MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan resmi memulai pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) pada 14 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput sekaligus mempersiapkan kerja-kerja politik menghadapi agenda strategis ke depan.
Musran dan Musanran dilaksanakan secara bertahap di seluruh kecamatan dan desa/kelurahan di Kabupaten Magetan dengan melibatkan jajaran pengurus partai di setiap tingkatan.
Selain membentuk kepengurusan baru, forum tersebut juga menjadi ruang evaluasi organisasi sekaligus penyamaan visi dan arah perjuangan partai.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, Diana A.V. Sasa, mengatakan bahwa Musran dan Musanran bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat soliditas kader serta memastikan seluruh struktur partai memiliki semangat perjuangan yang sama dalam mengabdi kepada masyarakat.
“Musran dan Musanran adalah momentum konsolidasi untuk menyatukan langkah dan mempertegas visi perjuangan partai. Kami ingin seluruh struktur, mulai dari ranting hingga anak ranting, memiliki semangat yang sama, yaitu hadir dan bekerja bersama rakyat,” ujar Diana Sasa.
Menurutnya, ranting dan anak ranting merupakan ujung tombak PDI Perjuangan karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Oleh sebab itu, penguatan organisasi harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas kader agar mampu merespons kebutuhan dan aspirasi masyarakat secara cepat dan tepat.
Diana Sasa menegaskan bahwa pelaksanaan Musran dan Musanran juga menjadi bagian dari upaya “memanaskan mesin politik” partai. Namun, ia menekankan bahwa mesin politik yang dimaksud bukan hanya untuk kepentingan elektoral, melainkan memperkuat kerja-kerja kerakyatan yang selama ini menjadi identitas PDI Perjuangan.
“Mesin partai harus terus kita panaskan, tetapi bukan semata-mata untuk menghadapi kontestasi politik. Yang lebih penting adalah memastikan mesin partai terus bergerak melayani masyarakat, menyerap aspirasi, menyelesaikan persoalan di lapangan, dan menjaga kepercayaan rakyat kepada PDI Perjuangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Diana Sasa menjelaskan bahwa PDI Perjuangan memiliki tradisi organisasi yang kuat, di mana setiap proses regenerasi kepengurusan harus mampu melahirkan kader-kader yang ideologis, disiplin, serta memiliki komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila dan ajaran Bung Karno.
Ia berharap Musran dan Musanran menjadi titik awal lahirnya kepengurusan yang semakin solid, progresif, dan responsif terhadap dinamika masyarakat.
Dengan struktur partai yang kuat hingga tingkat desa, PDI Perjuangan diharapkan mampu terus mengawal berbagai program kerakyatan sekaligus menjadi jembatan penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
Pelaksanaan Musran dan Musanran dijadwalkan berlangsung bertahap di seluruh wilayah Kabupaten Magetan hingga seluruh kepengurusan ranting dan anak ranting terbentuk sesuai mekanisme organisasi.(rud/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











