KOTA PROBOLINGGO –Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan santunan bagi puluhan anak yatim.
Acara tersebut berlangsung di Gedung Paseban Sena, Jalan Suroyo, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, pada Rabu (11/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus partai dari tingkat DPD, Dewan Pimpinan Cabang (DPC), hingga Pengurus Anak Cabang (PAC) dari Kota dan Kabupaten Probolinggo.
Peringatan Nuzulul Qur’an ini menjadi momentum bagi kader partai untuk memperingati turunnya kitab suci Al-Qur’an sekaligus mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadan.
Rangkaian acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars PDI Perjuangan, dan Hymne PDI Perjuangan. Puncak acara diisi dengan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial partai.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, tausiyah keagamaan, serta diakhiri dengan doa dan buka puasa bersama.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua Bidang Reformasi Hukum Nasional DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sekaligus Koordinator Wilayah Dapil III, Andri Wahyudi.
Turut hadir pula Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo Tommy Wahyu Prakoso dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo Khairul Anam beserta jajaran pengurus partai.
Dalam sambutannya, Tommy Wahyu Prakoso menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang telah mempercayakan Kota Probolinggo sebagai tuan rumah.
“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan semakin mempererat kebersamaan antar kader partai,” ujarnya.
Senada dengan itu, Khairul Anam menilai kegiatan tersebut menjadi sarana efektif untuk memperkuat hubungan antarstruktur partai sekaligus meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat luas.
Sementara itu, Andri Wahyudi dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan acara yang dinilainya berlangsung dengan baik.

Ia juga menyoroti kemasan acara yang turut menampilkan unsur budaya, seperti pertunjukan bantengan dan pelepasan burung merpati. Pelepasan burung merpati dimaknai sebagai simbol kebebasan dan semangat perjuangan.
Acara inti peringatan Nuzulul Qur’an diisi dengan tausiyah oleh Ketua PCNU Kraksaan, KH Chafidzul Hakiem Noer.
Dalam ceramahnya, ia mengupas peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira serta menekankan pentingnya nilai kasih sayang, kepedulian sosial, dan saling membantu antar sesama.
Peringatan Nuzulul Qur’an dan santunan anak yatim yang digelar PDI Perjuangan Jatim berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.
Rangkaian acara resmi ditutup dengan doa bersama yang kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama seluruh tamu undangan dan kader partai yang hadir. (drw/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













