Kamis
17 September 2026 | 1 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Antisipasi Kemarau Ekstrem, Pemkab Ngawi Petakan Sawah Rentan Terdampak dan Percepat Tandur 

IMG-20260423-WA0011_copy_706x499

NGAWI – Sejumlah langkah antipasi dilakukan Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam menghadapi ancaman kemarau ekstrem akibat badai El Nino Godzilla.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko di sela acara Gerakan Percepatan Tanam Padi Serempak se-Jatim di Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Kamis (23/4/2026).

Terkait ancaman kemarau terik akibat El Nino Godzilla, Wabup Antok menegaskan bahwa Pemkab Ngawi telah memetakan wilayah-wilayah yang paling rentan terdampak, khususnya area persawahan yang sangat bergantung pada pasokan air waduk (tadah hujan).

Pemetaan ini merupakan langkah antisipasi dini untuk meminimalkan risiko gagal panen (puso). Di sisi lain, pemanfaatan sumur pompa air tenaga listrik atau Electric for Farm (Elfarm) sebagai solusi pengairan di musim kemarau.

“Puncak kemarau ekstrem ini diprediksi terjadi pada bulan Juli hingga Agustus 2026. Melalui pemetaan wilayah dan tata kelola air yang tepat seperti pemanfaatan Elfarm, kita berupaya keras mengantisipasi potensi gagal panen akibat cuaca panas yang tinggi,” tandasnya.

Percepat tandur dan pertanian ramah lingkungan

Dalam kegiatan percepatan tandur itu, Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko, bersama tamu undangan dan sejumlah kelompok tani (poktan) turun langsung menanam bibit padi. Dalam agenda tersebut, juga dibagikan bibit padi unggulan untuk membantu para petani menghadapi musim kemarau.

Selain ancaman iklim, sektor pertanian Ngawi juga dihadapkan pada target ambisius. Wabup Antok memaparkan, Kementerian Pertanian (Kementan) mematok target luasan panen di Ngawi pada tahun 2026 mencapai 169 ribu hektare.

Target ini menjadi tantangan tersendiri mengingat Luas Baku Sawah (LBS) yang dimiliki Kabupaten Ngawi sangat terbatas.

“Untuk mencapai target luasan panen tersebut, secara ideal kita membutuhkan paling tidak sekitar 60 ribu hektare LBS. Padahal, realita di Ngawi LBS kita hanya 49 ribu hektare,” ungkap Antok.

Untuk menyiasati keterbatasan lahan tersebut, Wabup Antok menyebut perlunya strategi konkret, salah satunya dengan mendongkrak Indeks Pertanaman (IP).

Berdasarkan data, IP padi di Ngawi saat ini mencapai 2,8, yang berarti dalam kurun waktu satu tahun, lahan sawah bisa dipanen nyaris tiga kali.

“Untuk mengejar target Kementan, IP ini harus ditingkatkan, disusul dengan peningkatan hasil panen per hektarenya.”

“Selain itu, kita perlu mengoptimalkan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk menjaga kesuburan tanah,” jelasnya.(amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Tantri Bararoh Pimpin PA GMNI Kabupaten Malang, Komitmen Kawal Nasib Kaum Marhaen  

MALANG – Tantri Bararoh resmi memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional ...
KRONIK

Kawal Kasus Rudapaksa Disabilitas, Hj. Ansari PDIP Desak Pemulihan Mental Total bagi Korban

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Tulungagung Soroti Tingginya Silpa dan Perjuangkan Kelayakan Gaji PPPK

TULUNGAGUNG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung menyoroti tingginya SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan ...
SEMENTARA ITU...

Kediri Bidik Emas Senam Porprov 2027, Atlet Dibina Sejak Usia SD

KEDIRI — Kabupaten Kediri mulai mematangkan target prestasi cabang olahraga senam untuk menghadapi Porprov Jawa ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Dorong Perda Pesantren dan Madin Mulai Berlaku Maksimal 2027

TRENGGALEK – Peraturan daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Pesantren dan Madrasah Nonformal atau Madrasah ...
EKSEKUTIF

Terbukti Pungli Retribusi Sampah, Dua PPPK Paruh Waktu DLH Surabaya Diberhentikan

SURABAYA — Pemkot Surabaya memberhentikan dua pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu ...