hayatnya.

“Buku ini nanti bisa menjadi bacaan wajib bagi anak-anak yang sekolah di Surabaya, yang tinggal di Surabaya, supaya mereka tahu bahwa Soekarno itu memang lahir di Surabaya,” ujarnya.

Sebagai informasi, buku Bung Karno: Aku Arek Suroboyo ditulis oleh Purnawan Basundoro, Samidi, Yayan Indrayana, dan Kukuh Yudha Karnanta. Buku itu menghadirkan narasi Bung Karno melalui perspektif Surabaya sebagai kota kelahiran sekaligus ruang awal pembentukan perjalanan hidup sang proklamator. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

PAC PDI Perjuangan Talango Rayakan Kemuliaan 10 Muharram Bersama Anak Yatim

SUMENEP – PAC PDI Perjuangan Kecamatan Talango memberikan santunan pada anak yatim, pada Rabu (24/6/2026), ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Siapkan Buku “Bung Karno: Aku Arek Suroboyo” Jadi Materi Wajib SD-SMP

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan 1–2 jam pelajaran khusus tentang Bung Karno bagi siswa SD dan SMP melalui ...
KABAR CABANG

Puluhan Muralis Siap Corat Coret Dinding Kantor DPC Lamongan

LAMONGAN – Puluhan muralis atau seniman mural bakal melukis di dinding kantor sekretariat DPC PDI Perjuangan ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Siap Kawal SPMB Jalur Afirmasi bagi Anak Buruh dan Keluarga Miskin

DPRD Jawa Timur menyatakan siap mengawal pelaksanaan SPMB jalur afirmasi bagi anak buruh dan keluarga miskin. ...
LEGISLATIF

Atasi Kemacetan, DPRD Banyuwangi Dorong ASDP Tambah dan Upgrade Kapasitas Dermaga Pelabuhan Ketapang

BANYUWANGI – Komisi IV DPRD Banyuwangi mendorong ASDP Indonesia Ferry untuk membangun dermaga baru dan mengupgrade ...
KRONIK

Mbak Nia Salurkan Beasiswa untuk 40 Mahasiswa di Dapil I Sumenep

SUMENEP – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, kembali menyalurkan bantuan beasiswa kepada ...