Minggu
08 November 2026 | 5 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Nila Yani: Perjuangan Perempuan Harus Hadir dalam Kebijakan Nyata, Bukan Sekadar Keterwakilan

pdip jatim 260426 sarasehan hari kartini 1

Nila Yani tegaskan perjuangan perempuan harus diwujudkan dalam kebijakan nyata, bukan sekadar keterwakilan, di tengah meningkatnya kekerasan digital.

GRESIK — Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti menegaskan perjuangan perempuan saat ini tidak cukup berhenti pada keterwakilan angka, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan nyata yang melindungi dan memberdayakan.

Penegasan itu dia sampaikan dalam sarasehan Hari Kartini di Gresik, Sabtu (25/4/2026), di tengah meningkatnya tantangan yang dihadapi perempuan, terutama kasus kekerasan seksual, termasuk di ruang digital.

Sarasehan tersebut juga dihadiri Ketua DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini.

“Kartini masa kini bukan hanya soal hadir di ruang publik, tetapi bagaimana negara memastikan perempuan aman, terlindungi, dan memiliki akses setara,” tegasnya.

Menurut politisi muda PDI Perjuangan itu, realitas di lapangan menunjukkan meningkatnya kekerasan berbasis gender, terutama di ranah online.

Fenomena ini dinilai mempersempit ruang aman perempuan dalam beraktivitas dan menjadi alarm serius bagi negara untuk tidak abai.

“Transformasi digital tidak boleh menjadi ruang baru bagi eksploitasi, tetapi harus menjadi sarana pemberdayaan,” ujarnya.

Nila Yani menegaskan, DPR RI melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran terus mendorong kebijakan yang benar-benar berpihak pada perempuan.

Mulai dari penguatan regulasi perlindungan, sistem pencegahan kekerasan di kampus dan tempat kerja, hingga memastikan anggaran negara menyentuh kebutuhan perempuan secara langsung.

Selain perlindungan, ia juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem ekonomi dan digital yang inklusif.

Menurutnya, perempuan—terutama generasi muda—harus didorong untuk berkembang dalam sektor ekonomi kreatif, UMKM, hingga industri digital.

“Digitalisasi harus memanusiakan, bukan justru mempersempit ruang perempuan,” katanya.

Ia menegaskan, keterwakilan perempuan dalam politik harus menghasilkan kebijakan yang berdampak nyata.

Persoalan riil seperti keamanan di kampus, perlindungan di tempat kerja, akses pembiayaan, hingga perlindungan hak cipta karya perempuan harus menjadi perhatian utama.

“Politik harus melindungi, ekonomi harus memberdayakan, dan digitalisasi harus memanusiakan,” tegasnya.

DPR RI, lanjutnya, berkomitmen untuk terus menghadirkan kebijakan yang tidak hanya responsif gender, tetapi juga berdampak langsung bagi kehidupan perempuan Indonesia. (mus/arul/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Dua SK LP2B Pernah Bernomor Sama, DPRD Jember Pertanyakan Dokumen Terbaru

JEMBER – Perubahan data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Jember kembali dipersoalkan DPRD. ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Dorong Dukungan untuk Ormas Keagamaan, Muslimat NU Perkuat Pendidikan Perempuan

KEDIRI — Anggota DPRD Kota Kediri, Yuzar Rasyid, mendorong pemerintah meningkatkan dukungan terhadap organisasi ...
KRONIK

Soekarno Run Blitar Tembus 5.000 Pelari, Hotel Penuh dan UMKM Ikut Bergerak

BLITAR — Soekarno Run Blitar 2026 melampaui target awal 4.200 peserta. Antusiasme masyarakat membuat jumlah pelari ...
KRONIK

Pagelaran Campursari Tombo Ati Bojonegoro, Merawat Seni Tradisi dan Penggerak Ekonomi

BOJONEGORO – Alunan musik campursari dan gelak tawa warga membahana di Lapangan Desa Sambongrejo, Kecamatan ...
KRONIK

Soekarno Run Lewati Istana Gebang dan Makam Bung Karno, Eri Cahyadi: Tanamkan Semangat Berdikari

BLITAR — Lintasan Soekarno Run 2026 yang melewati kawasan Istana Gebang dan Makam Bung Karno bukan sekadar rute ...
KRONIK

Candra PDIP Dorong Watu Ulo Jadi Penggerak Ekonomi, Bukan Sekadar Destinasi Wisata

JEMBER – Potensi wisata bahari Pantai Watu Ulo, Kecamatan Ambulu, dinilai belum tergarap maksimal untuk ...