TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung berkomitmen meningkatkan fungsi pengawasan agar tata kelola pemerintahan daerah bisa berjalan dengan benar.
Hal ini disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, Erma Susanti, pada kegiatan diskusi terbuka dengan tema “Di Balik Plt Bupati : Siapa Mengincar Kursi Wakil Bupati?” di salah satu warkop wilayah setempat, pada Kamis (14/5/2026).
“PDI Perjuangan akan meningkatkan pengawasan agar tidak lagi terjadi tata kelola pemerintahan yang tidak benar,” ujar Erma.
Menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur ini, sikap PDI Perjuangan dalam menentukan wakil bupati (wabup) nanti akan melihat dan mempertimbangkan urgensi kebutuhan kepemimpinan di Kabupaten Tulungagung.
Ia menjelaskan, Wabup Tulungagung harus mempunyai kemampuan untuk membenahi atau memperbaiki tata kelola pemerintahan pasca-OTT KPK, serta mampu mengkonsolidasikan birokrasi untuk perbaikan dan memastikan layanan masyarakat tidak terdampak.

Selain itu, Wabub Tulungagung harus mempunyai kemampuan menjawab tantangan geopolitik seperti melemahnya nilai rupiah, pengurangan subsidi BBM, hingga ancaman kemiskinan dan pengangguran.
“Tantangan pemda ke depan adalah menghadapi pengurangan sumber dana dari pusat atau efisiensi TKD, maka kepala daerah harus mengoptimalkan potensi lokal untuk membiayai pembangunan daerah,” ucapnya.
Erma mengajak seluruh stakeholder di Kabupaten Tulungagung untuk menghilangkan kepentingan pribadi maupun golongan agar pembangunan di Kabupaten Tulungagung bisa berjalan lebih baik lagi.
“Mari kita kawal proses ini, karena bukan sekadar memilih dan memiliki Wakil Bupati Tulungagung. Tapi untuk menjadikan Tulungagung lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
Seperti diketahui, kegiatan diskusi terbuka dihadiri oleh perwakilan organisasi mahasiswa, organisasi kepemudaan dan LSM, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, pengamat politik, serta pengurus partai. (sin/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













