TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung berkomitmen mendukung pegiat seni, budayawan, dan generasi muda yang menggeluti industri kreatif.
DPC Tulungagung juga siap menjadi kolaborator dalam membangun ruang ekspresi dan pengembangan potensi kreatif sebagai bagian dari kemajuan daerah.
Hal tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Internal DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Danang Prawito, saat menghadiri Kreta Nusantara (Kreativitas Smakalita tentang Nusantara) 2026 di House of Sak Njeroning Ati, Kalidawir, bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional, pada Sabtu (2/5/2026).
“PDI Perjuangan Tulungagung siap menjadi rumah kolaborasi bagi seni, budaya, dan kreativitas anak muda,” ujar Danang, pada Senin (4/5/2026).
Menurut dia, membangun daerah tidak hanya soal fisik, tetapi juga soal membesarkan karakter, kebudayaan dan masa depan generasi penerus.

“Kehadiran ini menjadi bentuk apresiasi terhadap ruang-ruang kreativitas generasi muda yang mampu menghubungkan pendidikan dengan seni, budaya, dan pemberdayaan masyarakat,” ucap Danang.
Dia menjelaskan, Kreta Nusantara 2026 merupakan Gelar Karya Akhir Tahun pembelajaran atau menjelang kenaikan kelas. Kegiatan ini bentuk tanggung jawab akademik yang menekankan proses memahami, mengonsep, merancang, membuat, hingga memamerkan karya.
Sebelumnya, Kreta Nusantara hanya menampilkan karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi di lingkungan sekolah. Namun memasuki pelaksanaan ke-10, Kreta Nusantara digelar di luar sekolah dengan cakupan lebih luas melalui empat unsur seni sekaligus, yakni seni rupa, musik, tari, dan teater.
Tak hanya itu, keterlibatan alumni dan masyarakat turut memberi warna baru dengan terciptanya ruang ekonomi kreatif yang lebih terbuka.
“Perubahan ini menjadi penanda bahwa pendidikan mampu berkembang menjadi gerakan kebudayaan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga membangun ekosistem sosial dan kreatif di tengah masyarakat,” jelasnya.
Danang menambahkan, keberanian membawa karya ke ruang publik adalah bagian penting dalam membangun kepercayaan diri generasi muda sekaligus memperkuat identitas budaya lokal. Langkah tersebut sebagai bentuk pendidikan progresif yang patut diapresiasi.
“Pendidikan harus menjadi ruang yang memerdekakan kreativitas. Apa yang dilakukan Kreta Nusantara hari ini adalah bukti bahwa anak-anak muda Tulungagung mampu menghadirkan karya, budaya dan inovasi yang berdampak luas,” tutupnya.
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













