Kamis
10 September 2026 | 5 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Selendang Semanggi Resmi Hadir di Tunjungan, Ikon Kuliner Surabaya Kian Mendunia

pdip jatim 260609 selendang semanggi sby

Kuliner khas Surabaya, semanggi, kini memiliki pusat kuliner permanen di Jalan Tunjungan. Kehadiran Selendang Semanggi menjadi upaya memperkuat UMKM sekaligus melestarikan warisan budaya Kota Pahlawan.

SURABAYA – Kuliner legendaris khas Surabaya, semanggi, kini memiliki rumah baru di kawasan ikonik Jalan Tunjungan. Melalui dukungan Media Pintar Perjuangan (MPP) DPC PDI Perjuangan Surabaya, stan kuliner UMKM Selendang Semanggi milik Aminah resmi dibuka pada Senin (8/6/2026), sekaligus menjadi pusat kuliner semanggi permanen pertama yang hadir di jantung Kota Pahlawan.

Peresmian stan tersebut dihadiri mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wakil Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Armuji, Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri, Bendahara DPC PDIP Surabaya Agatha Retnosari, Wakil Sekretaris Bidang Program DPC PDIP Surabaya Aliyuddin, jajaran PAC, serta pengurus Taruna Merah Putih.

Tri Rismaharini menyambut positif hadirnya Selendang Semanggi di kawasan bersejarah Jalan Tunjungan. Menurutnya, keberhasilan yang diraih Aminah menjadi bukti bahwa pelaku UMKM lokal mampu berkembang apabila mendapatkan pendampingan yang tepat.

“Saya selalu percaya UMKM adalah tulang punggung ekonomi masyarakat. Yang terpenting bukan hanya bertahan, tetapi bagaimana mereka bisa naik kelas tanpa meninggalkan identitas lokalnya,” ujar Risma.

Ia menegaskan, semanggi bukan sekadar makanan khas, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

“Semanggi adalah bagian dari sejarah dan identitas Kota Surabaya. Ketika UMKM seperti Bu Aminah berkembang, maka yang ikut tumbuh bukan hanya usahanya, tetapi juga kebanggaan terhadap budaya daerah,” katanya.

Sementara itu, Armuji menilai kehadiran Selendang Semanggi di Jalan Tunjungan memiliki nilai strategis karena menjadi etalase kuliner khas Surabaya di pusat kota yang setiap hari dikunjungi wisatawan maupun warga lokal.

“Semanggi ini makanan khas Suroboyo yang harus dijaga dan dilestarikan. Kehadiran Rumah Makan Selendang Semanggi di Jalan Tunjungan sangat tepat karena menjadi etalase kuliner khas Surabaya di tengah kota,” ujarnya.

Menurut Armuji, keberadaan semanggi semakin penting untuk dijaga karena bahan bakunya hanya tumbuh di wilayah tertentu, khususnya kawasan Pakal dan Kendung. Karena itu, inovasi menjadi kunci agar kuliner khas tersebut tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.

Ia mengapresiasi langkah Aminah yang berhasil mengembangkan produk semanggi instan kering yang mampu bertahan hingga berbulan-bulan dan dapat dipasarkan ke berbagai daerah.

“Dulu semanggi harus habis dijual hari itu juga. Sekarang sudah bisa dikemas menjadi produk kering yang tahan berbulan-bulan dan bisa dikirim ke berbagai daerah. Ini bentuk inovasi UMKM yang harus kita dukung,” katanya.

Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menyebut semanggi sebagai salah satu identitas budaya yang melekat kuat pada masyarakat Surabaya dan perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.

“Semanggi ini ciri khas warga Surabaya. Tidak ada di daerah lain. Ini harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda,” ujarnya.

Menurutnya, pertumbuhan UMKM menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus menjaga keberlangsungan produk-produk khas daerah.

“Kalau UMKM tumbuh dan konsisten, ekonomi kerakyatan akan kuat. Kota juga akan lebih tahan menghadapi berbagai situasi ekonomi,” tambahnya.

Di balik peresmian tersebut tersimpan kisah perjuangan panjang Aminah yang telah menekuni usaha semanggi sejak 2007. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku tidak pernah membayangkan bisa memiliki stan kuliner di salah satu kawasan paling bergengsi di Surabaya.

“Saya benar-benar seperti mimpi. Dulu hanya jual semanggi gendong, sekarang punya stan di Jalan Tunjungan. Saya sampai terharu kalau cerita ini,” ungkapnya.

Aminah mengaku perkembangan usahanya tidak lepas dari program Pahlawan Ekonomi yang digagas Pemerintah Kota Surabaya saat Tri Rismaharini menjabat wali kota.

Kini, selain menyajikan semanggi segar, Selendang Semanggi juga menawarkan semanggi instan dalam bentuk kering yang mampu bertahan hingga dua bulan tanpa bahan pengawet. Produk tersebut dipersiapkan sebagai oleh-oleh khas Surabaya yang dapat dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Kehadiran Selendang Semanggi mendapat sambutan positif dari masyarakat. Rudi, salah seorang pengunjung Jalan Tunjungan, menilai lokasi tersebut sangat tepat untuk memperkenalkan kuliner khas Surabaya kepada wisatawan.

“Menurut saya sangat bagus karena berada di lokasi yang strategis. Ini makanan khas Suroboyoan dan memang cocok ditempatkan di Jalan Tunjungan,” ujarnya.

Hadirnya Selendang Semanggi di kawasan Tunjungan menjadi simbol keberhasilan UMKM lokal dalam naik kelas tanpa meninggalkan akar budayanya. Semanggi yang selama ini identik dengan penjual gendong kini mendapatkan panggung baru sebagai salah satu ikon kuliner Surabaya yang siap dikenal lebih luas oleh masyarakat Indonesia. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Dampak Kemarau Panjang, DPC Tuban Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Penambangan

TUBAN – Dampak kemarau panjang kian meluas dan memperparah krisis air bersih di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Evaluasi Perubahan KUA-PPAS 2026 Bersama Dinas Koperasi dan UMKM, Apa yang Baru?

​MAGETAN – Komisi B DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Koperasi, Usaha ...
KRONIK

Airlangga Pribadi Kusman Meninggal, Deni Wicaksono: Indonesia Kehilangan Sosok Visioner

SURABAYA – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Ngawi Soroti Perubahan Desil Warga, Keluhan Mengalir

NGAWI – Perubahan data desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi perhatian Fraksi PDI ...
KRONIK

Candra Soroti Tata Kelola Pupuk dan Serapan Tembakau di Jember

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta Dinas Pertanian memperbaiki tata kelola pupuk ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun Langsung Pastikan Bantuan Tepat Sasaran untuk Warga Tak Mampu

Bupati Trenggalek M. Nur Arifin turun langsung ke pelosok Desa Melis untuk memastikan bantuan tepat sasaran bagi ...