Sabtu
12 September 2026 | 9 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bahas AI dan Ketahanan Pangan, Nila Yani Contohkan Nelayan Jepang Gunakan untuk Deteksi Pergerakan Ikan

IMG-20260203-WA0023_copy_1040x693

GRESIK – Anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) harus berpijak pada nilai perjuangan dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

Penegasan tersebut disampaikannya dalam Kunjungan Kerja Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ke IPB University, dalam rangka pembahasan implementasi AI untuk mendukung ketahanan pangan nasional, yang juga menjadi bagian dari sepuluh quick wins Pemerintah saat ini.

Nila Yani menyoroti kondisi ribuan nelayan kecil di wilayah pesisir yang hingga kini masih hidup dalam ketidakpastian. Mereka menghadapi cuaca ekstrem, tingginya biaya operasional melaut, serta fluktuasi hasil tangkapan, namun sering tertinggal dalam arus transformasi teknologi.

“Bagi kami di PDI Perjuangan, teknologi bukan tujuan akhir. Teknologi adalah alat perjuangan. Artificial Intelligence harus hadir sebagai alat pembebasan rakyat, bukan justru menciptakan kesenjangan baru yang menjauhkan nelayan kecil dari kesejahteraan,” tegas Nila Yani.

Ia menuturkan bahwa daerah pemilihannya memiliki kawasan pesisir yang luas dengan ribuan nelayan kecil yang menggantungkan hidup pada laut. Kondisi tersebut membuat isu pemanfaatan AI, khususnya di sektor perikanan, menjadi perhatian utamanya.

“Ketika kita berbicara Artificial Intelligence, fokus saya jelas: sektor perikanan dan dampaknya bagi nelayan kecil. Apakah itu melalui e-logbook, fish technology, maupun inovasi lainnya, pertanyaan mendasarnya sederhana: apakah teknologi ini benar-benar membantu nelayan?,” ujarnya.

Menurut Nila, pembahasan AI tidak boleh berhenti pada kecanggihan sistem dan algoritma semata, tetapi harus menjawab persoalan nyata di lapangan. Teknologi harus mampu membuat nelayan lebih aman melaut, lebih efisien bekerja, dan lebih berdaulat atas kehidupannya sendiri.

Ia kemudian mencontohkan praktik di Jepang, di mana AI dimanfaatkan untuk memprediksi pergerakan ikan melalui data suhu laut, arus, dan histori tangkapan. Informasi tersebut kemudian diterjemahkan menjadi rekomendasi sederhana yang mudah dipahami nelayan.

“Pendekatan seperti ini menunjukkan teknologi yang berpihak dan membumi. Teknologi yang sejati adalah teknologi yang membebaskan. Seperti ajaran Bung Karno, kemajuan harus berjalan seiring dengan keadilan sosial,” kata politisi muda tersebut.

Nila Yani menegaskan bahwa arah perjuangan kebijakan DPR RI Komisi VII bersama Fraksi PDI Perjuangan adalah memastikan negara memprioritaskan pengembangan AI yang berdampak langsung bagi nelayan kecil.

Di antaranya melalui sistem prediksi cuaca dan potensi tangkapan yang mudah dipahami, pencatatan hasil tangkapan yang sederhana dan tidak memberatkan, serta transparansi informasi pasar agar posisi tawar nelayan semakin kuat.

Ia juga mendorong peran aktif dunia akademik, khususnya IPB University, untuk menjadi mitra strategis negara dalam memilah dan mengembangkan teknologi AI yang layak didorong melalui kebijakan serta anggaran negara.

“Keberhasilan AI di sektor perikanan bukan diukur dari seberapa canggih teknologinya, tetapi dari ukuran yang sederhana: apakah nelayan kecil hidupnya lebih aman, bebannya lebih ringan, dan masa depannya lebih pasti. Inilah makna negara hadir dan berjuang bersama rakyat,” pungkasnya.

Melalui momentum ini, Nila Yani berharap transformasi AI di sektor perikanan dapat menjadi bagian dari jalan panjang perjuangan menuju ketahanan pangan nasional yang berdaulat, sekaligus mendorong keberlanjutan dan kemandirian pangan lokal. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dilema Air di Perumahan Elit, DPRD Surabaya Minta PDAM Segera Negosiasi dengan Pengembang

SURABAYA – Temuan adanya tiga perusahaan pengembang raksasa di Surabaya, termasuk kawasan hunian papan atas, ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Rp5 Juta per RW Jangan Habis untuk Seremoni, Harus Jadi Penghasilan Gen Z

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anggaran kegiatan Generasi Z (Gen Z) sebesar Rp5 juta per RW ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Minta Pemkot Surabaya Jemput Bola Data Desil, Jangan Tunggu Warga Mengadu

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta Pemkot jemput bola memperbarui data desil agar bantuan pendidikan dan ...
KRONIK

Ketua HKTI Magetan Suarakan Aspirasi Petani dan Tekankan Regenerasi di Rakerda HKTI Jatim

MAGETAN — Anggota DPRD Magetan dari PDI Perjuangan sekaligus Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ...
LEGISLATIF

Tunjang Kinerja Bamag Gresik, Nila Yani Serahkan Bantuan Perlengkapan Operasional

GRESIK – Dukungan terhadap penguatan pelayanan dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Gresik terus dilakukan. ...
KRONIK

Budi Leksono Desak PDAM Modernisasi Alat demi Jamin Kualitas Air Warga

SURABAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mendesak PDAM Surya Sembada segera melakukan ...