MALANG – Tantri Bararoh resmi memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kabupaten Malang periode 2026-2031. Legislator PDI Perjuangan Kabupaten Malang itu menegaskan komitmennya mengawal berbagai persoalan yang dihadapi kaum marhaen.
Komitmen tersebut disampaikan Tantri usai dilantik sebagai Ketua DPC PA GMNI Kabupaten Malang di Hotel Mirabel, Kecamatan Kepanjen, Rabu (15/9/2026).
Bagi Tantri, kepemimpinan di PA GMNI tidak cukup hanya menjalankan agenda organisasi. Nilai nasionalisme, menurut dia, harus diwujudkan dalam kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita bicara tentang nasionalisme, tidak sekadar kita ucapkan. Nasionalisme harus ada dalam diri kita dan kita amalkan memberi manfaat ke masyarakat,” ujar Tantri.
Ia mengatakan Kabupaten Malang masih menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Salah satunya keberlangsungan sektor pertanian di tengah ancaman alih fungsi lahan.
Persoalan tersebut dinilai penting dikawal karena sektor pertanian menjadi sumber penghidupan bagi banyak masyarakat Kabupaten Malang. Pembangunan daerah, kata Tantri, harus tetap memperhatikan kepentingan kelompok masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor ekonomi rakyat.
“Permasalahan di Kabupaten Malang banyak yang harus diangkat, terutama masalah-masalah kaum marhaen,” katanya.
Selain pertanian, kondisi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi perhatian. Berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha kecil dinilai membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak.
Tantri menegaskan penyelesaian persoalan masyarakat tidak bisa dibebankan kepada satu kelompok maupun organisasi. Karena itu, alumni GMNI diharapkan mengambil peran sesuai kapasitas dan profesinya masing-masing.
“Karena itu, alumni GMNI diharap dapat mengambil peran sesuai kapasitas dan profesi masing-masing,” ujarnya.
Menurut Tantri, pengabdian alumni GMNI tidak semestinya berhenti pada aktivitas internal organisasi. Keberadaan alumni justru diharapkan mampu ikut menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Ia juga menyinggung berbagai keluhan mengenai kondisi Indonesia yang dinilai belum baik-baik saja. Menurutnya, kondisi tersebut harus dijawab dengan kerja nyata dan kontribusi sesuai bidang masing-masing.
“Kalau ada yang bilang Indonesia sedang tidak baik-baik saja, ya itu tugas kita untuk menyelesaikan,” tegas Tantri.
Dengan kepengurusan baru periode 2026-2031, PA GMNI Kabupaten Malang diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi para alumni, tetapi juga mengambil peran lebih konkret dalam mengawal kepentingan masyarakat, terutama kelompok ekonomi rakyat dan kaum marhaen. (ull/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













