Minggu
01 November 2026 | 5 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Antisipasi Kemarau Ekstrem, Pemkab Ngawi Petakan Sawah Rentan Terdampak dan Percepat Tandur 

IMG-20260423-WA0011_copy_706x499

NGAWI – Sejumlah langkah antipasi dilakukan Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam menghadapi ancaman kemarau ekstrem akibat badai El Nino Godzilla.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko di sela acara Gerakan Percepatan Tanam Padi Serempak se-Jatim di Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Kamis (23/4/2026).

Terkait ancaman kemarau terik akibat El Nino Godzilla, Wabup Antok menegaskan bahwa Pemkab Ngawi telah memetakan wilayah-wilayah yang paling rentan terdampak, khususnya area persawahan yang sangat bergantung pada pasokan air waduk (tadah hujan).

Pemetaan ini merupakan langkah antisipasi dini untuk meminimalkan risiko gagal panen (puso). Di sisi lain, pemanfaatan sumur pompa air tenaga listrik atau Electric for Farm (Elfarm) sebagai solusi pengairan di musim kemarau.

“Puncak kemarau ekstrem ini diprediksi terjadi pada bulan Juli hingga Agustus 2026. Melalui pemetaan wilayah dan tata kelola air yang tepat seperti pemanfaatan Elfarm, kita berupaya keras mengantisipasi potensi gagal panen akibat cuaca panas yang tinggi,” tandasnya.

Percepat tandur dan pertanian ramah lingkungan

Dalam kegiatan percepatan tandur itu, Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko, bersama tamu undangan dan sejumlah kelompok tani (poktan) turun langsung menanam bibit padi. Dalam agenda tersebut, juga dibagikan bibit padi unggulan untuk membantu para petani menghadapi musim kemarau.

Selain ancaman iklim, sektor pertanian Ngawi juga dihadapkan pada target ambisius. Wabup Antok memaparkan, Kementerian Pertanian (Kementan) mematok target luasan panen di Ngawi pada tahun 2026 mencapai 169 ribu hektare.

Target ini menjadi tantangan tersendiri mengingat Luas Baku Sawah (LBS) yang dimiliki Kabupaten Ngawi sangat terbatas.

“Untuk mencapai target luasan panen tersebut, secara ideal kita membutuhkan paling tidak sekitar 60 ribu hektare LBS. Padahal, realita di Ngawi LBS kita hanya 49 ribu hektare,” ungkap Antok.

Untuk menyiasati keterbatasan lahan tersebut, Wabup Antok menyebut perlunya strategi konkret, salah satunya dengan mendongkrak Indeks Pertanaman (IP).

Berdasarkan data, IP padi di Ngawi saat ini mencapai 2,8, yang berarti dalam kurun waktu satu tahun, lahan sawah bisa dipanen nyaris tiga kali.

“Untuk mengejar target Kementan, IP ini harus ditingkatkan, disusul dengan peningkatan hasil panen per hektarenya.”

“Selain itu, kita perlu mengoptimalkan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk menjaga kesuburan tanah,” jelasnya.(amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Yuzar Rasyid Minta Warga Ajukan Sanggahan

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mendapati angka desil bantuan sosial tidak ...
HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...