MAGETAN – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Magetan, Samsul Hidayat menghadiri rangkaian acara hari Ulang Tahun ke 53 PDI Perjuangan. Dalam kegiatan tersebut Ketua PD Muhammadiyah ini mengisahkan adanya hubungan baik antara Muhammadiyah dengan PDI Perjuangan.
“Awal mula kedekatan itu terjadi saat KH Ahmad Dahlan berkunjung ke rumah HOS Cokroaminoto di Jalan Peneleh Gg VII/29-31 Surabaya,” kata Samsul Hidayat.
Bung Karno sangat mengagumi sosok Kyai Dahlan. Di rumah itu, Bung Karno bertemu dan berdiskusi dengan Kyai Dahlan tentang kondisi bangsa. Bung Karno kagum dengan pemikiran visioner terhadap dunia pendidikan dan sosial Kyai Dahlan.
Bung Karno melihat adanya kesamaan pemikiran dan gagasan Kyai Dahlan. Bagi Bung Karno, Kyai Dahlan merupakan sosok visioner yang membawa nilai Islam yang lebih berkemanjuan dalam segi pendidikan.
Berdasarkan kedekatan sejarah itulah menjadi dasar bagi pria alumni pasca sarjana Universitas Muhammadiyah Malang menghadiri undangan DPC PDI Perjuangan Magetan.
“Saat menerima undangan, saya sempatkan untuk hadir, Hal ini sebagai usaha menjaga sinergisitas dan silaturahim sebagai sama-sama asset bangsa, “ lanjut Samsul Hidayat.
Ketua PDM Magetan menghadiahkan kado spesial berupa buku Sejarah Muhammadiyah Magetan, Sang Surya dari Timur Lawu: Euforia Muhammadiyah Magetan dari Era Reformasi.
Buku ini disusun selama dua tahun mulai tahun 2020-2022. Berisi lengkap sejarah Muhammadiyah Magetan mulai tahun 1940 sampai setelah periode reformasi. Termasuk sejarah cabang dan organisasi otono (ortom).
“Semoga buku ini menjadi penyambung ikatan antara Muhammadiyah dengan PDI Perjuangan Magetan dalam menjaga NKRI khususnya kondusifitas Kabupaten Magetan yang aman, tenteram, maju dan sejahtera,” katanya.
Sementara itu Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Joko Suyono, S.Sos meyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengurus Daerah Muhammadiyah Magetan yang memberikan kado spesial di HUT ke 53 PDI Perjuangan.
Ini sekaligus sebagai simbol kedekatan PDI Perjuangan dengan ormas Islam salah satunya Muhamadiyah.
“Kedekatan Bung Karno dengan kelompok Islam, salah satunya dengan Muhammadiyah karena adanya kesamaan pandangan mengenai kesejahteraan masyarakat dan tujuan dalam membela orang-orang lemah,” ucap Joko Suyono.
Dijelaskan Muhammadiyah dan PDI Perjuangan ini dipertemukan dalam satu concern yang sama pembelaan kepada kaum lemah/rakyat kecil.
“Dan kita dipertemukan oleh sosok yang sama yaitu Bung Karno sebagai seorang kader yang sangat berkelanjutan dalam pemikiran-pemikiran ke- Islamannya dan seorang pejuang bangsa yang tidak pernah kita ragukan sebagaimana kecintaannya kepada tanah air kita Indonesia,” pungkasnya.(rud/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













