JOMBANG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang secara resmi menerima hasil uji kompetensi dan psikotes calon pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Jombang. Penyerahan hasil tes tersebut ditindaklanjuti dengan rapat internal bersama jajaran pengurus DPC untuk menentukan komposisi struktural yang akan memimpin Partai di tingkat kecamatan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Jombang, Sumrambah, mengungkapkan, hasil psikotes tersebut menunjukkan tren positif, terutama dengan munculnya banyak figur muda dari Gen-Z yang turut berpartisipasi.
Hal ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa visi dan misi PDI Perjuangan semakin relevan dan mendapat tempat di hati generasi muda.
Selain fokus pada penguatan internal, PDI Perjuangan Jombang juga tengah mempersiapkan langkah strategis menindaklanjuti instruksi DPP Partai terkait antisipasi krisis global.
PDI Perjuangan Jombang berkomitmen mewujudkan kedaulatan pangan dengan menggalakkan penanaman tanaman pendamping beras.
Guna memastikan program ini berjalan efektif, Sumrambah menunjuk Wakabid Pertanian dan Peternakan DPC PDI Perjuangan Jombang, Bambang Suirman, sebagai koordinator program.
Ke depan, Bambang berencana memberikan pendampingan intensif bagi petani untuk menanam komoditas hortikultura seperti terong dan cabai di sejumlah titik strategis di wilayah Jombang.
Sumrambah, yang juga menjabat sebagai Ketua KTNA Jawa Timur menilai, langkah penanaman tanaman pendamping beras ini tidak hanya akan memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi solusi ekonomi bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan dunia.
“Program tanaman pendamping beras ini adalah langkah konkret untuk memastikan bahwa di tengah ancaman krisis global, dapur rakyat tetap bisa ngebul. Kita belajar dari pengalaman kenaikan harga cabai yang sangat tinggi beberapa waktu lalu,” ujar Sumrambah, Rabu (8/4/2026).
Sumrambah menegaskan, setiap gerak langkah Partai harus memberikan dampak nyata dan bernilai ekonomis bagi masyarakat luas, khususnya kaum Marhaen dan para petani.
“Paling tidak, program ini nantinya akan meringankan beban pengeluaran rumah tangga petani melalui tanaman pendamping padi, dan jika dikelola dengan serius, tentu akan menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi untuk menambah pendapatan keluarga,” pungkasnya. (fathir/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













