MAGETAN – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Novita Hardini melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, Rabu (11/2/2026).
Dalam pemaparannya, Novita menegaskan Empat Pilar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika–bukan sekadar materi hafalan, melainkan nilai yang harus hadir dalam cara berpolitik dan melayani rakyat.
Ia menekankan gotong royong sebagai napas perjuangan yang harus terus dirawat.
Kantor Partai Ramah Gen-Z
Momentum sosialisasi ini sekaligus menguatkan agenda transformasi Kantor DPC PDI Perjuangan Magetan agar menjadi rumah perjuangan yang lebih terbuka, inklusif, dan ramah anak muda.
Novita Hardini menegaskan transformasi kantor harus menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan akar ideologi.
“Kantor partai tidak boleh kaku dan eksklusif. Harus ramah anak muda: ada ruang dialog, ruang kreatif, dan ruang layanan aspirasi. Anak muda itu butuh tempat aman untuk bertanya, berdiskusi, menyusun gagasan, lalu bergerak bersama,” ujar Novita.
Dia menambahkan, transformasi dapat diwujudkan melalui penataan ruang yang sederhana namun fungsional.
“Di kantor partai mesti ada ruang seperti pojok diskusi, kelas kader, pojok baca-literasi, ruang kreatif untuk konten dan desain, ruang konsultasi, dan layanan aduan warga. Jadi terbuka untuk komunitas begitu,” urainya.
Bukan Proyek Komestik
sementara itu Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan, Diana Sasa, menyampaikan transformasi kantor bukan proyek kosmetik, melainkan perubahan cara partai hadir di tengah masyarakat.
“Kantor partai harus punya wajah yang ramah anak muda: terbuka, hangat, tempat ide tumbuh, tempat warga berani datang dan bicara. Kita ingin kantor DPC jadi ruang belajar kebangsaan, ruang advokasi, sekaligus ruang kolaborasi untuk kerja-kerja sosial,” tegas Diana.

Diana juga menyampaikan apresiasi atas dukungan gotong royong lintas kader dan petugas partai.
“Saya berterima kasih atas atensi Mbak Novita dan Mas Ipin, serta gotong royong dana yang ikut menguatkan proses transformasi kantor DPC Magetan. Ini bukti bahwa PDI Perjuangan bekerja dengan spirit kolektif, dari pusat hingga akar rumput,” ujarnya.
Selain Novita, Diana menambahkan bahwa sebelumnya Budi Sulistyono (Kanang)—Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Timur VII—bersama tim pendamping dapil juga telah turut bergotong royong mendukung penguatan kantor partai sebagai pusat pelayanan rakyat.
Transformasi kantor DPC Magetan diarahkan untuk memperkuat fungsi partai sebagai ruang pelayanan publik dan pusat gerakan kerakyatan, dengan penekanan pada keterbukaan, aksesibilitas, dan kegiatan yang dekat dengan kebutuhan warga, termasuk generasi muda.
Mengangkat Kebudayaan Lokal
Di tengah diskusi itu hadir Mochamad Nur Arifin, Bupati Trenggalek sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek.
Nur Arifin berbagi pengalaman Trenggalek membangun Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) hingga dikenal luas. Ia menuturkan bahwa jaranan bukan sekadar tontonan rakyat, melainkan identitas budaya yang punya potensi mendunia.
“Setiap negara punya tarian bertema kuda dengan karakter dan pakemnya masing-masing. Kenapa kita tidak mempertemukan mereka dalam satu panggung? Dari situ kita belajar, berjejaring, dan menunjukkan bahwa tradisi kita bisa berdialog dengan dunia,” ujar Mas Ipin, panggilan akrab Nur Arifin. (rud/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













