LAMONGAN – Anggota DPRD Kabupaten Lamongan dari Fraksi PDI Perjuangan, Achmad Umar Buwang, membagikan strategi krusial dalam menghadapi konflik sosial dan politik kepada ratusan kader muda Nahdlatul Ulama (NU). Hal ini disampaikannya saat menjadi pemateri dalam kegiatan Latihan Kader Muda (Lakmud) V yang digelar PAC IPNU IPPNU Karanggeneng.
Acara Kaderisasi Proudly Present ini berlangsung di SMA Wahid Hasyim Sumberwudi, Karanggeneng, selama empat hari, yakni 23-26 Desember 2025. Di hadapan para peserta, pria yang akrab disapa Buwang ini menekankan pentingnya kedewasaan berorganisasi sejak dini.
Pisahkan Kepentingan Pribadi dan Organisasi
Menurut Buwang, kader muda seringkali dihadapkan pada situasi dilematis di tingkat akar rumput (grassroots). Ia menegaskan bahwa kunci utama menjadi penengah yang adil adalah kemampuan memisahkan urusan personal dengan kepentingan lembaga.
”Adik-adik IPPNU adalah kader termuda di lingkungan NU. Kalian harus mampu membedakan mana kepentingan pribadi dan mana kepentingan organisasi. Saya yakin kalian punya kapasitas untuk memahami itu agar bisa menjadi solusi di tengah masyarakat,” ujar Buwang, Kamis (25/12/2025).

Peran Perempuan Sebagai Peredam Konflik
Lebih lanjut, Buwang menyoroti peran gender dalam resolusi konflik. Baginya, kader IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) memiliki sentuhan khusus yang mampu mendinginkan suasana saat terjadi gesekan kepentingan di desa atau kecamatan.
Ia mendorong agar peran perempuan lebih digelorakan dalam ruang-ruang publik. “Peran perempuan di desa itu vital. Mereka bisa menjadi peredam konflik kepentingan di bawah. Kader IPPNU harus mampu mengubah konflik menjadi ruang dialog yang produktif dan berkeadilan,” tuturnya.
Benteng AD/ART Lawan Intervensi Politik
Menanggapi pertanyaan mengenai tekanan politik praktis dan ego kepemimpinan, Buwang memberikan jawaban tegas. Ia mengingatkan para kader bahwa organisasi memiliki “pagar” yang jelas berupa aturan main tertulis.
”Agar tidak terjebak pada ego atau tekanan politik praktis, kuncinya satu: pahami peran organisasi. Jalankan organisasi berdasarkan AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) dan PO (Peraturan Organisasi). Jika itu ditaati, kepentingan ego dan tekanan luar tidak akan bisa masuk merusak tatanan,” ucapnya.
Kegiatan Lakmud V ini diharapkan dapat mencetak kader-kader yang tidak hanya militan secara ideologi, tetapi juga cakap dalam manajemen konflik serta mampu menjadi motor penggerak kedamaian di wilayah Karanggeneng dan sekitarnya.(mnh/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













