BLITAR — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dinilai menjadi contoh konkret bagaimana sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Blitar, Rijanto saat menghadiri kegiatan Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-127 Tahun Anggaran 2026 di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Selasa (3/3/2026).
Menurut Rijanto, pembangunan desa tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan pembangunan. TMMD menjadi contoh konkret bagaimana sinergi itu diwujudkan dalam kerja nyata,” ujarnya.
Melalui program TMMD ke-127, berbagai pembangunan fisik dilakukan di Desa Krisik. Di antaranya pembangunan rabat jalan, pembangunan jembatan, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), jambanisasi, serta pembuatan sumur untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat.

Selain pembangunan fisik, kegiatan nonfisik juga menjadi bagian dari program tersebut, seperti pemberian paket makanan bagi anak stunting, penanaman pohon, serta berbagai kegiatan penyuluhan kepada masyarakat.
Wakil Komandan Satgas TMMD ke-127, Mayor Inf. Imam Suyoso, yang juga menjabat sebagai Kasdim 0808 Blitar, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan mempercepat pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mendukung peningkatan perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Brigjen TNI Raja Benny Arifin selaku Ketua Tim Wasev menegaskan bahwa TMMD merupakan program nasional yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
Melalui pengawasan dan evaluasi yang dilakukan secara berkala, diharapkan seluruh sasaran program dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Rijanto berharap evaluasi yang dilakukan melalui kegiatan Wasev dapat menjadi bahan perbaikan agar pelaksanaan TMMD ke depan semakin efektif dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita optimistis pembangunan desa dapat berjalan lebih cepat dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkas politisi PDI Perjuangan tersebut. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










