Selasa
21 Juli 2026 | 7 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Musancab Trenggalek di Hari Kartini, Deni: Suara Perempuan Harus Didengar dalam Politik

pdip jatim 260421 dw 1

Deni Wicaksono menegaskan peran perempuan dalam Musancab PDIP Trenggalek dengan keterwakilan minimal 30 persen kepengurusan.

TRENGGALEK — Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono menegaskan penguatan peran perempuan menjadi bagian penting dalam konsolidasi PDI Perjuangan, dengan keterwakilan minimal 30 persen dalam struktur kepengurusan.

Penegasan itu disampaikan dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek yang digelar di Ballroom Hotel Hayam Wuruk, Selasa (21/4/2026), yang bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kartini.

Baca juga: Gus Ipin Minta PAC PDIP Trenggalek Turun Langsung Atasi Kemiskinan

Menurut Deni, keterlibatan perempuan bukan sekadar pelengkap, tetapi elemen strategis dalam membangun kehidupan politik yang inklusif dan berkeadilan.

“Momentum ini selaras dengan semangat Kartini, di mana perempuan harus hadir aktif dalam organisasi dan kehidupan sosial,” ujar Deni.

Ia menegaskan, komitmen partai terhadap pemberdayaan perempuan diwujudkan melalui kebijakan konkret, yakni memastikan keterwakilan perempuan minimal 30 persen di setiap kepengurusan.

“Ini bukti bahwa PDI Perjuangan memberi ruang nyata bagi perempuan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan,” tegas Wakil Ketua DPRD Jawa Timur itu.

Lebih lanjut, Deni menekankan bahwa politik tidak hanya dimaknai sebagai kontestasi kekuasaan, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan sosial, termasuk bagi perempuan.

“Banyak ruang kolaborasi sosial yang bisa diisi perempuan. Peran mereka sangat penting dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya mendengar suara perempuan, mengingat perannya yang besar dalam keluarga dan komunitas.

“Jumlah perempuan besar, maka suaranya harus didengar,” ujarnya.

Menurut Deni, perempuan—terutama sebagai ibu—memiliki posisi strategis sebagai ruang pertama dalam membentuk karakter generasi.

Karena itu, perempuan perlu dibekali perspektif yang kuat agar mampu memperjuangkan kepentingan diri dan kelompoknya.

“Perempuan harus punya pandangan dan memperjuangkan kepentingannya, karena dari mereka lahir generasi masa depan,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Pembangunan Pintu Air Kali Jagir

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...
HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...