LAMONGAN – Kabupaten Lamongan terus memantapkan posisinya sebagai magnet investasi di Jawa Timur. Langkah ini dipertegas saat Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menerima audiensi strategis dari CEO PT Rexline Engineering Indonesia, Rahul Thottiyil, di ruang kerjanya.
Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan sinyal kuat bahwa Lamongan kini menjadi “pemain kunci” dalam peta penyangga logistik di kawasan Timur Indonesia.
Gerbang Logistik Baru di Jawa Timur
Dalam pemaparannya, Mas Wabup Dirham sapaan akrab Dirham Akbar Aksara menegaskan bahwa Lamongan memiliki modalitas yang sangat lengkap untuk mendukung industri skala nasional maupun internasional.
“Kami berkomitmen memposisikan Lamongan sebagai mitra strategis bagi pertumbuhan industri. Kuncinya ada pada penyediaan infrastruktur yang efisien dan ekosistem bisnis yang stabil,” ujar Mas Wabup Dirham di sela-sela diskusi, Rabu (14/1/2026).
Kabupaten yang dikenal dengan kuliner sotonya ini menawarkan keunggulan komparatif yang sulit ditandingi, di antaranya:
• Aksesibilitas Terintegrasi: Dukungan jalur ganda (double track) kereta api.
• Konektivitas Nasional: Akses jalan nasional lintas Pantura yang menjadi urat nadi logistik.
• Fasilitas Maritim: Kehadiran pelabuhan strategis yang siap mendukung distribusi barang ke seluruh penjuru negeri.
Lahan Luas dan Karpet Merah Perizinan
Salah satu poin menarik yang dipaparkan adalah ketersediaan lahan siap bangun yang mencapai lebih dari 62 kilometer persegi. Luasan ini diproyeksikan menjadi kawasan industri modern yang terintegrasi.
Tak hanya soal lahan, Pemkab Lamongan juga memberikan “karpet merah” bagi para investor melalui kepastian hukum dan kemudahan administrasi.
“Melalui sistem perizinan digital Online Single Submission (OSS) dan kebijakan pro-investasi, kami menjamin kemudahan administrasi serta kepastian operasional bagi pelaku usaha. Kami ingin mereka tumbuh besar bersama Lamongan,” tambah Dirham.
Stabilitas Ekonomi yang Menjanjikan
Ketertarikan PT Rexline Engineering Indonesia tentu memiliki alasan kuat. Berdasarkan data makro, stabilitas ekonomi Lamongan menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 5,39% pada triwulan III 2025.
Angka ini diperkuat dengan beberapa faktor pendukung lainnya:
• Tenaga Kerja Produktif: Sumber daya manusia yang melimpah dan kompeten.
• Upah Kompetitif: Struktur upah yang bersaing di kawasan penyangga Gerbangkertosusila.
• Ekosistem Kondusif: Lingkungan bisnis yang stabil dan aman bagi keberlangsungan industri.
Dengan kehadiran calon investor besar seperti PT Rexline Engineering Indonesia, Lamongan semakin optimis dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas. (mnh/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













