BANYUWANGI – Merajut silaturahmi dan kebersamaan di Bulan Ramadan, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi menggelar buka bersama (bukber) puasa dirangkai santunan anak yatim piatu di Kantor DPC PDI Perjuangan setempat, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Rabu (4/3/2026).
Hadir dalam acara bukber yang penuh kehangatan, Wakabid Pemerintahan, Otonomi Daerah DPD PDI Perjuangan Jatim sekaligus Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Banyuwangi, H. Mujiono, jajaran DPC PDI Perjuangan Banyuwangi serta Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB) PAC PDI Perjuangan se-Banyuwangi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ana Aniati, mengatakan, bukber bukan sekadar tentang mengisi perut setelah seharian berpuasa, tetapi juga merupakan sarana untuk memperkuat tali silaturahmi, menumbuhkan semangat gotong royong, dan memperdalam nilai-nilai kemanusiaan.
“Karena itu, mari kita sambut momen buka bersama dengan hati yang terbuka dan penuh rasa syukur, serta jadikan tradisi ini sebagai ajang untuk merajut hubungan yang lebih erat dengan sesama,” ujar Ana.
Ana juga mengajak pengurus, kader maupun anggota fraksi memanfaatkan Ramadan untuk meningkatkan jiwa sosial, dengan cara berbagi dan membantu sesama agar dapat meningkatkan keimanan dan mendapatkan pahala Bulan Ramadan.
“Di Bulan Ramadan ini, kita di instruksikan untuk melaksanakan kegiatan sosial berbagi sembako, takjil kepada warga sekitar kita untuk mempererat hubungan antara Partai dan masyarakat sekaligus memaknai Ramadan sebagai bulan berbagi,” jelasnya.
Sementara pengampu Dapil 4 Jatim, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan pesan penguatan organisasi. Ia mengajak seluruh jajaran PDI Perjuangan Banyuwangi memanfaatkan momentum Ramadan sebagai waktu refleksi dan konsolidasi struktur.
“Di momentum Ramadan ini, saya mengajak seluruh jajaran PDI Perjuangan Banyuwangi untuk kembali menguatkan barisan dan menjaga soliditas. Fokus kita sekarang adalah membangun kekuatan internal demi kejayaan Partai di masa depan,” ujar Ipuk.
Ipuk juga mengajak kader PDI Perjuangan untuk menggali kembali dan meneladani pemikiran serta keislaman Bung Karno yang dikenal memiliki api keislaman kebangsaan yang kuat.
“Dengan meneladani keislaman Bung Karno, kader PDIP diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial, meningkatkan semangat persatuan, dan menjalankan politik yang berlandaskan nilai-nilai ketuhanan serta kebangsaan,” jelasnya.
Kegiatan buka bersama puasa Ramadan PDI Perjuangan Banyuwangi ditutup dengan tausiah KH. Saleh, yang membawakan pesan religius. (ars/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












