DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menyalurkan 9 sapi dan 3 kambing kurban untuk masyarakat sebagai bentuk kepedulian kepada wong cilik pada Iduladha 1447 H.
MALANG — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir dan peduli terhadap wong cilik pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tahun 2026.
Tahun ini, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menyalurkan hewan kurban berupa sembilan ekor sapi dan tiga ekor kambing untuk masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Malang.
Seluruh hewan kurban tersebut akan disembelih di Kantor Kesekretariatan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang sebelum didistribusikan secara merata ke tujuh daerah pemilihan (dapil) dan warga sekitar kantor partai, Rabu (27/5/2026).
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, mengatakan bantuan hewan kurban tersebut merupakan simbol gotong royong dan kepedulian partai kepada masyarakat kecil.
“Bagi kami, bantuan ini bukan sekadar hewan kurban, melainkan simbol gotong royong, napas solidaritas, dan denyut kepedulian partai kepada rakyat kecil,” ujar Didik.
Ia menjelaskan, sembilan ekor sapi kurban tersebut berasal dari berbagai unsur partai dan tokoh PDI Perjuangan.
Dua ekor sapi berasal dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Selain itu, bantuan juga datang dari Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Andreas Eddy Susetyo, jajaran pengurus DPC, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, hingga Bupati Malang HM Sanusi.
Didik berharap semangat berbagi melalui kurban tersebut mampu mempererat persaudaraan ideologis sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Malang.
Pada Idul Adha tahun ini, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang juga akan menggelar Salat Id bersama dengan mengusung tema “Meneladani Keikhlasan Nabi Ibrahim, Jalan Ideologis Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat”. Kemudian dilanjutkan proses penyembelihan dan pendistribusian daging kurban kepada masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Abdul Qodir, menilai kegiatan kurban tersebut menjadi bentuk nyata kerja sosial kader partai di tengah masyarakat.
“Di tengah hiruk-pikuk politik yang sering gaduh oleh kata-kata, kepedulian seperti inilah yang justru berbicara paling lantang,” ungkap Abdul Qodir.
Menurutnya, momentum kurban diharapkan mampu menjaga semangat pengorbanan dan kepedulian sosial dalam perjuangan politik kader PDI Perjuangan.
“Biarlah kurban menjadi bahasa sunyi tentang ketulusan. Dagingnya mungkin habis dibagikan, namun nilai pengorbanannya semoga terus hidup di hati rakyat dan langit perjuangan,” pungkasnya. (ull/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










