MAGETAN — Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, Diana A.V. Sasa, menyampaikan keprihatinan mendalam atas pemberitaan dugaan penganiayaan terhadap seorang pelajar sekolah dasar di sebuah masjid di Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan.
Diana menekankan bahwa pengungkapan perkara harus berjalan bersamaan dengan pemenuhan kebutuhan perawatan dan perlindungan anak. Ia menyampaikan lima poin yang perlu segera menjadi perhatian.
Usut secara menyeluruh dan ungkap pelaku
Diana meminta Polres Magetan segera mengungkap kejadian tersebut berdasarkan pemeriksaan saksi, bukti, dan hasil pemeriksaan medis. Keluarga perlu mendapatkan informasi perkembangan penanganan perkara secara jelas.
“Tidak ada pembenaran untuk kekerasan terhadap anak. Saya meminta kepolisian bekerja cepat dan cermat mengungkap kejadian ini. Siapa pun yang terbukti melakukan kekerasan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum,” tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan itu.
Pastikan perawatan dan kebutuhan rujukan terpenuhi
Sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Sasa menekankan pentingnya koordinasi layanan kesehatan antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi apabila anak membutuhkan penanganan lanjutan.
“Pastikan anak memperoleh perawatan yang dibutuhkan. Kalau diperlukan rujukan ke fasilitas yang lebih lengkap, pemerintah harus membantu mengurus aksesnya. Jangan sampai keluarga kebingungan mencari rumah sakit, mengurus administrasi, atau memikirkan biaya saat anak membutuhkan pertolongan,” ujar anggota DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut.
Dampingi anak dan keluarga sampai pulih
Menurut Diana, pendampingan harus mencakup kondisi fisik, psikologis, kebutuhan bantuan hukum, dan keberlanjutan pendidikan anak. Pemerintah daerah perlu memastikan ada petugas pendamping yang dapat dihubungi keluarga.
“Keluarga perlu tahu siapa yang bisa dihubungi dan bantuan apa yang tersedia. Anak juga harus didampingi agar kelak bisa kembali belajar dan beraktivitas dengan aman. Perhatian kita harus berlanjut selama proses pemulihannya,” kata Sasa.
Periksa pengawasan kegiatan sekolah berdasarkan fakta
Diana meminta Dinas Pendidikan menelusuri kronologi kegiatan sekolah dan pengawasan terhadap siswa secara lengkap. Ia mengingatkan agar dugaan kelalaian tidak disimpulkan sebelum ada pemeriksaan yang memadai.
“Telusuri bagaimana rangkaian kejadiannya dan bagaimana pengawasan terhadap anak dilakukan. Dengarkan keterangan semua pihak. Kalau ditemukan kelalaian, harus ada pertanggungjawaban dan perbaikan. Keselamatan siswa wajib menjadi dasar dalam setiap kegiatan sekolah,” tutur legislator PDI Perjuangan itu.
Lindungi identitas dan martabat anak
Sasa mengajak masyarakat, media, dan jajaran partai menjaga kerahasiaan identitas anak serta menghindari penyebaran foto luka, wajah, alamat, sekolah, maupun informasi lain yang membuatnya mudah dikenali.
“Jangan memaksa anak berulang kali menceritakan kejadian yang dialaminya. Berikan ruang bagi tenaga profesional untuk mendampingi. Bagi kader PDI Perjuangan, keberpihakan kepada korban harus diwujudkan dengan membantu keluarga mendapatkan pertolongan sambil tetap menjaga privasinya,” tegas Diana.
“Anak ini punya masa depan yang harus kita jaga bersama. Pastikan ia mendapatkan keadilan, perawatan, dan perlindungan yang dibutuhkannya,” pungkasnya.(rud/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













