Rabu
15 Juli 2026 | 11 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Yani Dampingi Kepulangan Tiga Anak PMI Asal Gresik

IMG-20260211-WA0001

GRESIK – Tangis haru mewarnai kepulangan tiga anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gresik ke tanah air.

Setelah bertahun-tahun hidup dan tumbuh besar di luar negeri, ketiganya akhirnya kembali ke kampung halaman orang tua mereka, Senin (9/2/2026), dengan pendampingan penuh dari negara.

Kepulangan tersebut difasilitasi Pemerintah Kabupaten Gresik dan didampingi langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sejak dari negara asal hingga tiba dengan aman di Indonesia.

Bagi ketiga anak tersebut, perjalanan ini bukan sekadar pulang, tetapi juga menjadi pertemuan pertama dengan tanah kelahiran yang selama ini hanya mereka kenal melalui cerita keluarga.

Pemerintah Kabupaten Gresik memastikan seluruh proses kepulangan berjalan aman, manusiawi, dan penuh perlindungan sebagai bentuk nyata kehadiran negara bagi keluarga PMI.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Gresik dalam memberikan perlindungan kepada PMI dan keluarganya.

Saat ini, jumlah PMI asal Gresik tercatat sekitar 5.700 orang yang tersebar di berbagai kecamatan. Bupati Yani menegaskan bahwa anak-anak PMI tidak boleh menjadi pihak yang menanggung dampak dari proses migrasi orang tua mereka.

“Anak-anak tidak boleh menjadi korban jarak dan migrasi. Mereka harus pulang dengan aman, terlindungi, dan memiliki masa depan yang jelas,” tegas Bupati Yani.

Setibanya di tanah air, ketiga anak tersebut dijemput oleh Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik bersama OPD terkait, camat, serta perangkat desa.

Tahapan selanjutnya difokuskan pada pendampingan psikososial dan konseling untuk membantu proses adaptasi, mengingat mereka lahir dan besar di luar negeri.

Pemkab Gresik juga menyiapkan rumah singgah apabila diperlukan, agar proses adaptasi berjalan aman dan nyaman. Selain itu, pemerintah daerah akan memproses dokumen kependudukan agar anak-anak tersebut dapat mengakses pendidikan formal serta layanan kesehatan secara layak.

Adapun tiga anak PMI yang dipulangkan yakni MI (12) dan SY (8), warga Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, serta HA (11), warga Desa Siwalan, Kecamatan Panceng. Ketiganya telah diserahkan kepada keluarga masing-masing dengan pendampingan pemerintah daerah.

Rasa syukur disampaikan Siti Khotimah (50), orang tua HA. Ia mengaku tidak pernah menyangka kepulangan anaknya akan didampingi langsung oleh Bupati Gresik.

“Alhamdulillah, senang sekali akhirnya HA bisa pulang. Tidak menyangka kepulangannya bersama Pak Bupati,” tuturnya.

Bupati Yani menjelaskan bahwa kepulangan tiga anak PMI ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Gresik dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.

Kabupaten Gresik sendiri memiliki tujuh kantong besar PMI, yakni Kecamatan Panceng, Ujungpangkah, Sidayu, Dukun, Pulau Bawean (Sangkapura dan Tambak), serta Manyar.

“Kami hadir memberikan pelayanan publik, salah satunya perlindungan bagi anak-anak pekerja migran,” ujarnya.

Ia menambahkan, fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan anak-anak PMI mendapatkan pendidikan formal yang layak di tanah air.

Mulai dari pencatatan kependudukan oleh Dispendukcapil, pemenuhan hak sosial dan kesehatan, hingga akses pendidikan. Selama berada di luar negeri, sebagian anak PMI hanya mengakses pendidikan nonformal berbasis komunitas.

Upaya ini merupakan implementasi Program Prioritas Nawakarsa melalui skema BUMI Gresik (Peduli Buruh Migran Gresik) yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Gresik.

Program tersebut mengorkestrasi perlindungan PMI secara lintas sektor dengan melibatkan Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas KBPPPA, Dispendukcapil, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

“Ini baru awal. Prosesnya masih panjang karena masih banyak anak PMI lain yang menunggu kepulangan. Pemerintah daerah akan terus berkomunikasi dengan KBRI di Kuala Lumpur agar kehadiran negara benar-benar dirasakan, tidak hanya saat warganya bekerja di luar negeri, tetapi juga saat keluarga mereka membutuhkan perlindungan dan kepastian masa depan,” pungkas Bupati Yani. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Minta Peningkatan PAD Tak Membebani Rakyat

DPRD Kabupaten Trenggalek meminta pemerintah daerah meningkatkan PAD secara kreatif tanpa membebani masyarakat, ...
EKSEKUTIF

Harga Telur dan Daging Ayam di Ngawi Merangkak Naik, Pemkab Gelar Pasar Murah

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah menjaga stabilitas harga ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Mulai Musran dan Musanran, Diana Sasa: Panaskan Mesin Partai, Perkuat Pengabdian Untuk Rakyat

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan resmi memulai pelaksanaan Musyawarah Ranting ...
KABAR CABANG

DPRD Jember Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Fiskal di Tengah Berkurangnya Transfer Pusat

DPRD Jember mulai mengkaji penerapan obligasi daerah atau municipal bond sebagai alternatif pembiayaan pembangunan ...
KRONIK

Perkuat Sinergitas Antarlembaga, Komisi I DPRD Banyuwangi Kunker ke Lapas

BANYUWANGI – Komisi I DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Banyuwangi ...
KRONIK

Gen Z dan Karang Taruna Motor Ekonomi Kreatif Kampung, Anas: Beri Kesempatan Seluas-luasnya

SURABAYA – Generasi muda dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Karang ...