Minggu
08 November 2026 | 2 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator: Perencanaan Proyek Pemkot Surabaya Lemah

pdip-jatim-Syaifuddin-Zuhri-Sek-DPC-Sby.750x375

21SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri berpendapat, tak maksimalnya serapan anggaran di proyek-proyek fisik Pemkot Surabaya akibat lemahnya perencanaan pekerjaan. Akibatnya, sampai jelang tutup tahun, banyak proyek yang keteteran.

Menurut Syaifuddin, selama ini pihaknya sulit melakukan fungsi kontrol terhadap proyek yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya.

Para pejabat pembuat komitmen (PPK), sebutnya, juga tidak pernah menghadiri rapat-rapat maupun hearing yang digelar DPRD Surabaya.

Karena itu, problem di lapangan sulit terpetakan. “Yang selalu datang kepala dinas,” kata Syaifuddin, kemarin.

Saat pembahasan APBD 2017 lalu, rendahnya serapan anggaran sebenarnya sudah tercium. Indikasinya, banyak proyek yang baru saja dilelang, padahal sudah lewat akhir tahun.

Dewan pun mempertanyakan, apakah mungkin semua kegiatan tersebut akan terlaksana. “Namun mereka menjanjikan akan selesai,” ujar pria yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini.

Sebenarnya, jauh-jauh hari dewan telah mengimbau DPUBMP untuk melakukan lelang sebelum Agustus. Sebab, jika lebih, proyek akan terkesan terburu-buru dan tidak terawasi secara maksimal.

Sementara itu, Wali Kota Tri Rismaharini mengakui, untuk saat ini posisi serapan anggaran dinas fisik memang ada yang masih jeblok. Misalnya DPUBMP yang serapan anggarannya sampai Desember 2016 hanya 49 persen.

Risma menjelaskan, berdasarkan evaluasi, memang untuk pengerjaan beberapa proyek fisik ada yang mengalami miss komunikasi pekerjaan.

“Misalnya ada yang nggak boleh kerja pagi makanya kita kerjakan malam, ternyata nggak boleh juga kerja malam. Padahal kan nggak bisa misalnya kita nggarap box culvert yang ada di Jemur Ngawinan itu, harus malam, sebab alatnya besar-besar,” jelas Risma.

Lalu juga untuk pengerjaan proyek box culvert juga diakui Risma terkendala masalah cuaca. Serta ada proyek juga yang mengalami penolakan warga. Seperti proyek saluran di kampung kampung.

Meski anggaran PU serapannya terlihat kecil, jelas Risma, namun fisik di lapangan sejatinya sudah tinggi. Pihaknya optimistis, hingga akhir tahun serapannya bisa mencapai 90 persen sebagaimana tahun lalu. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Soekarno Run Blitar Tembus 5.000 Pelari, Hotel Penuh dan UMKM Ikut Bergerak

BLITAR — Soekarno Run Blitar 2026 melampaui target awal 4.200 peserta. Antusiasme masyarakat membuat jumlah pelari ...
KRONIK

Pagelaran Campursari Tombo Ati Bojonegoro, Merawat Seni Tradisi dan Penggerak Ekonomi

BOJONEGORO – Alunan musik campursari dan gelak tawa warga membahana di Lapangan Desa Sambongrejo, Kecamatan ...
KRONIK

Soekarno Run Lewati Istana Gebang dan Makam Bung Karno, Eri Cahyadi: Tanamkan Semangat Berdikari

BLITAR — Lintasan Soekarno Run 2026 yang melewati kawasan Istana Gebang dan Makam Bung Karno bukan sekadar rute ...
KRONIK

Candra PDIP Dorong Watu Ulo Jadi Penggerak Ekonomi, Bukan Sekadar Destinasi Wisata

JEMBER – Potensi wisata bahari Pantai Watu Ulo, Kecamatan Ambulu, dinilai belum tergarap maksimal untuk ...
SEMENTARA ITU...

Prajurit TNI Asal Trenggalek Gugur dalam Misi Karhutla, Bupati Arifin: Kami Bangga sekaligus Berduka

TRENGGALEK — Pengabdian Sersan Satu (Sertu) Anumerta Heri Prasetyo kepada negara berakhir dalam misi pemadaman ...
HEADLINE

Antusiasme Soekarno Run Membeludak, PDI Perjuangan Jatim Buka Polling Tentukan Kota Berikutnya

BLITAR — Antusiasme masyarakat mengikuti Soekarno Run di Jawa Timur bakal menjadi penentu lokasi penyelenggaraan ...