Minggu
09 Agustus 2026 | 1 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cegah Pungli dan Gratifikasi Prona, Legislator Surabaya Usulkan Proda

pdip-jatim-adi-sutarwijono-bimtek

SURABAYA – Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya Adi Sutarwijono mendorong program sertifikasi tanah tidak hanya dilaksanakan melalui Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) seperti selama ini.

Politisi PDI Perjuangan ini mengusulkan, kegiatan legalisasi aset yang pada hakikatnya proses administrasi pertanahan meliputi ajudikasi, pendaftaran tanah sampai dengan penerbitan sertifikat hak atas tanah secara massal itu juga dilakukan dengan Proda (Proyek Operasi Daerah Agraria).

Adi Sutarwijono menyebutkan, selama ini alokasi anggaran prona jauh dari cukup. Hal itu, ujarnya, menjadi alasan bagi pihak yang melaksanakan prona untuk minta pungutan lebih ke masyarakat.

Jika dengan proda, jelasnya, anggarannya bisa diambilkan dari APBD Kota Surabaya. “Kalau proda, kita bisa tangani dengan anggaran yang cukup,” kata Adi, kemarin.

Hanya saja, sebut pria yang akrab disapa Awi ini, kendalanya hingga sekarang kantor pertanahan setempat belum memberikan item kebutuhan untuk sertifikasi tanah maksimal 200 meter persegi yang menjadi target prona.

“Padahal daerah lainnya sudah menjalankan proda. Bahkan dengan jumlah persil dan anggaran yang lebih besar,” ungkapnya.

Dia mengakui, selama ini biaya untuk prona memang masih minim, di kisaran Rp 625 ribu. Namun, program tersebut merupakan proyek nasional.

Legislator yang mantan wartawan ini mengestimasi, jika dibebankan ke APBD, alokasi anggaran yang dibutuhkan hingga Rp 1,2 juta. “Dialokasikan di APBD melalui program daerah cukup,” tegasnya.

Pihaknya yakin, jika proda dijalankan di Kota Surabaya, akan banyak yang mensertifikatkan tanahnya, sehingga tidak perlu memungut biaya dari masyarakat. Sebab seluruh biayanya akan diambilkan dari APBD.

Adi Sutarwijono menambahkan, karena masih ada kendala dalam penerapan proda, maka upaya yang perlu dilakukan Pemkot Surabaya adalah memproteksi agar aparaturnya tak terlibat pungli dan gratifikasi dalam melaksanakan prona.

“Tapi memang faktanya ada beberapa kejadian pungli dan gratifikasi dalam prona,” tambah Awi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Siti Mariyam Pimpin Kwarcab Surabaya 2026–2031, Bidik Bumi Perkemahan dan Ruang Kegiatan Pramuka

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya Siti Mariyam resmi terpilih sebagai Ketua Kwartir Cabang ...
RUANG MERAH

Tantangan Menjaga Kedaulatan di Balik Gagasan Beras Satu Harga

Oleh Ony Setiawan* GAGASAN Perum Bulog untuk menerapkan kebijakan beras medium satu harga secara nasional memantik ...
LEGISLATIF

Andreas Eddy Pilih Reses Tanpa Sekat, Turun ke Kampung dan Dengarkan Warga

MALANG – Anggota DPR RI Komisi XI Andreas Eddy Susetyo memilih cara berbeda untuk menyerap aspirasi masyarakat. ...
SEMENTARA ITU...

Persiga U-17 Dituntut Tampil Maksimal di Piala Soeratin 2026, Doding: Harus Menang dan Lolos

TRENGGALEK – Persiga Trenggalek U-17 dituntut memaksimalkan status sebagai tuan rumah Piala Soeratin 2026 dengan ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Harap Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Besuki Tingkatkan Kemenangan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Jajaran Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Besuki resmi terbentuk. ...
LEGISLATIF

Andreas Dorong Masyarakat Melek Keuangan agar Tak Jadi Korban Penipuan Digital

MALANG – Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo mendorong masyarakat memperkuat literasi keuangan di tengah ...