Selasa
26 Mei 2026 | 3 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Raih Penghargaan RBD, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Identitas Budaya Masyarakat

PDIP-Jatim Achmad Fauzi Wongsojudo 26052026

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan penghargaan kepada Kabupaten Sumenep atas komitmen dan dedikasi melestarikan, mengembangkan, dan memajukan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas, budaya, dan kekayaan bangsa. 

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menerima penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) pada puncak Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026 di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan SDM Kemendikdasmen, Jalan Raya Parung, Ciputat, Bojongsari, Kota Depok, Senin (25/5/2026).

Penghargaan ini sebagai bentuk penghargaan pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah, dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah, melalui berbagai program pendidikan, kebudayaan, dan pelibatan masyarakat.

“Bahasa daerah merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah, kearifan lokal, dan jati diri masyarakat yang harus menjaga keberlangsungannya sampai kapanpun,” ujar Fauzi seusai menerima penghargaan.

Menurut dia, bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi cerminan karakter, budaya, dan identitas masyarakat. Ia menilai, penghargaan tersebut sebagai motivasi pelestarian bahasa daerah, agar tetap hidup dan mewariskan kepada generasi muda.

“Kami untuk merawat dan melestarikan bahasa daerah, di antaranya, melalui berbagai program, seperti muatan lokal di sekolah, festival budaya, lomba pidato dan mendongeng yang berkolaborasi dengan komunitas budaya dan lembaga pendidikan,” terangnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu berharap, seluruh elemen yang mendapat penghargaan ini menumbuhkan semangat pelestarian di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda, agar bahasa daerah tetap lestari di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi.

“Masyarakat Kabupaten Sumenep hendaknya semakin aktif mengembangkan program pelestarian bahasa daerah, demi menjaga kekayaan budaya bangsa,” terangnya.

“Yang jelas, menjaga dan merawat bahasa daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar tetap lestari di zaman apapun,” tandasnya. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Raih Penghargaan RBD, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Identitas Budaya Masyarakat

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan penghargaan kepada Kabupaten ...
EKSEKUTIF

Genjot Produktivitas Petani, Rijanto Tekankan Pentingnya Peremajaan Lahan Tebu 

Bupati Blitar Rijanto menekankan pentingnya peremajaan lahan tebu melalui program bongkar ratoon untuk meningkatkan ...
HEADLINE

PDI Perjuangan Jatim Tebar 468 Ekor Sapi Kurban ke Pesantren dan Panti Asuhan

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyalurkan 468 ekor sapi kurban ke berbagai daerah sebagai bentuk kepedulian dan ...
SEMENTARA ITU...

Stadion Ketonggo Ngawi Bersiap Jadi Tuan Rumah Liga 4 Nasional

NGAWI – Stadion Ketonggo di Ngawi bersiap menyambut gelaran putaran 64 besar Liga 4 Nasional yang akan berlangsung ...
EKSEKUTIF

Tingkat Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Bupati Lukman Resmikan Kanal Pengaduan

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih ...
KRONIK

Festival Perempuan Pesisir, Ruang Solidaritas dan Aspirasi Perempuan Kawasan Pantai

SUMENEP – Ratusan pengunjung memadati Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, Sumenep, menyaksikan Festival Perempuan ...