Rabu
22 April 2026 | 1 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Momen HUT Megawati, Banteng Bondowoso Pertemukan Politik dan Ekologi di Lereng Piramid

pdip-jatim-260123-bondowoso-tanam-pohon-1

BONDOWOSO — Gerimis yang turun sejak pagi tak hentikan langkah pengurus DPC PDI Perjuangan Bondowoso menapaki kawasan hutan lembah Pegunungan Argopuro, lereng Gunung Piramid, Kelurahan Curahdami, Jumat (23/1/2026).

Jalur ekstrem, tanah licin, dan udara dingin menjadi bagian dari kerja politik yang jarang disorot: merawat alam.

Sebelum pendakian, apel singkat dan doa digelar. Setelah itu, rombongan bergerak menembus jalur berlumpur menuju Petak 16K, wilayah Perhutani KPH Bondowoso.

Di lokasi ini, bibit-bibit pohon ditanam bersama. Tanpa baliho, tanpa pidato panjang. Politik hadir dalam tindakan, bukan slogan.

Baca juga: Peringati HUT ke-79 Megawati, PDIP Jatim Gelar Aksi “Merawat Pertiwi” Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Sinung Sudrajad, menyebut kegiatan ini sebagai praktik nyata politik ekologi—politik yang menempatkan alam sebagai subjek, bukan korban.

“Kami tidak sedang menggelar seremonial. Ini penghijauan dan pelepasan burung perkutut untuk memperingati momen istimewa, HUT ke-53 PDI Perjuangan dan ulang tahun ke-79 Ibu Ketua Umum Hj Megawati Soekarnoputri,” ujar Sinung.

Menurutnya, kawasan seluas 18,8 hektare tersebut, dengan izin Administratur Perhutani, akan dijadikan hutan binaan PDI Perjuangan Bondowoso.

“Pesannya jelas: jaga alam, maka alam akan menjaga kita. Politik seharusnya bekerja seperti itu—memberi, bukan menguras,” katanya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan puluhan burung perkutut ke habitat alaminya. Satwa dilepas tanpa sangkar, menandai pemulihan ruang hidup yang selama ini terdesak.

Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menyebut langkah PDI Perjuangan sejalan dengan agenda keberlanjutan Perhutani.

“Sebelumnya kami menanam 2.026 bibit MPTS. Selain itu, Wakil Ketua DPRD Bondowoso dari PDI Perjuangan juga mendapat sekitar 1.000 bibit MPTS dan mahoni,” jelasnya.

Dia menegaskan, menjaga hutan tidak boleh dibatasi kepentingan politik jangka pendek. “Menjaga hutan bukan soal warna bendera. Ini soal masa depan generasi,” tegasnya.

Di lereng Piramid, politik tak hadir sebagai perebutan kekuasaan. Dia hadir sebagai keberpihakan pada kehidupan—dalam lumpur, keringat, dan bibit kecil yang kelak tumbuh menjadi penyangga bumi. Di titik itu, politik dan ekologi akhirnya bertemu. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Jaga Keselamatan Warga, Agung Minta Dishub Tegas Tertibkan Dump Truck Tanpa KIR

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ponorogo, Agung Priyanto, mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) agar ...
KABAR CABANG

Doding Rahmadi: Kerja Nyata Jadi Fondasi Perjuangan Partai

PDI Perjuangan Trenggalek tekankan pengabdian kader ke masyarakat, tak hanya fokus elektoral, usai Musancab ...
KABAR CABANG

Hari Kartini, PDI Perjuangan Banyuwangi Teladani Perjuangan Buyut Atikah Jaga Harmoni Kehidupan

BANYUWANGI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Banyuwangi memperingati Hari Kartini dengan menggelar ...
HEADLINE

Hari Kartini, FPDIP DPRD Jatim Terima Pengaduan dari Keluarga Santri Putri Korban Pencabulan

SURABAYA – Satu keluarga asal Kota Surabaya, mengadukan dugaan tindak pencabulan dialami anak gadisnya oleh ...
EKSEKUTIF

Delapan RS Kolaborasi, Surabaya Genjot Wisata Medis

Pemkot Surabaya meluncurkan Medical Tourism di Balai Kota, targetkan pasien nasional hingga mancanegara dengan ...
EKSEKUTIF

Pentingnya Kolaborasi, Antar Instansi di Ngawi Berbareng Musnahkan Ribuan Pil Koplo

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti perkara pidana yang telah ...