Rabu
09 September 2026 | 7 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Anggota DPRD Jatim Soroti Nasib Peternak Rakyat yang Terjepit Gurita Integrator Besar

IMG-20260718-WA0005

TUBAN — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Ony Setiawan, menyoroti tajam ketimpangan yang terjadi di sektor peternakan Jawa Timur. Saat ini, nasib peternak kecil dinilai semakin memprihatinkan akibat terjepit di antara tingginya harga pakan impor dan dominasi perusahaan skala besar (integrator).

Menurut Ony, akar masalah dari ambruknya pertahanan peternak rakyat bermula dari sektor pembibitan. Hingga kini, pasokan bibit ayam petelur maupun pedaging nasional masih sangat bergantung pada indukan impor.

Padahal, Kementerian Pertanian (Kementan) sebetulnya telah memiliki varietas lokal unggulan yang mengantongi sertifikasi resmi. Namun, potensi besar tersebut belum dibudidayakan secara masif di tingkat peternak.

“Sayangnya belum dibudidayakan masif. Potensi besar kita malah jalan di tempat,” ujar Ony saat dihubungi, Jumat (17/7/2026).

Terbentur Regulasi Pakan dan Cengkeraman Integrator
Selain persoalan bibit, tantangan berat juga dihadapi peternak pada sektor pakan. Ony mengungkapkan bahwa produsen pakan lokal saat ini sulit berkembang lantaran terbentur aturan regulasi dan rumitnya pengurusan sertifikat.

Akibatnya, peternak rakyat tidak memiliki alternatif selain membeli pakan dari pabrikan besar. Skema ini membuat peternak sangat rentan terhadap fluktuasi harga komoditas impor, seperti jagung dan bungkil kedelai, yang menjadi bahan baku utama pakan pabrikan.

Kondisi tersebut diperparah dengan struktur pasar yang tidak sehat. Rantai usaha perunggasan, mulai dari penyediaan bibit, pakan, hingga jaringan pemasaran, kini telah dikuasai oleh perusahaan integrator dari hulu ke hilir. Peternak skala rumahan pun kian kehilangan ruang gerak.

“Oleh karena itu, Pemda tidak bisa hanya jadi penonton pasar bebas. Pemda harus hadir sebagai pelindung wong cilik,” tegas Ony.

Tiga Solusi Konkret untuk Pemda Jatim
Guna menyelamatkan sektor peternakan rakyat, Ony mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk segera mengintervensi pasar melalui tiga langkah konkret:
Kemudahan Akses Bibit Lokal
Memasyarakatkan dan mempermudah akses peternak terhadap varietas bibit lokal unggulan yang telah tersertifikasi.

Sertifikasi Pakan Lokal Membantu memfasilitasi sertifikasi bagi produsen pakan lokal agar mampu memproduksi pakan berkualitas dengan harga yang lebih murah dan stabil.

Jaminan Serapan Pasar Menjamin penyerapan hasil panen ternak rakyat agar terhindar dari monopoli harga oleh produk korporasi.

Ony menambahkan, intervensi dan fasilitasi dari pemerintah ini tidak boleh terbatas pada komoditas ayam dan bebek saja, melainkan harus menyentuh sektor peternakan berkaki empat seperti sapi, kambing, dan domba.

“Jika peternak kecil dikuatkan dari hulu ke hilir, kita sedang membangun ketahanan sekaligus kedaulatan pangan yang berdikari,” pungkasnya.(dian/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Serahkan Insentif Guru Rohani Lintas Agama, Bupati Ipuk: Bagian dari Penguatan Pendidikan Karakter

BANYUWANGI – Ratusan guru rohani lintas agama menerima insentif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi di ...
LEGISLATIF

Puan Desak Pelaku Pembakaran Lahan untuk Sawit Segera Ditindak

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pelaku pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kemudian ...
LEGISLATIF

Jalan Gador-Pakis Rusak dan Lama Dikeluhkan, Doding Turun Langsung Cek Kondisi

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi turun langsung meninjau kondisi jalan rusak yang ...
LEGISLATIF

Puan Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah membangun satu kepemimpinan dalam penanganan bencana yang ...
LEGISLATIF

Buleks: Air Keruh Jangan Dibebankan ke Konsumen, Sumber Masalah Harus Dibuka Transparan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Budi Leksono atau Buleks meminta Perumda Air Minum Surya Sembada ...
LEGISLATIF

Tolak Utang Rp786 Miliar, Fraksi PDI-P Jember Tinggalkan Paripurna KUA-PPAS 2027

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember memilih tidak masuk ruang paripurna saat penandatanganan nota ...