Sabtu
07 November 2026 | 12 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soroti Darurat Literasi Nasional, Novita Hardini: Penyiaran Publik Jangan Sekadar Seremonial

pdip jatim 260129 nh

JAKARTA — Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menyoroti krisis kualitas sumber daya manusia (SDM) dan rendahnya tingkat literasi nasional yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Hal itu disampaikannya dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI dengan TVRI, RRI, dan LKBN Antara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Novita menegaskan sektor-sektor strategis yang menjadi mitra Komisi VII, seperti industri, pariwisata, ekonomi kreatif, dan media publik, kini menghadapi tantangan serius pada kualitas SDM.

“Industri hari ini menghadapi situasi darurat kekurangan SDM berkualitas. Karena itu saya mempertanyakan sejauh mana sinkronisasi TVRI dan RRI dengan kebutuhan darurat literasi nasional. Apakah fungsi edukasi masih benar-benar dijalankan?” kata Novita.

Politisi muda PDI Perjuangan ini menilai fungsi edukasi penyiaran publik mengalami penurunan, terlihat dari minimnya minat generasi muda terhadap program pendidikan dibandingkan konten hiburan singkat di platform digital.

“Dulu menonton TVRI atau mendengarkan RRI itu menyenangkan sekaligus mencerdaskan. Sekarang, kenapa program edukasi negara kalah bersaing?” ujarnya.

Legislator asal Trenggalek itu mendorong TVRI dan RRI tidak hanya menyiarkan program seremonial atau pemberitaan jangka pendek, tapi terintegrasi dengan Kementerian Pendidikan dan guru di daerah. Dia mengusulkan pembentukan kurikulum edukasi publik yang dapat diakses masyarakat, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan.

“Penyiaran publik harus berdampak. Bukan sekadar melaporkan acara, tapi ikut meningkatkan kualitas pendidikan di daerah,” tegasnya.

Novita juga mengungkapkan keprihatinan atas laporan akademisi mengenai rendahnya tingkat literasi pelajar. Dia menyebut kemampuan berpikir sebagian siswa SMA dinilai setara dengan siswa sekolah dasar.
“Kalau kualitas SDM seperti ini, bagaimana kita mau memajukan ekonomi nasional? Ini alarm keras,” katanya.

Novita pun mempertanyakan lemahnya koordinasi lintas kementerian dalam penguatan pendidikan serta menegaskan pendidikan tidak boleh menjadi prioritas pinggiran dalam penyiaran publik. “TVRI dan RRI harus kembali menjadi rumah besar pencerdasan bangsa,” pungkasnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pentingnya Jalan Usaha Tani di Beji untuk Petani Dukung Swasembada Pangan

KABUPATEN PASURUAN – Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten ...
LEGISLATIF

Amithya Dorong KIK Beri Manfaat Nyata bagi 8.000 Pelaku Seni Kota Malang

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong penguatan ekosistem pelaku seni, mulai ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Zuhri Usulkan Sumur Resapan Jadi Alternatif Pengendalian Banjir Surabaya

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri mengusulkan pembangunan sumur resapan sebagai alternatif ...
LEGISLATIF

Sound Horeg Picu Pro-Kontra, DPRD Jember Siapkan Jalan Tengah Lewat Perda

JEMBER – Pro-kontra penyelenggaraan sound horeg di Kabupaten Jember mendorong DPRD mencari jalan tengah melalui ...
LEGISLATIF

44 Ribu Anak Tak Sekolah di Jatim, Sri Untari Usulkan Perluasan PJJ

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, mengusulkan perluasan program Pembelajaran Jarak ...
KRONIK

Sukseskan Bulan Bakti KKP, Pemkab Banyuwangi Bersiap Perluas Kampung Nelayan

BANYUWANGI – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar peringatan HUT ke-27 KKP dengan program Bulan Bakti ...