Rabu
21 Oktober 2026 | 3 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bangkit dari Peringkat 386 Nasional, PDIP Bondowoso Dorong Hidupkan Gerakan Rakyat Peduli Sampah

pdip-portal-1772548165751

BONDOWOSO – Peringkat 386 dari 420 kabupaten/kota dalam indeks kinerja pengelolaan sampah nasional 2025 menjadi tamparan bagi Kabupaten Bondowoso. Namun, kondisi itu justru didorong menjadi momentum kebangkitan melalui gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen, terutama komunitas pegiat lingkungan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Sinung Sudrajad, menilai persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Menurutnya, pembenahan harus dimulai dari gerakan kolektif yang menghidupkan kembali semangat gotong royong masyarakat.

“Ini bukan sekadar soal angka peringkat. Ini soal masa depan lingkungan dan kesehatan masyarakat kita. Kalau semua elemen bergerak, Bondowoso bisa bangkit,” ujar Sinung, Selasa (3/3/2026).

Wakil Ketua DPRD Bondowoso itu menegaskan pentingnya melibatkan komunitas pegiat lingkungan sebagai ujung tombak perubahan perilaku masyarakat.

Ia menyebut kelompok seperti Sarkaspace dan komunitas lain memiliki daya gerak sosial yang kuat hingga ke tingkat akar rumput.

“Mereka bergerak karena kepedulian, bukan karena anggaran. Energi seperti ini harus dirangkul dan difasilitasi. Inilah esensi gotong royong yang menjadi jati diri kita,” tegasnya.

Bangkit dari Hulu

Data DLH menunjukkan skor Bondowoso berada di angka 20,86, dengan kontribusi terbesar berasal dari rendahnya pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Bagi Sinung, kondisi tersebut justru menjadi titik awal perubahan.

“Kalau sumber masalahnya di hulu, maka gerakan edukasi dan penyadaran harus dimulai dari rumah tangga. Pemerintah desa, kecamatan, komunitas, semuanya bisa menjadi agen perubahan,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar regulasi pengelolaan sampah yang sudah ada tidak berhenti sebagai formalitas administratif. Menurutnya, perda dan perbup harus dihidupkan melalui aksi nyata di lapangan.

“Regulasi tanpa gerakan hanya jadi dokumen. Yang kita butuhkan sekarang adalah aksi dan inovasi,” ujarnya.

Target 200 Besar Nasional

Sinung optimistis, jika gerakan ini dijalankan secara masif dan berkelanjutan, Bondowoso mampu memperbaiki posisinya secara signifikan, bahkan menembus 200 besar nasional.

“Jangan sampai Bondowoso dilekatkan sebagai daerah dengan tata kelola sampah terburuk. Justru dari posisi ini kita bisa membuktikan bahwa Bondowoso mampu bangkit melalui kekuatan rakyatnya,” pungkasnya. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Banyuwangi Gelar Rembug Santri, Ruang Jaring Aspirasi Generasi Pesantren

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus berupaya menghadirkan program pembangunan yang inklusif ...
EKSEKUTIF

2027, Alur Pelayanan Seluruh Puskesmas Surabaya Diselaraskan dengan Rumah Sakit

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menyelaraskan alur pelayanan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat ...
LEGISLATIF

Minta Tak Ada Pungutan Pemakaman, Kaji Ipuk: Jangan Bebani Keluarga Berduka

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta pengelola tempat pemakaman umum (TPU) tidak melakukan ...
LEGISLATIF

Indi Naidha Prihatin Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat Jember

JEMBER – Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, menyoroti dugaan kekerasan terhadap tiga siswa Sekolah ...
KRONIK

Gus Falah Desak Kasus Penganiayaan Terhadap Kepsek Lamongan Diusut Tuntas

LAMONGAN – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil X (Lamongan-Gresik), Nasyirul Falah Amru yang akrab ...
EKSEKUTIF

Bupati Blitar Dorong Santri Percaya Diri dan Berani Tampil Lewat Lomba Pidato

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri terus mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, ...