Sabtu
18 Juli 2026 | 12 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Retribusi Pasar Tidak Sesuai Target, Nadi PDIP Minta Evaluasi Disperindag Pamekasan

PDIP-Jatim-Nadi-16012026

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pamekasan, Nadi Mulyadi, menyoroti pengelolaan retribusi pasar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang capaiannya tidak sesuai target.

Target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pasar di tahun anggaran 2025 adalah Rp3,4 miliar, sementara realisasinya hanya Rp2,3 miliar. Dengan demikian, masih kurang Rp1,1 miliar.

Menurut Nadi, pihaknya akan mengevaluasi dinas terkait. Penetapan target, tambah dia, dilakukan berdasarkan potensi yang realistis.

“Apa pun itu kalau sudah menjadi target, harusnya tercapai, karena target itu realistis,” ujar Nadi.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan ini menjelaskan, penetapan target PAD telah mempertimbangkan berbagai hal. Harapannya, semua potensi pendapatan bisa terkelola dengan baik.

“Apa pun kondisinya, kalau sudah menjadi target harusnya dipenuhi. Kalau hanya sekadar mencatat, itu tidak mencerminkan birokrasi,” tandas Sekretaris DPC PDI Perjuangan Pamekasan itu.

Sementara Kepala Bidang Pasar Disperindag Pamekasan, Handiko Bayuadi, mengatakan bahwa mengacu pada target awal, capaian retribusi pasar 97 persen. Namun, seiring adanya perubahan target dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), persentase capaian tersebut turun secara signifikan menjadi 67 persen.

“Yang awalnya (target PAD, red) Rp2,4 miliar dinaikkan menjadi Rp3,4 miliar,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan target tersebut dinilai sangat memberatkan, mengingat keterbatasan potensi pasar yang ada. Dari total 12 pasar yang dikelola Pemkab Pamekasan, hanya tujuh yang benar-benar menjadi penopang utama pendapatan asli daerah.

“Tujuh itu, Pasar Keppo, Waru, Pakong, 17 Agustus, Palengaan, Kolpajung, dan Pasar Gurem. Itu pun masih terbagi dengan adanya hari pasaran,” jelasnya.

Kegagalan capaian PAD tersebut disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, faktor alam, adanya penyakit hewan hingga banyaknya pedagang yang pindah berjualan ke trotoar. Juga banyak pedagang tidak berjualan saat musim tanam dan panen tembakau.

“Sehingga, semua itu jelas mengurangi pendapatan PAD kami. Jadi dinamika pasar komplet,” terangnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Siapkan Tenaga Kerja Kompeten, Program Magang Jepang Jadi Andalan

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau pelatihan kerja berbasis kompetensi di BLK Bogo sebagai upaya ...
LEGISLATIF

Anggota DPRD Jatim Soroti Nasib Peternak Rakyat yang Terjepit Gurita Integrator Besar

TUBAN — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Ony Setiawan, ...
LEGISLATIF

Ketua DPRD Trenggalek: Jangan Sampai Pajak Membebani Rakyat

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi menegaskan kebijakan pajak daerah tidak boleh membebani masyarakat. DPRD ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Ajak Warga Kawal Penyusunan APBD Cegah Program di Luar Perencanaan

Anggota DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo mengajak masyarakat mengawal penyusunan APBD agar setiap program daerah ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Sumenep Serahkan Bantuan untuk Pembangunan Madrasah Diniyah

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Sumenep memberikan dukungan terhadap penguatan peran madrasah diniyah sebagai lembaga ...
HEADLINE

Panitia Bidik Soekarno Cup 2026 Jadi Turnamen Berstandar Nasional

Panitia Soekarno Cup 2026 optimistis turnamen sepak bola usia muda ini menjadi kompetisi berstandar nasional ...