PONOROGO – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, meminta seluruh kader Partai untuk aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi politik dan penyebarluasan kegiatan Partai kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Deni saat menghadiri Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPC PDI Perjuangan Ponorogo di Gedung Keniten, Kecamatan Ponorogo, pada Sabtu (30/5/2026).
“Harus kita sadari bahwa pertarungan politik sekarang sering kali terjadi seperti perang udara, yaitu dunia maya. Di berbagai platform media sosial kita sering kali masih kalah, padahal hampir semua informasi hari ini diperoleh masyarakat dari media,” ujar Deni.
Ia mencontohkan, bagaimana pembentukan persepsi publik dalam Pilpres banyak dipengaruhi konten-konten digital yang disebarluaskan secara masif melalui medsos.
“Ketika Pilpres, persepsi publik bisa dipengaruhi hanya oleh beberapa konten yang menarik, lucu, dan disebarkan secara masif. Ini menjadi pelajaran yang harus kita pahami bersama,” lanjut Wakil Ketua DPRD Jatim itu.
Sebagai respons terhadap itu, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menambahkan aturan agar seluruh pengurus DPC dan PAC wajib memiliki akun medsos di tiga platform utama, yakni Instagram, Facebook dan TikTok.
Para kader juga diwajibkan mengikuti akun media sosial Partai, mulai dari DPP, DPD hingga DPC, agar dapat mengetahui berbagai arahan dan aktivitas Partai.
“Kalau belum bisa membuat konten sendiri, minimal me-repost konten dari DPD atau DPC. Kami hampir setiap hari mengunggah kegiatan Partai. Tinggal dibantu disebarluaskan,” terangnya.
Menurut dia, langkah tersebut penting untuk memperkuat branding Partai sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa PDI Perjuangan terus hadir dan aktif menjalankan berbagai kegiatan di tengah rakyat.
“Kalau dilakukan bersama-sama, orang akan melihat bahwa PDI Perjuangan aktif bergerak, aktif berkegiatan, dan terus hadir bersama masyarakat. Ke depan, minimal logo dan kader-kadernya ada dalam ingatan pemilih,” jelas Deni.
Ia juga menegaskan, penguatan media sosial harus berjalan beriringan dengan kerja-kerja nyata kader di tengah masyarakat. PDI Perjuangan, tambah dia, harus menjadi rumah besar bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum marhaen. Karena itu, seluruh pengurus PAC yang baru dilantik diminta terus turun ke masyarakat.
“Bagaimana PDI Perjuangan bisa benar-benar ada di hati rakyat. Di tengah kondisi politik dan perekonomian yang tidak menentu, kader-kader PDI Perjuangan harus hadir di tengah masyarakat sesuai arahan ibu ketua umum untuk terus menangis dan tertawa bersama rakyat,” pungkasnya. (jrs/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









