Selasa
15 September 2026 | 6 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Istana Gebang, Seniman-Budayawan Menitipkan Tawa dan Tangis Mereka

pdip jatim 260617 seniman blitar 1

Renovasi Istana Gebang di Kota Blitar disambut antusias para pelaku seni dan budayawan. Bagi mereka, rumah masa kecil Bung Karno bukan sekadar situs sejarah, melainkan ruang hidup yang selama bertahun-tahun menjadi tempat berkarya, belajar, dan merawat kebudayaan.

BLITAR — Ada bangunan yang hanya menjadi tempat singgah. Ada pula bangunan yang perlahan berubah menjadi rumah bagi kenangan banyak orang.

Bagi Dini dan kawan-kawannya, Istana Gebang bukan sekadar rumah masa kecil Bung Karno. Bukan pula hanya bangunan tua yang berdiri teduh di sudut Kota Blitar.

Tempat itu telah menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.

Lima tahun terakhir, hampir setiap Rabu, langkah mereka selalu mengarah ke halaman Istana Gebang. Tidak membawa spanduk. Tidak membawa proposal kegiatan. Mereka hanya membawa tubuh, semangat, dan kecintaan pada seni.

Di sana mereka menari.

Di bawah rindangnya pepohonan dan dinding yang menyimpan jejak masa kecil Sang Proklamator, gerak demi gerak dilatih berulang kali. Kadang disertai tawa. Kadang pula ditemani rasa lelah yang tak terlihat orang lain.

Baca juga: Resmikan Istana Gebang, Megawati Ajak Generasi Muda Memahami Sejarah Perjuangan Bangsa

“Kami latihan olah tubuh di sini. Salah satunya dengan menari,” tutur Dini, anggota Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia, usai mengikuti peresmian hasil renovasi Istana Gebang, Senin (15/6/2026).

Bagi sebagian orang, Istana Gebang mungkin hanya destinasi sejarah.

Namun bagi para pelaku seni, tempat itu adalah ruang hidup.

Dari halaman itulah mereka berangkat mengikuti berbagai pertunjukan di sejumlah daerah di Jawa Timur. Karya-karya yang lahir dari latihan sederhana di Istana Gebang kemudian ditonton banyak orang.

Karena itu, ketika kawasan tersebut selesai direnovasi, rasa syukur mereka terasa begitu tulus.

Mereka melihat tempat yang selama ini dicintai tampil lebih rapi, lebih luas, dan lebih nyaman.

“Senang sekali. Tampak lebih indah dan lebih nyaman,” ujar Dini dengan mata berbinar.

***

Cerita serupa datang dari Kukuh Andri.

Bagi anggota Sanggar Budaya Patrialoka itu, Istana Gebang bukan hanya tempat berlatih. Ia adalah saksi perjalanan sebuah komunitas seni yang tumbuh dari nol.

“Sanggar ini lahir dari Istana Gebang,” katanya pelan.

Kalimat itu sederhana. Namun di baliknya tersimpan perjalanan panjang.

Ada hari-hari ketika latihan berlangsung hingga senja. Ada pertunjukan yang sukses membuat bangga. Ada pula kegagalan yang mengajarkan keteguhan.

Semuanya terjadi di tempat yang sama.

Istana Gebang menyaksikan para seniman muda datang dengan mimpi-mimpi kecil, lalu perlahan tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang.

“Banyak cerita, banyak pencapaian, banyak tawa dan tangis yang disaksikan Istana Gebang,” ujar Kukuh.

Karena itu, melihat bangunan bersejarah tersebut kini tampil lebih terawat menghadirkan kebanggaan tersendiri.

Bukan semata karena temboknya diperindah atau kawasannya ditata ulang.

Melainkan karena ruang yang selama ini menjadi rumah kebudayaan itu mendapat perhatian untuk terus hidup.

***

Di banyak kota, bangunan bersejarah sering kali hanya menjadi objek foto.

Orang datang, berpose, lalu pergi.

Tetapi Istana Gebang memiliki cerita berbeda.

Di tempat itu, sejarah tidak hanya dipajang di balik kaca.

Ia hidup bersama suara gamelan, langkah para penari, diskusi kebudayaan, hingga tawa anak-anak muda yang belajar mencintai warisan bangsanya.

Karena itulah renovasi Istana Gebang disambut hangat para budayawan.

Mereka melihatnya bukan sekadar proyek pembangunan.

Melainkan ikhtiar menjaga agar ruang sejarah tetap memiliki denyut kehidupan.

Agar rumah masa kecil Bung Karno tidak hanya menjadi tempat mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi ruang tempat generasi hari ini bertumbuh.

Tempat sejarah bertemu seni.

Tempat kenangan bertemu harapan.

Dan tempat tawa serta tangis para pelaku budaya terus menemukan rumahnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Raperda P-APBD 2026 Disepakati, Syaifuddin: Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Boleh Dicoret

SURABAYA — Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Sidak Gudang Pengepul Kentang Mitra Indofood usai Keluhan Petani Soal Panen Lambat

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan turun langsung meninjau gudang pengepul kentang di Jalan Raya ...
LEGISLATIF

Puan Kenang Jejak Bung Karno dan Bulgarian Rose dalam 70 Tahun Persahabatan Indonesia-Bulgaria

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani mengenang kunjungan Presiden pertama RI Soekarno ke Bulgaria pada 1961, saat ...
LEGISLATIF

Developer di Gresik Tak Sediakan Lahan Makam Terancam Sanksi

GRESIK – Pengelolaan pemakaman menjadi perhatian serius wakil rakyat kabupaten Gresik. Pasalnya, perumahan kian ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Air Bersih ke Tiga Desa di Sumberrejo Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro mendorong berbagai pihak untuk ...
OLAHRAGA

Hadapi Porprov 2027, Doding Dorong Semua Cabor Terus Poles Atlet dan Pelatih

TRENGGALEK — Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, KONI Kabupaten Trenggalek mendorong ...