MAGETAN – Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan yang juga anggota DPRD Propinsi Jawa Timur Diana AV Sasa, menyampaikan peringatan serius kepada Pemerintah Kabupaten Magetan menyusul banjir di enam titik dan satu peristiwa longsor akibat hujan deras pada Selasa (3/3/2026) malam.
Menurut Diana, kejadian ini tidak boleh dipandang sebagai peristiwa rutin musiman. Enam titik banjir di kawasan Ngariboyo, Selosari, hingga sekitar SMKN 2 Magetan menunjukkan perlunya evaluasi serius terhadap sistem drainase dan pengelolaan aliran air.
“Kalau hujan beberapa jam saja sudah menyebabkan luapan di banyak titik, artinya ada persoalan struktural. Ini bukan hanya soal cuaca, tetapi juga soal perencanaan, pemeliharaan, dan pengawasan,” tegas Diana Sasa yang turun langsung ke lokasi banjir di Magetan.
Ia meminta Pemkab melalui BPBD Kabupaten Magetan dan Dinas PUPR Kabupaten Magetan segera melakukan audit menyeluruh terhadap drainase, irigasi, serta titik rawan longsor. Normalisasi saluran yang tersumbat sampah, sedimentasi, dan perbaikan talud harus diprioritaskan.
Diana juga menyoroti potensi bahaya longsor di wilayah pegunungan yang mengancam rumah warga. Ia meminta penanganan cepat dan langkah mitigasi jangka panjang agar tidak menimbulkan korban.
Lebih jauh, Diana menegaskan bahwa DPC tidak akan berhenti pada peringatan moral semata. Ia menyatakan akan menginstruksikan Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Magetan untuk menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal, khususnya terhadap alokasi dan penggunaan anggaran yang berkaitan dengan penanganan banjir, perbaikan drainase, serta pembangunan infrastruktur pengendali air.
“Saya akan minta fraksi memastikan dana-dana yang dialokasikan untuk urusan kebencanaan dan pembangunan infrastruktur benar-benar tepat sasaran.”
“Pengawasan terhadap kinerja mitra komisi pembangunan harus diperketat. Kita tidak ingin ada anggaran yang besar di atas kertas, tetapi dampaknya tidak terasa di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, fungsi pengawasan DPRD harus hadir untuk memastikan kerja OPD berjalan efektif dan akuntabel, terutama dalam situasi yang menyangkut keselamatan warga.
Imbauan untuk Masyarakat
Selain memberi peringatan kepada pemerintah daerah, Diana juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan disiplin menjaga lingkungan.
“Kami mengajak warga tidak membuang sampah ke saluran air. Banyak kejadian luapan terjadi karena penyumbatan. Ini tanggung jawab bersama,” katanya.
Ia juga meminta warga di wilayah lereng dan dekat saluran irigasi untuk waspada terhadap potensi longsor susulan selama curah hujan masih tinggi.
“Pemerintah harus bergerak cepat dan serius. Masyarakat juga harus peduli. Jangan sampai setiap musim hujan kita hanya mengulang kejadian yang sama tanpa pembenahan nyata,” katanya.(rud/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











