Selasa
13 Oktober 2026 | 6 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Raih Penghargaan RBD, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Identitas Budaya Masyarakat

PDIP-Jatim Achmad Fauzi Wongsojudo 26052026

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan penghargaan kepada Kabupaten Sumenep atas komitmen dan dedikasi melestarikan, mengembangkan, dan memajukan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas, budaya, dan kekayaan bangsa. 

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menerima penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) pada puncak Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026 di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan SDM Kemendikdasmen, Jalan Raya Parung, Ciputat, Bojongsari, Kota Depok, Senin (25/5/2026).

Penghargaan ini sebagai bentuk penghargaan pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah, dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah, melalui berbagai program pendidikan, kebudayaan, dan pelibatan masyarakat.

“Bahasa daerah merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah, kearifan lokal, dan jati diri masyarakat yang harus menjaga keberlangsungannya sampai kapanpun,” ujar Fauzi seusai menerima penghargaan.

Menurut dia, bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi cerminan karakter, budaya, dan identitas masyarakat. Ia menilai, penghargaan tersebut sebagai motivasi pelestarian bahasa daerah, agar tetap hidup dan mewariskan kepada generasi muda.

“Kami untuk merawat dan melestarikan bahasa daerah, di antaranya, melalui berbagai program, seperti muatan lokal di sekolah, festival budaya, lomba pidato dan mendongeng yang berkolaborasi dengan komunitas budaya dan lembaga pendidikan,” terangnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu berharap, seluruh elemen yang mendapat penghargaan ini menumbuhkan semangat pelestarian di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda, agar bahasa daerah tetap lestari di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi.

“Masyarakat Kabupaten Sumenep hendaknya semakin aktif mengembangkan program pelestarian bahasa daerah, demi menjaga kekayaan budaya bangsa,” terangnya.

“Yang jelas, menjaga dan merawat bahasa daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar tetap lestari di zaman apapun,” tandasnya. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Traktor Bantuan APBN Diduga Menyimpang, DPRD Jember: Dinas Pertanian Tidak Bisa Memberikan Data

JEMBER – Dugaan penyimpangan bantuan traktor dari APBN 2025 di Kabupaten Jember belum terjawab. Sejumlah kelompok ...
KRONIK

Gema 111.111 Al-Waqiah di Sumenep, Bupati Fauzi Ajak ASN Perkuat Budaya Religius

SUMENEP – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menginisiasi gerakan pembacaan bersama 111.111 kali Surat Al-Waqiah. ...
KRONIK

Atasi Kekeringan Dampak El Nino, Sonny Salurkan Bantuan Air Bersih ke Siliragung

BANYUWANGI – Dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai dirasakan oleh sejumlah warga di wilayah ...
EKSEKUTIF

Promosi dan Mutasi Pejabat Pemkab Blitar Bakal Berbasis Manajemen Talenta

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan promosi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Dorong Media Partai Jadi Penyambung Lidah Rakyat

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mendorong perombakan mendasar dalam ...
LEGISLATIF

Sampah Sungai Ancam Picu Banjir, Ketua DPRD Kota Malang Dorong Pemasangan Trash Boom

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong Pemerintah Kota Malang memperkuat ...