Senin
03 Agustus 2026 | 12 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

HPN 2026, Ketua DPRD Nganjuk Tekankan Pentingnya Kompetensi dan Objektivitas Pers

IMG-20260210-WA0017_copy_713x486

NGANJUK — Sinergi antara pemerintah daerah dan media massa menjadi elemen krusial dalam mengawal tata kelola pemerintahan yang transparan.

Dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono, mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia pers melalui sertifikasi kompetensi.

​Dalam tasyakuran yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nganjuk, Senin (9/2/2026), Tatit menegaskan bahwa peningkatan kapasitas jurnalis melalui Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) merupakan kebutuhan mendesak.

​”Kami mendorong agar kompetensi rekan-rekan media benar-benar ditingkatkan. Tujuannya agar lahir insan pers yang profesional, proporsional, dan objektif dalam menyajikan informasi kepada publik,” ujar Tatit dalam sambutannya di Nganjuk.

​Pilar Pengawas Tata Kelola
​Menurut Tatit, jurnalisme yang berkualitas adalah mitra strategis bagi lembaga legislatif maupun eksekutif.

DPRD Nganjuk, lanjutnya, membutuhkan masukan dan kontrol sosial dari media untuk melakukan perbaikan tata kelola pemerintahan di daerah tersebut.

​Ia menilai, tanpa kompetensi yang mumpuni, peran pers sebagai salah satu pilar demokrasi tidak akan berjalan optimal. Informasi yang akurat dan berimbang sangat dibutuhkan agar masyarakat mendapatkan edukasi yang benar mengenai program pembangunan daerah.

​”Kami di DPRD sangat mengharapkan masukan. Hal ini penting sebagai bahan evaluasi demi perbaikan tata kelola pemerintah yang ada di Nganjuk,” tambah politisi PDI Perjuangan tersebut.

​Memperkuat Komunikasi
​Selain aspek kompetensi teknis, Tatit juga menggarisbawahi pentingnya menjaga koordinasi antara PWI dan DPRD Nganjuk. Sinergi ini diharapkan mampu memperpendek jarak antara kebijakan pemerintah dengan aspirasi yang berkembang di akar rumput.

​”Kolaborasi yang baik akan menjadi jembatan efektif dalam menyampaikan aspirasi masyarakat,” tuturnya.

​Momentum HPN 2026 ini diharapkan menjadi titik balik bagi penguatan integritas pers di Nganjuk. Dengan sertifikasi yang terstandarisasi, para wartawan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam melawan misinformasi serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah yang lebih inklusif.(eng/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

HUT ke-11 Asosiasi BPD, Erma Harap Semakin Solid dan Inspiratif

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengucapkan selamat HUT ke-11 ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Temui Sopir Angkot Malang, Dewanti Dorong Dialog Cari Solusi Trans Jatim Koridor II

DPRD Jatim akan menemui sopir angkot Malang Raya yang menolak Trans Jatim Koridor II. Dewanti Rumpoko mendorong ...
LEGISLATIF

Anton Kusumo Minta Penilaian Desil Bansos Berdasarkan Kondisi Ekonomi Riil Keluarga

MADIUN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun, Anton Kusumo, meminta pemerintah mengevaluasi mekanisme ...
SEMENTARA ITU...

Fatatoh Ajak Pemuda Muhammadiyah Bangun Budaya Politik Berbasis Integritas

Anggota DPRD Kabupaten Blitar Fatatoh Hironi Ulya mengajak Pemuda Muhammadiyah membangun budaya politik yang ...
LEGISLATIF

Andy Firasadi Minta Langkah Luar Biasa Putus Peredaran Narkoba di Jawa Timur

SURABAYA – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Andy Firasadi, mendesak pemerintah bersama aparat penegak hukum ...
KRONIK

Bupati Lukman Sambut Gembira Peluncuran STAIM Bangkalan, Momentum Tingkatkan IPM

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, meresmikan peluncuran Sekolah Tinggi Agama Islam Al Muhsiny (STAIM) di ...