KEDIRI – Tasyakuran Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222 bertema “Kediri Berbudaya, Kediri Berdaya” digelar secara sederhana di lapangan belakang kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Sabtu (4/3/2026).
Prosesi tersebut diikuti jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta masyarakat. Berbeda dari tahun sebelumnya, kegiatan kali ini dipusatkan di lingkungan kantor Pemkab, bukan di Pendopo Panjalu Jayati.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menyebut pemilihan lokasi itu bertujuan menunjukkan kondisi terbaru perkantoran Pemkab yang kini telah kembali pulih.
“Supaya masyarakat yang bersilaturahmi bisa melihat kondisi Pemkab yang sekarang sudah semakin baik, bangunan juga sudah kembali berdiri,” ujarnya.
Diketahui, kompleks perkantoran Pemkab Kediri sempat mengalami kerusakan akibat aksi anarkis massa pada Agustus 2025. Momentum hari jadi ini pun dimaknai sebagai penyemangat untuk bangkit dengan tetap menjaga nilai kebersamaan dan jati diri daerah.
Rangkaian tasyakuran diawali dengan penyerahan santunan kepada penyandang disabilitas dan anak yatim oleh Bupati Dhito bersama istri, Eriani Annisa (Mbak Cicha), didampingi Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa serta Forkopimda.
Meski digelar sederhana, Mas Dhito menegaskan esensi peringatan hari jadi tetap terjaga, salah satunya melalui pembacaan Prasasti Harinjing sebagai cikal bakal Hari Jadi Kabupaten Kediri.
Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan gunungan hasil bumi dari bupati kepada wakil bupati sebagai simbol sinergi dan kerukunan pimpinan daerah.
“Harapan kami, di usia ke-1222 ini Kediri tetap menjadi daerah yang guyub rukun, ayem tentrem, gemah ripah loh jinawi,” tandasnya. (putera/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










