TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi turun langsung meninjau kondisi jalan rusak yang menghubungkan Desa Gador dan Desa Pakis, Kecamatan Durenan. Jalan yang menjadi akses penting warga dua desa tersebut dinilai segera membutuhkan penanganan karena telah lama mengalami kerusakan dan menjadi jalur vital aktivitas masyarakat.
“Jadi kami turun langsung ke masyarakat untuk melihat langsung kondisi di lapangan seperti apa. Ini penting untuk memastikan bahwasanya jalan memang membutuhkan perhatian,” kata Doding Rahmadi, Selasa (8/9/2026).
Doding mengatakan, kondisi jalan tersebut banyak dikeluhkan warga. Saat musim kemarau, jalan yang rusak menimbulkan debu. Sedangkan ketika musim hujan, kondisi jalan berpotensi menjadi becek dan menyulitkan mobilitas masyarakat.
Menurutnya, ruas jalan tersebut sebelumnya pernah mendapatkan pengaspalan. Namun, faktor usia membuat lapisan aspal di sejumlah bagian terkelupas sehingga kondisi jalan kembali mengalami kerusakan.
Doding menilai jalan penghubung Gador-Pakis memiliki posisi penting bagi masyarakat karena tidak hanya digunakan untuk mobilitas sehari-hari, tetapi juga menjadi jalur yang menunjang aktivitas perekonomian warga.
“Hasil dari peninjauan ini akan kami tampung. Dan mudah-mudahan ada penanganan dari eksekutif,” ujarnya.
Legislator yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek itu mengatakan, dirinya bersama jajaran dewan dari PDI Perjuangan memang didorong untuk cepat merespons keluhan masyarakat.

Menurutnya, ketika menerima aspirasi warga, langkah awal yang harus dilakukan adalah turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi sekaligus menggali persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Bagaimanapun juga keluhan harus didengar,” katanya.
Doding menegaskan, kunjungan lapangan menjadi bagian dari upaya memastikan aspirasi masyarakat tidak berhenti sebagai laporan, tetapi dapat menjadi bahan pembahasan dan tindak lanjut dalam proses pembangunan daerah.
Ia mengakui persoalan efisiensi atau penghematan anggaran menjadi tantangan tersendiri bagi Kabupaten Trenggalek. Kondisi tersebut, menurutnya, juga dirasakan hampir seluruh daerah di Indonesia.
Namun, efisiensi anggaran tidak boleh serta-merta menjadi alasan pembangunan berhenti. Pemerintah daerah tetap perlu mencari ruang agar pembangunan, khususnya infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, dapat berjalan secara merata.
Salah satu langkah yang dinilai dapat ditempuh adalah mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD). Dengan peningkatan PAD, ruang fiskal daerah dapat diperkuat sehingga sebagian anggaran dapat diarahkan untuk menunjang pembangunan infrastruktur dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Doding berharap hasil peninjauan jalan tersebut dapat menjadi bahan bagi eksekutif untuk menentukan langkah penanganan, sehingga akses masyarakat Desa Gador dan Desa Pakis kembali nyaman dan mendukung aktivitas ekonomi warga. (azz/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













