MADIUN — Menjelang waktu berbuka puasa, halaman Mushola Zamizami di Kelurahan Pandean, Kota Madiun, mulai dipenuhi anak-anak dan warga sekitar.
Tawa kecil terdengar bersahutan, sementara para pengurus ranting sibuk menyiapkan paket takjil yang akan dibagikan. Suasana sederhana itu menghadirkan kehangatan khas Ramadan—kebersamaan yang tumbuh dari kepedulian.
Semangat berbagi tersebut ditunjukkan kader dan pengurus Ranting PDIP Pandean melalui kegiatan pembagian takjil yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama warga dan anak-anak, Jumat (27/3/2026).
Baca juga: Hadapi Era Digital, DPC PDIP Kota Madiun Bentuk Unit Media
Sejak sore hari, kader ranting membagikan takjil kepada masyarakat sekitar mushola. Setelah adzan magrib berkumandang, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Madiun, Sutardi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian kader di tingkat akar rumput, terutama dalam memaknai Ramadan sebagai momentum memperkuat empati sosial.

“Ramadan mengajarkan kita tentang empati dan kepedulian. Kader PDI Perjuangan harus mampu menerjemahkan nilai itu dalam tindakan nyata. Berbagi dengan anak-anak dan warga sekitar adalah bentuk sederhana, tetapi memiliki makna besar,” ujarnya.
Menurut Sutardi, aktivitas sosial yang dilakukan di lingkungan mushola dan permukiman warga mencerminkan politik kerakyatan yang menjadi napas perjuangan partai. Ia menegaskan bahwa keberadaan partai harus selalu dekat dengan masyarakat, terutama kalangan kecil.
“Partai harus selalu membumi. Kehadiran kader harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari konsistensi perjuangan,” tegas Wakil Ketua DPRD Kota Madiun itu.
Keceriaan tampak jelas dari anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut. Selain menjadi ajang berbagi, momen buka puasa bersama juga mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus memperkuat soliditas kader di tingkat ranting.
Menjelang malam, kebersamaan yang terjalin di Mushola Zamizami menjadi gambaran sederhana bagaimana Ramadan dimaknai melalui aksi nyata—berbagi, mempererat hubungan sosial, dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, DPC PDI Perjuangan Kota Madiun berharap nilai kepedulian sosial terus tumbuh dan hubungan harmonis antara kader serta masyarakat di Kelurahan Pandean semakin kuat.(ahm/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










